
Pangeran Kichiro tampak terkejut ketika melihat Pangeran Rendra dari kejauhan, dengan segera ia berjalan untuk menghampiri Kakaknya itu. Namun, ketika Pangeran Kichiro sudah hampir mendekati Pangeran Rendra, dia melihat Pangeran Rendra yang segera pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat, hal itu membuat Pangeran Kichiro merasa sangat bingung dengan apa yang telah terjadi, tak lama kemudian Pangeran Kichiro segera menatap ke arah depan, dihadapannya kini terlihat Haruka dan juga Putri Kirana tengah tergelak dengan kondisi tubuh yang sudah terluka sangat parah entah seperti apa yang terjadi, tetapi Pangeran Kichiro merasa bahwa pertarungan antara kedua Wanita itu pastilah sangat berat. Dengan cepat Pangeran Kichiro segera menghampiri Haruka, Leo yang tengah berada disamping Norr tampak begitu sangat terkejut ketika melihat seorang Pria asing tengah berjalan untuk mendekati Haruka.
"Kau terluka dengan sangat parah, aku akan membantumu untuk dapat pulih kembali." Ucap, Pangeran Kichiro dengan perasaan khawatir ketika sudah berada dihadapan Haruka.
Norr yang saat itu tengah menyalurkan kekuatannya untuk dapat menyembuhkan luka Haruka dan juga Putri Kirana merasa sangat terkejut ketika ia melihat kehadiran dari seorang Pria asing yang terlihat begitu sangat dekat dengan Haruka.
"Hmh? Siapa Pria ini?! Sejak kapan Haruka mengenalinya? Mengapa mereka terlihat begitu sangat dekat, dan Pria ini... Dia begitu sangat mirip dengan Kichiro, ah tapi apakah mungkin itu dia?" dalam benak Norr yang tengah menatap Pangeran Kichiro dengan tatapan curiga.
Putri Kirana juga sangat dikejutkan dengan Pria yang saat ini tengah menyembuhkan luka Haruka dengan sepenuh hati, ia sempat menerka-nerka. Namun, hal itu segera ia hiraukan begitu saja karena teringat tubuhnya masih belum pulih dengan sempurna.
Haruka, yang melihat kehadiran dari Pangeran Kichiro tampak sangat terkejut Pria itu kini tengah berada dihadapannya dengan kondisi baik-baik saja, terbesit rasa bersalah dalam dirinya karena ia telah memanfaatkan Pangeran Kichiro saja untuk dapat mengalahkan Xiao Chen.
"Changyi... Apakah Xiao Chen berhasil kau kalahkan? Aku... Tidak tau harus berkata apa padamu, sepertinya kau sudah menduganya sedari awal bukan? Kau bukanlah Pria bodoh aku tau itu, hanya ada kata maaf dan terima kasih atas semua bantuan yang kau berikan." Ucap, Haruka dengan Wajah yang dipenuhi oleh luka.
Pangeran Kichiro yang tengah menyembuhkan tubuh Haruka, merasa sangat menyesal karena sudah membiarkannya bertarung sendirian. Pangeran Kichiro hanya terdiam sambil terus menyalurkan kekuatannya pada tubuh Haruka. Haruka yang melihat raut Wajah dari Pangeran Kichiro, ia tampak terlihat semakin merasa terbebani dengan hal itu.
"Aku tau betul kau pasti marah padaku, aku berjanji padamu Changyi, aku Haruka Inawa pasti akan membantu dirimu setiap kali kau membutuhkan bantuan dariku." Ucap, Haruka dengan salah satu Mata kanannya yang terus mengeluarkan darah, bola Mata merahnya itu tampak terluka dengan sangat parah, kekuatan yang Haruka miliki telah melukai dirinya sendiri.
"Aku tau betul bagaimana perasaanmu saat ini Haruka, kau dan Kirana adalah seorang Wanita tangguh yang sangat berharga." Dalam benak Norr yang segera menatap ke arah Haruka dan juga Putri Kirana.
"Diamlah! Aku tidak butuh balas budi darimu, cukup untuk tidak melakukan hal-hal nekat seperti ini lagi, jika tidak maka kau akan selalu berhutang kepadaku!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan raut Wajah marah.
Haruka yang mendengar perkataan dari Pangeran Kichiro merasa sangat terkejut. Kemudian Haruka perlahan menggerakkan lengannya untuk dapat menyentuh lengan Pangeran Kichiro.
"Baiklah, Kichiro." Ucap, Haruka dengan sedikit tersenyum tipis pada Pangeran Kichiro.
Semua orang yang berada ditempat itu merasa sangat terkejut ketika Haruka berkata seperti itu, Pangeran Kichiro yang tengah menyembuhkan luka Haruka hanya mampu tersenyum tipis, namun ia hanya terdiam ketika menatap sepasang Mata Haruka, terlihat dari tampangnya saat ini Pangeran Kichiro masih sangat marah dengan Haruka.
"Kichiro?!" Terkejut Norr dan juga Leo sambil berbicara keras sambil memperhatikan Wajah Pangeran Kichiro.
"Aku pikir kau sudah benar-benar melupakan Suamimu ini!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan tampang dingin.
Haruka hanya terdiam sambil tersenyum tipis ketika mendengar perkataan dari Pangeran Kichiro.