Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
08


"Sungguh luar biasa." Ucap Kaisar dengan kagum.


"Apa? Dia bisa melakukan itu!" Ucap Pangeran Kichiro dengan terkejut.


Pangeran Rendra terlihat terkejut kagum. "Wah sepertinya adikku ini akan benar-benar memiliki seorang istri." menatap Kichiro dengan tersenyum.


Hanna segera membuka tutup mata dan menuruni Kuda. Lalu dia tersenyum puas.


"Sial dia berhasil." Ucap Zofan dengan kesal.


Putri Amuya pandangan tidak suka


Malam hari di Istana Yu.


keempat putri diundang ke Istana untuk merayakan kebahagiaan karna Putri Hanna terpilih menjadi pemaisuri pangeran Kichiro.


"Selamat untuk Putri Hanna dari kerajaan Lin kamu akan menjadi Permaisuri Pangeran Kichiro." Ucap Kaisar.


"Terimakasih Kaisar." Ucap Hanna sambil memberi hormat.


Segera Putri Nora memberikan kode mata kepada Hanna


Hanna melirik ke arah Putri Nora. "Kaisar boleh kah saya meminta sesuatu kepada anda?" ucap Hanna.


"Tentu saja apa itu Putriku?" Ucap Kaisar.


"Saya ingin Putri Nora anda hapus dari Selir Pangeran Kichiro." Ucapan Hanna, membuat semua orang terkejut.


"Ada apa Putri? Kenapa bisa begitu?" Ucap Kaisar.


"Karna menurut saya Putri Nora masih berusia sangat muda dia belum bisa menjadi Selir yang baik untuk Pangeran." Ucap Hanna.


"Ucapanmu memang benar, tapi bagaimana dengan Putri Nora sendiri apakah kamu bersedia?" ucap Kaisar.


"Kaisar apa yang Putri Hanna katakan memang lah benar, saya tidak berani melawan perintahnya, jika Kaisar mengizinkan saya akan undur diri." Ucapnya sambil tersenyum dalam hati.


"Bagaimana Pangeran?" ucap Kaisar yang bertanya kepada Pangeran Kichiro.


"Karena Putri Nora bersedia maka saya akan mengizinkan Putri Hanna untuk mencabut Putri Nora dari Selir kerajaan." Ucap Kaisar.


"Baiklah Putri kamu boleh meninggalkan istana." Ucap Kichiro.


"Saya pamit undur diri." Ucapnya sambil memberi salam. Kemudian melihat Hanna dengan bibir tersenyum.


Dalam benak Hanna. "Apa kau senang sekarang?"


"Putri Hanna upacara pernikahan akan diadakan hanya beberapa hari lagi jadi Putri harus menyiapkan diri." Ucap Kaisar.


"Mengapa cepat sekali Kaisar?" balas Hanna.


"Itu karena Pangeran Kichiro harus pergi mengemban tugasnya." Ucap Kaisar.


"Ternyata begitu." Kemudian Hanna menatap Kichiro.


"Jadi karna hari sudah gelap kalian bertiga beristirahat lah disini." Ucap Kaisar.


Di Istana Yu.


"Aku harus berhati-hati dengan Hanna karna dia sekarang akan menjadi Istri Pangeran." Ucap Zofan kesal.


Halaman Istana.


"Langitnya sangat terang." Ucap Hanna sambil memandang langit.


Kichiro berjalan tak sengaja melihat Putri Hanna di taman.


"Apa yang sedang dilakukannya malam-malam begini di taman?" ucap Kichiro memperhatikan.


"Pengendali Angin." Ucap Hanna sambil mengangkat tangannya, angin berkumpul dan menghilang. "Sangat asik ya, Pangeran memandangiku?" ucap Hanna yang segera membalikkan pandangannya.


"Aku hanya sedang lewat, tidak sengaja melihatmu, apa yang kau lakukan di sana malam-malam begini? Seorang gadis tidak boleh berlama-lama diluar saat malam hari, angin malam itu tidak baik bagi tubuh." Ucap Kichiro dengan terkejut.


Hanna menatap dan berjalan memasuki Istana. "Terimakasih sudah menghawatirkanku."Segera dia membalikan badan berjalan ke kamar.


"Hm pandangannya sedingin es." Segera dia pergi ke ruangan kerja.


Pagi hari di Istana Yu.


Putri Hanna menghadap Kaisar.


"Semoga Kaisar Yu dan Permaisuri panjang umur." Ucap Hanna sambil memberi hormat.


"Putriku ada apa? pagi-pagi begini sudah menghadapku?" ucap Kaisar.


"Kaisar, Pemaisuri dan pangeran hari ini saya mohon undur diri, saya ingin kembali ke Istana." Ucap Hanna.


"Mengapa terburu-buru sekali, apakah ada yang membuatmu merasa tidak nyaman berada di sini?" ucap Kaisar.


"Ah bukan seperti itu Kaisar, Pemaisuri tapi ada hal penting yang harus saya selesaikan di sana." mohon yang mulia Kaisar mengizinkan." Ucap Hanna.


"Izinkan saja dia suamiku." Ucap Permaisuri Jian.


"Baiklah kau boleh pergi." Ucap Kaisar.


"Terimakasih Kaisar, Pemaisuri saya izin undur diri." Ucap Hanna.


"Ayah izinkan saya mengantar Putri Hanna." Ucap Kichiro. Dalam batinnya. "Saya yakin kau ingin pergi ketempat lain."


Hanna yang terkejut bersuara dalam batin. "Apa yang dia inginkan?!" dengan tatapan curiga pada Kichiro.


"Tentu saja ayah mengizinkan, Hanna kamu pergi diantar Kichiro ya?" ucap Kaisar.


"Sama sekali tidak perlu pangeran, saya tidak ingin kerepotkan anda." Ucap Hanna mengeles.


"Tidak masalah saya sama sekali tidak merasa direpotkan." Ucap Kichiro.


Hanna menatap Kaisar dan memberi hormat.


"Ayah saya pamit." Dia segera membalikan tubuh dan memandang Hanna. "Mari putri."