
Terlihat malam hari suasana diluar Istana Yu nampak sunyi, namun setelah memasuki ruangan Kasiar Yu, terlihat suasana yang cukup kacau, apalagi jika bukan ulah dari Putri Yuri. benar, Putri Yuri tengah mengadu kepada Ayahnya Raja Age yang saat itu tengah duduk disamping Kaisar Yu. Terlihat dari raut wajah Putri Yuri nampak malu dan marah, ia segera meluapkan semua rasa kesalnya terhadap Raja Age.
"Ayah, kau harus lah tau bagaimana wanita licik itu mempermainkan diriku! Dia telah mencuci otak para juri sehingga mereka membuat suatu keputusan bahwa dia lah pemenangnya, Ayah aku sungguh sangat tidak terima dengan semua ini! Harga diriku seperti sudah terinjak-injak, Ayah aku mohon bantulah Putrimu ini." Ucap, Putri Yuri yang berhadapan dengan Raja Age juga Kaisar Yu, dengan terus memohon agar Ayahnya mengasihani dirinya.
Raja Age juga Kaisar yang melihat sikap dari Putri Yuri terlihat begitu tidaklah baik, tentu saja membuat mereka tidak terima dengan hal itu, Raja Age merasa Putrinya telah direndahkan ditempat itu.
"Beraninya mereka memperlakukan dirimu dengan tidak adil! Hm, mereka belum tau siapa orang yang tengah mereka lawan ini!" Ucap, Raja Age yang terlihat sangat kesal.
Kaisar Yu yang melihat hal itu kemudian dia segera melirik ke arah samping kanan, dan menatap wajah Raja Age. Yang saat itu sudah tersulut emosi, Kaisar Yu hanya terdiam saja tanpa berkata apapun dia merasa bahwa itu memanglah kesalahan dari Putri Yuri sendiri, dan bagi Kaisar setiap peserta yang mengikuti pertarungan didalam Bukit Zhandou tidak akan mungkin para Dewa dan Dewi itu bersikap tidak adil kepada peserta lainnya.
Jika dipikirkan lagi, apa yang diadukan oleh Putri Yuri adalah sebuah hak yang terkesan mengada-ada, oleh sebab itu Kaisar Yu hanya terdiam, tak lama kemudian Putri Yuri segera melirik ke arah Kaisar Yu, yang saat itu tengah berada dihadapan dirinya, sambil menatap wajahnya dengan dingin. Putri Yuri merasa aura yang dikeluarkan oleh Kaisar Yu terasa tidak lah baik untuk dirinya, tak lama kemudian Putri Yuri segera menghentikan ucapannya, Raja Age yang melihat raut wajah dari Putrinya saat setelah tidak sengaja menatap wajah dari Kaisar Yu terlihat berbeda dan kaku, membuat Raja Age merasakan sebuah kecanggungan.
Sedangkan diluar Istana terlihat Pangeran Kichiro telah sampai dikediaman Yu, Pangeran yang tengah berada diatas atap dari Istana Yu, segera berjalan dengan cepat untuk dapat menuju kamarnya dan berniat untuk beristirahat.
Tak...
Tak...
Tak...
Suara langkah kaki seseorang yang tengah berjalan dengan sangat cepat, suara dari langkah kaki Pangeran Kichiro terdengar sangat jelas ditelinga Kaisar Yu, Raja Age dan Putri Yuri yang saat itu masih tengah berada didalam ruangan milik Kiasar Yu.
Kaisar Yu merasa sangat terkejut dan bingung akan suara langkah kaki seseorang yang tengah menginjak atap Istananya. Saat kecurigaan mereka semakin kuat Raja Age dengan segera berbicara dengan raut wajah sedikit panik kepada Kaisar Yu.
"Mungkinkah itu adalah seorang penyusup?" ucap, Raja Age yang melihat wajah Kiasar Yu yang tengah berada dihadapannya itu.
Putri Yuri yang mendengar ucapan dari Ayahnya terlihat begitu sangat takut, jika benar ada seorang penyusup yang akan menyerang Istana Yu secara diam-diam, Putri Yuri kemudian segera menatap wajah Ayahnya, Raja Age dengan berbicara dengan suara yang terdengar sedikit resah.
Kaisar Yu yang mendengar ucapan dari Putri Yuri, kemudian segera Kaisar Yu menatap wajah Putri Yuri dengan tampang dinginnya, sambil menjawab ucapan dari Putri Yuri dengan sangat tegas, dan dingin.
"Dasar wanita liar! Berani-beraninya dia datang langsung ke Istanaku ini, cari mati ya! Hm, dasar wanita liar! Bukan hanya merendahkan martabat dari Putri Yuri saja rupanya, namun dia juga berusaha menggoda diri Pangeran ya?! Sungguh sangat menjijikkan!" Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan marah.
Tak lama kemudian Kaisar Yu segera berjalan dengan cepat untuk dapat keluar dari dalam ruangannya, Kaisar Yu berlalu dengan cepat tanpa memperhatikan Raja Age dan anaknya Putri Yuri yang masih berada didalam Istananya. Putri Yuri yang melihat Kaisar Yu yang terlihat sangat marah, merasa sangat puas, kemudian dengan cepat Putri Yuri melirik ke arah Ayahnya yang saat itu masih berdiri dihadapan Putrinya Yuri, dengan tampang kesalnya Raja Age memperhatikan wajah dari Putri Yuri, Putri Yuri merasa sangayt gugul dan takut, dia merasa Ayahnya sangatlah marah terhadap dirinya, dan perbuatannya hari ini yang begitu sangat mengecewakan dirinya.
"Ayah menunggu sebuah penjelasan dari dirimu! Perkataanmu itu terlihat sangat konyol apa kau tidak lah melihat Kaisar Yu nampak sangat tidak mempercayai perkataan dirimu! Jika mencari alasan itu yang masuk diakal, bodoh!" Ucap, Raja Age dengan raut wajah marahnya, kemudian Raja Age segera berjalan untuk meninggalkan Putrinya yang terlihat tengah tertunduk, sambil terus berdiam diri.
Raja Age kemudian pergi meninggalkan Putri Yuri sendirian didalam ruangan Kaisar Yu, Putri Yuri yang saat itu sudah merasa sangat lah muak dengan semua perintah dari Ayahnya, yang harus mengorbankan kebahagiaan yang seharusnya ia dapatkan malah dirusak secara paksa oleh Ayahnya sendiri, yang sangat keras terhadap dirinya, membuat Putri Yuri merasa sangat kesal.
Putri Yuri yang saat itu masih tertunduk, segera mengepalkan kedua lengannya sambil menggertakkan gigi Putri Yuri berbisik didalam hati dengan perasaan kesalnya terhadap diri Haruka, yang sudah mengacaukan segalanya.
"Jika bukan karena dirimu, mungkin saat inj aku tidak akan pernah diperlakukan seperti ini oleh Ayahku sendiri! Haruka dasar wanita sialan!!" Dalam benak Putri Yuri yang terlihat sangat kesal terhadap diri Haruka.
Kaisar Yu yang tengah berada diluar Istana Yu, segera mengamati atap Istananya, dengan terus memperhatikan sekitar Kaisar Yu mencoba untuk mencari seseorang yang telah ia duga sebagai penyusup. Tidak lama kemudian Raja Age segera menyusul Kaisar Yu, terlihat dia tengah berdiri disamping Kaisar Yu, tak lama kemudian Kasiar Yu segera berteriak dengan suara yang cukup keras.
"Tunjukkan wujudmu! Jangan bermain-main dengan diriku!" Teriak Kaisar Yu dengan perasaan yang sangat kesal.
Suara Kaisar yang terdengar sangat nyaring bahkan membuat beberapa penjaga Istana terkejut dengan segera mereka yang saat itu tengah berjaga menghampiri diri Kaisar, Kaisar Yu yang terlihat sangat kesal kemudian menatap ke arah Penjaga Istananya yang segera bertanya kepada dirinya itu.
"Ada masalah apa, Kaisar?" tanya salah seorang Penjaga Istana itu.
Raja Age yang mendengar pertanyaan dari salah seorang Penjaga Istana dibuat sangat kesal, kemudian tanpa pikir panjang Raja Age segera berbicara dengan nada tinggi kepada beberapa Penjaga Istana yang tengah menghampiri Kaisar Yu, dan dirinya.