Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Akhir yang menyakitkan


Pertarungan dimulai, suara Pedang yang sangat runcing itu saling berbenturan, banyaknya Penjaga Istana Yu terluka didalam pertarungan itu.


Kaisar Yu yang mendengar ucapan dari salah seorang Prajurit perang milik Pangeran Kichiro yang saat itu sudah kembali dalam pencariannya, membuat diri Kaisar Yu terkejut, juga sangat marah dengan perlawanan yang sudah dilakukan oleh Raja Age.


"Kurang ajar!" Ucap, Kaisar Yu dengan sangat geram.


Dengan segera Kaisar Yu bangkit dari duduknya, lalu ia kemudian memerintahkan kepada salah seorang Prajurit yang tengah berada didalam ruangannya itu untuk menyiapkan pasukan yang ada untuk membalas perlawanan dari Raja Age.


"Aku perintahkan kepadamu untuk memerintahkan seluruh Prajurit perang yang ada didalam Istana ini, untuk menyerang Raja Age, sekarang!" Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan marah juga kecewa terhadap tindakan Raja Age terhadap dirinya.


Salah seorang Prajurit yang mendengar perkataan dari Kaisar Yu segera ia melaksanakan perintah yang sudah diberikan oleh Kaisar Yu terhadap dirinya.


"Baik Kaisar, saya mohon undur diri." Ucap, seorang Prajurit itu yang segera bangkit dari belututnya, lalu dia segera keluar untuk dapat memerintahkan Prajurit perang yang ada.


Kaisar Yu yang melihat hal itu, nampak begitu sangat kecewa atas tindakan yang sudah diperbuat oleh Raja Age terhadap dirinya.


"Beginikah caramu, membalas semua kebaikan yang sudah aku berikan terhadap dirimu! Raja Age, kau akan menerima balasan dari setiap perbuatanmu ini!" Ucap, Kaisar Yu dengan sangat geram.


^°^°^°^°^


Sedangkan ditempat lain, Putri Yuri yang terlihat tengah berduaan didalam kamar bersama dengan salah seorang Pelayan Wanitanya.


"Ada apa Putri anda memanggil saya kemari?" ucap, seorang Pelayan itu dengan perasaan bingung.


Putri Yuri yang mendengar ucapan dari Pelayannya dengan segera ia menjawab pertanyaan dari Pelayannya itu.


"Sebenarnya aku sangat ingin memberikan dirimu ini, hm ini adalah sebuah hadiah untuk ayahku, karena sebentar lagi ia akan berulang tahun." Ucap, Putri Yuri yang segera mengeluarkan sebuah hadiah yang berada didalam kotak kayu, yang saat itu sudah berada dipangkuannya.


Pelayan Wanita itu terlihat begitu sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Putri Yuri, lalu dia segera berbicara pada Putri Yuri.


"Mengapa anda tidak memberikan hadiah ini sendiri, disaat nanti Raja Age telah kembali ke dalam Istana?" ucap, Pelayan Wanita itu dengan perasaan bingung.


Putri Yuri yang mendengar perkataan dari Pelayannya dengan segera ia menatap kesal Pelayannya itu.


"Jadi kau mulai berani untuk membantah diriku?!" Bentak Putri Yuri dengan perasaan kesal.


Pelayan Wanita itu begitu sangat terkejut dengan ucapan dari Putri Yuri, sehingga ia merasa begitu sangat ketakutan, dengan segera Pelayan itu menerima perintah dari Putri Yuri.


"Maafkan saya Putri, saya tidak bermaksud seperti itu, baiklah saya akan menjalankan perintah anda Putri." Ucap, Pelayan itu dengan perasaan takut.


Putri Yuri yang melihat hal itu dengan segera ia memberikan kotak kayu yang berisikan hadiah untuk ayahnya itu kepada Pelayannya.


"Ini ambil, sekarang kau boleh pergi, cepat!" Bentak Putri Yuri terhadap Pelayannya itu.


"Ba... Baik Putri, sama pamit undur diri." Ucap, seorang Pelayan itu dengan rasa takut didalam hatinya.


Putri Yuri yang melihat hal itu hanya terdiam, dengan segera Pelayan itu pergi meninggalkan kamar Putri Yuri dengan perasaan takut. Putri Yuri kemudian segera menitihkan air matanya ketika Pelayannya itu sudah keluar dari dalam kamarnya.


"Untuk apa aku hidup, jika aku tidak dapat memiliki seorang anak kandung! Untuk apa aku hidup jika aku selalu dijadikan alat oleh ayahku! Aku benci dengan semuanya!" Ucap, Putri Yuri dengan perasaan kalut.


Kemudian Putri Yuri segera menatap kedua telapak tangannya, lalu dia mengeluarkan sebuah kekuatan dari dalam lengannya, kekuatan itu begitu sangat besar, warna merah kehitaman dari kekuatannya itu terlihat begitu sangat jelas didalam sepasang bola mata Putri Yuri. Kemudian Putri Yuri segera membuka mulutnya lalu telapak tangan Putri Yuri yang berisikan kekuatan dia masukkan ke dalam mulutnya, air mata mengalir perlahan membasahi pipinya.


"Maafkan aku ayah, aku malu jika suatu saat nanti aku akan menjadi bahan olokkan semua orang." Dalam benak Putri Yuri.


Dengan perlahan tubuh Putri Yuri jatuh diatas kasurnya, kekuatannya yang sudah menghilang dari telapak tangannya itu, kini hanya menyisakan bercak darah merah yang menodai telapak tangannya itu.


^°^°^


Sedangkan didalam Istana Yu, peperangan masih berlanjut, banyak korbn berjatuhan kini ratusan Prajurit perang milik Raja Age hanya menyisakan beberapa Prajurit saja, sedangkan Prajurit milik Kaisar Yu memanglah tidak sebanyak milik Raja Age. Namun, dia dapat mempertahankannya.


"Kau telah salah jika memutuskan untuk menyerang diriku! Apa menurutmu hilangnya kedua Putraku menjadikan diriku seorang Kaisar yang lemah! Hm, sungguh pemikiran yang sangat sempit!" Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan kesalnya.


Kemudian Kaisar Yu segera mengeluarkan kekuatannya, dihadapan Raja Age.


"Sambar bumi!" Ucap, Kaisar Yu dengan raut Wajah kesalnya terhadap diri Raja Age.


Raja Age yang melihat hal itu terlihat begitu sangat terkejut kemudian dia segera mempersiapkan kekuatannya untuk dapat menyerang diri Kaisar Yu.


"Besi pengikat." Ucap, Raja Age yang dengan segera merentangkan kedua lengannya dengan terbuka dihadapan Kaisar Yu.


Kaisar Yu yang melihat hal itu nampak begitu sangat terkejut, sebelum ia dapat menghindari serangan Raja Age, besi yang begitu kuat itu tiba-tiba melilit tubuhnya. Namun, tak lama kemudian tanah segera bergetar hingga membuat semua orang yang berada ditempat itu merasa sangat ketakutan.


"Apa yang terjadi?!" Ucap, Raja Age dengan perasaan terkejut.


"Tidak ada yang dapat mengalahkan diriku! Tidak ada satu orangpun didunia ini, ketahuilah itu Age!" Ucap, Kaisar Yu dengan tampang kesal dan mengerikannya.


Tembok-tembok besar Istana Yu bergetar, tanah yang tengah dipijak oleh Raja Age tiba-tiba saja retak hingga membuat dirinya kewalahan untuk dapat menghadapi diri Kaisar Yu.


"Aku tidak akan terkalahkan oleh siapapun, tidak ada yang bisa mengalahkan diriku! Dia saat ini tengah kehilangan segelanya mengapa aku tidak juga dapat mengalahkan dirinya! Ini tidak mungkin!" Teriak Raja Age dengan perasaan kesal.


Saat itu juga Istana Yu runtuh dan mengubur setiap orang yang tengah berada ditempat itu, Raja Age yang tidak sempat melarikan diri dari tempat itu menjadikan reruntuhan dari Istana Yu untuk dijadikan tempat tinggal terakhirnya, untuk selamanya.


Nampaknya tidak ada satupun orang yang dapat menyelamatkan diri didalam reruntuhan dari Istana Yu. Asap tebal segera memenuhi tempat itu, suara yang begitu sangat keras terdengar dari bangunan besar Istana Yu.


"Ukhuk... Ukhuk..." Terlihat punggung tangan kanan seseorang tengah bergerak untuk dapat keluar dari tembok besar yang saat itu tengah menimpa tubuhnya.