
Sedangkan dilain tempat Haruka yang terkejut saat mendengar suara teriakan yang begitu sangat keras itu dibuat terdiam dan menghentikan langkahnya raut Wajahnya terlihat begitu sangat curiga, dengan suara itu. Namun, Haruka seakan tidak ingin lagi ikut campur dalam urusan mereka berdua. Haruka seakan menampik rasa curiganya itu lalu dia segera melangkahkan kakinya lagi untuk dapat pergi meninggalkan tempatnya saat itu.
Haruka yang berjanji untuk kembali kepada diri Pangeran Kichiro saat sudah malam hari. Namun sepertinya sebelum Matahari terbenam ia sudah kembali ke tempat itu. Saat Haruka tengah berjalan dilihatnya Pangeran Kichiro yang tengah mengenakan busana putih yang tanpak begitu sangat elegan, membuatnya memikirkan sosok Pria yang saat itu tengah mengganggu dirinya. Tetapi hal itu segera Haruka singkirkan didalam pikirannya.
"Hm, apa yang telah aku pikirkan?! Mereka bukanlah orang yang sama, mana mungkin Kichiro bisa memiliki kekuatan seperti itu, dan lagi sifat dan rupa mereka pun sangat berbeda." Dalam benak Haruka yang segera berjalan untuk dapat mendekati diri Pangeran.
Pangeran Kichiro yang saat itu tengah berdiri menatap langit biru yang cukup cerah, dengan segera ia melirik ke arah diri Haruka yang tiba-tiba saja mendekat ke arah dirinya. Saat Haruka melihat sikap cepat dari diri Pangeran Kichiro, juga terlihat dari sorot matanya yang terlihat sedikit berbeda dari biasanya membuatnya memikirkan hal semacam itu lagi didalam benaknya.
Pangeran Kichiro yang melihat reaski dari diri Haruka yang terlihat sedikit takut dengan dirinya, membuatnya dengan segera menghilangkan perasaan itu dalam diri Haruka, dengan segera Pangeran pun tersenyum manis ketika menatap Haruka yang mendekat ke arah dirinya.
"Sayang, kau sudah kembali?" ucap, Pangeran Kichiro yang segera tersenyum manis terhadap diri Haruka.
Haruka yang melihat hal itu nampak merasa sangat bingung dengan sikap yang ditunjukkan oleh Pangeran Kichiro saat itu, Haruka kemudian segera berjalan dengan sedikit cepat, lalu ketika ia sudah sampai didepan Pangeran Kichiro Haruka segera berbicara kepada Pria itu.
"Hmm, apa yang tengah kau lakukan disini?" ucap, Haruka yang menatap Wajah Pangeran Kichiro dengan tatapan serius dan tajam.
"Mengapa aku merasa dia jadi lebih mengerikan? Hmm...." Dalam benak Haruka yang segera ia menggelengkan kepalanya.
Pangeran yang melihat hal itu, dengan segera ia berbicara kepada diri Haruka.
"Aku tengah menunggu dirimu disini." Ucap, Pangeran Kichiro yang masih menatap Wajah Haruka dengan sepasang Mata birunya itu.
Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran kemudian dia segera menambah ucapannya lagi, sambil meminta kepada diri Pangeran untuk bersama-sama masuk ke dalam Rumah Kayu.
"Aku datang kemari karena ada satu hal yang ingin aku katakan kepada dirimu, tetapi sebelum itu aku ingin membicarakan hal itu didalam Rumah." Ucap, Haruka dengan tatapan tegas.
Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka yang begitu sangat serius itu membuatnya menerka bahwa apa yang akan disampaikan diri Haruka kepada dirinya itu adalah tentang dirinya yang saat itu telah melukai diri Xiao Chen.
"Sepertinya hal itu terlihat begitu sangat penting, baiklah mari." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera berjalan untuk dapat masuk ke dalam Rumah Kayunya.
Haruka yang melihat hal itu kemudian dia juga segera mengikuti diri Pangeran Kichiro untuk dapat masuk ke dalam Rumah Kayu mereka.
Setelah berada didalam Rumah, Pangeran Kichiro kemudian segera duduk diatas Kursi panjang yang terbuat dari Kayu, Haruka yang melihatnya kemudian dia segera duduk disamping Pangeran Kichiro.
"Jadi apa yang ingin kau katakan kepada diriku?" ucap, Pangeran Kichiro yang menatap diri Haruka dengan tatapan lembutnya itu.
Haruka yang tengah berada disamping Pangeran Kichiro segera ia menatap Wajah Pangeran Kichiro yang saat itu terlihat begitu sangat penasaran dengan apa yang akan ia sampaikan kepada dirinya itu. Lalu Haruka segera menceritakan semua hal yang saat itu telah terjadi kepada dirinya saat ia berada didalam hutan.
Pangeran Kichiro yang mendengarnya lalu dia segera memperlihatkan raut Wajah cemas dihadapan Haruka, Haruka yang melihat hal itu lalu dengan segera ia menepuk bahu Pangeran Kichiro untuk dapat menenangkan dirinya, sambil menambah ucapannya lagi.
"Tetapi dia tidak berbuat hal buruk kepada diriku, karena tiba-tiba saja ada seorang Pria yang membantu diriku untuk menyerang Xiao Chen, dia terlihat begitu sangat hebat, dia dapat dengan mudahnya mengalahkan Xiao Chen, hmm...." Ucap, Haruka yang masih menatap Wajah Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro yang mendengar hal itu lalu dia dengan segera berbicara lagi terhadap diri Haruka, mengenai Pria yang membantunya pada saat itu.
"Tetapi mengapa dia membantu dirimu? Apakah dia mengenalmu? Apakah sehebat itu dirinya? Bahkan ia mampu menjaga dirimu dari Xiao Chen?" ucap, Pangeran Kichiro yang terlihat begitu sangat tidak suka.
Haruka yang melihat ekspresi dari diri Pangeran yang terlihat begitu sangat tidak baik, membuatnya dengan segera membalas perkataan Pangeran Kichiro yang terlihat sudah berapi-api itu.
"Dia memanglah kuat, aku tidak mengenalnya, dia hanya seorang Pria muda, yang menurutku dia memiliki kekuatan yang sangat hebat, bahkan Xiao Chen saja dapat ia lumpuhkan dengan mudah." Jawab Haruka dengan segera ia memalingkan pandangannya ke arah pintu Rumah yang saat itu masih terbuka lebar.
Pangeran Kichiro kemudian hanya terdiam saat mendengar jawaban dari diri Haruka, lalu dia segera mengalihkan pandangannya untuk dapat menghindari diri Haruka.
"Hmm...." Dalam benak Pangeran Kichiro yang saat itu tengah menatap ke arah hutan dengan tatapan dari sepasang Mata biru yang terlihat sangat tajam itu.
Haruka kemudian segera ia melirik ke arah Pangeran Kichiro sambil berbicara kepada dirinya.
"Namun, apa kau tau Putri Kirana adalah bagian dari permainan Xiao Chen." Ucap, Haruka dengan tatapan tegas.
Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari diri Haruka segera ia menoleh cepat ke arah Haruka, sambil memasang raut Wajah terkejut dan juga tidak menyangka dengan apa yang tengah Haruka ucapkan.
"Apakah kau yakin?" ucap, Pangeran Kichiro dengan perasaan yang masih terlihat tidak mempercayai hal itu.
Haruka yang melihat sikap dari diri Pangeran Kichiro yang terlihat sangat tidak percaya itu membuatnya kesukitan harus dari mana ia memulai pembicaraannya, mungkin hal itu akan menjadi cambukkan bagi diri Pangeran, karena Putri Kirana adalah seorang kakak yang selama ini begitu sangat baik terhadap keduanya.
"Aku pun tidak menyangka dengan semua yang telah terjadi, namun itulah keadaannya sekarang, aku tidak mungkin berkata seperti itu jika tidak dilandaskan dengan sebuah bukti yang kuat." Ucap, Haruka yang menatap Wajah Pangeran Kichiro dengan tajam.
Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari diri Haruka, lalu dia segera mengerutkan dahinya.
"Rasanya tidak mungkin jika Kirana campur tangan dalam urusan Xiao Chen." Ucap, Pangeran Kichiro yang masih tidak mempercayai hal itu, meskipun ia paham betul bahwa Haruka tidak akan mungkin berkata dusta kepada dirinya.
Haruka yang mendengar jawaban dari diri Pangeran Kichiro, ia hanya terdiam tanpa berkata apapun lagi terhadap dirinya. Pangeran Kichiro yang melihat sikap Haruka yang memilih untuk terdiam membuat dirinya merasa menyesali apa yang telah berlalu dan menimpa diri Putri Kirana.