Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
154


Sorotan mata Haruka mengingatkannya dengan gadis misterius yang pernah melumpuhkan keluarga Iblis, kekuatan yang amat dasyat itu, pertama dalam hidupnya dia dapat melihat kekuatan itu. Pria itu nampak terkejut, dan agak panik lalu tak lama dia segera berbicara dengan nada suara yang amat lembut.


"Hmm, maaf Nona saya tidak bermaksud untuk mengusik kalian, kebetulan saya hanya tengah lewat dan saya berniat untuk beristirahat sejenak didekat sungai ini, jika kalian merasa terganggu maka saya akan pergi." Ucap Pria itu dengan suara beratnya.


Haruka memperhatikan kedua bola mata Pria itu dengan tatapan dinginnya. Pria itu nampak sedikit resah saat Haruka menatapnya dengan pandangan curiga, kemudian Haruka melirik kearah samping disana sudah ada Kirana yang tengah mengumpulkan kekuatannya.


"Tidak, kami sudah selesai, silahkan saja anda beristirahat disini, kami juga harus segera pergi, permisi." Ucap Haruka dengan wajah dinginnya.


Lalu Kirana yang menoleh kearah Haruka, segera dia menyimpan kembali kekuatannya, Haruka dan Kirana akhirnya meninggalkan pria bertopeng itu sendirian didekat sungai. Pria misterius itu hanya terdiam saat Haruka melewatinya begitu saja, kemudian pria itu melirik kearah belakang sambil sedikit menoleh kearah Haruka yang meninggalkannya.


"Hmm." Ucap Pria itu yang kemudian dia segera bergegas pergi meninggalkan sungai dengan meloncati beberapa dahan pohon.


Haruka yang masih belum jauh dari tempat itu sedikit menoleh kearah belakang, sambil memasang wajah cuek dan dinginnya.


Kirana yang berada disamping Haruka terlihat agak bingung, mengapa Haruka dapat setenang itu, padahal dia pasti sudah mengetahuinya bahwa pria itu menyimpan niat buruk pada mereka.


"Haruka, mengapa kau lepaskan dia begitu saja, tingkahnya sangatlah aneh, aku dapat melihatnya sendiri dia menaruh niat buruk terhadapmu." Ucap Kirana dengan wajah yang terlihat sedikit bingung.


Haruka yang tengah berjalan disamping Kirana kemudian menjawab tanya wanita itu dengan tegas.


"Ya, jika aku langsung menyerangnya sudah dipastikan aku yang akan menang, tetapi aku tidak ingin begitu. Aku ingin dia memberikanku sebuah rahasia yang tidak aku ketahui." Ucap Haruka dengan serius.


"Aku pikir kau adalah seorang Putri kerajaan yang sangatlah pintar, hmm ternyata penilaianku terlalu tinggi terhadap dirimu." Ucap Haruka yang segera mempercepat langkahnya.


Kirana nampak terkejut saat mendengar ucapan Haruka yang terdengar begitu amat menyinggung perasaannya, dia sangatlah ingin membalas ucapan Haruka itu. Namun, dia tersadar lagi bahwa dia masih sangat membutuhkan bantuan dari Haruka.


Tak lama akhirnya mereka tiba di Gubuk tempat tinggal Kirana, Haruka menatap Norr dan Leo yang tengah berada atas pohon mereka nampak sangatlah serius, Haruka kemudian berjalan untuk mendekati Norr dan Leo yang sepertinya tengah berbicara hal yang amat penting.


"Hei." Ucap Haruka yang berada dibawah pohon, sambil mengangkat kepalanya sedikit keatas.


Leo dan Norr terlihat sedikit terkejut saat melihat kehadiran Haruka didepan mereka.


"Kau sudah kembali, baguslah ada suatu hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucap Leo yang segera meloncat kebawah, sambil menatap wajah Haruka.


"Hm, kebetulan aku juga ingin berbicara pada kalian." Ucap Haruka.


Norr yang berada diatas pohon segera meloncat kebawah.


"Ada apa?" tanya Norr dengan raut wajah penasarannya.


Haruka memperhatikan Leo dan Norr yang terlihat sudah tidak sabar dengan kabar yang ia bawa. Kirana yang masih berada dibelakang Haruka kemudian segera mendekati Haruka, perasaannya begitu amatlah penasaran dengan apa yang tengah dibicarakan oleh mereka.