
Di Istana Yu.
Kamar Hanna.
Hanna sedang terbaring di kamar tubuh nya masih belum pulih, sambil di temani Yuan.
Yuan yang duduk di samping Hanna "putri kau wanita yang hebat, seberat apapun masalah yang datang tetap kau hadapi."
Hanna menatap Yuan "Hmh karna aku senang."
"Putri saya tau hidup anda sangat lah berat, berdiri sendiri di antara banyaknya bahaya yang mengelilingi itu sangat sulit." Ucap Yuan.
"Ya bukankah begitu hidupku sedari dulu?" ucap Hanna.
"Mereka tidak pernah sadar anda sudah beberapa kali membantu namun tetap saja mereka ingin melenyapkan anda, mengapa anda tidak menunjukan identitas sebenarnya, agar mereka tunduk padamu putri." Ucap Yuan.
"Yuan aku tidak ada niat untuk membantu mereka, aku hanya ingin mereka nantinya mati di tanganku, tidak akan, sampai akhirnya aku menunjukan kekuatanku di hadapan mereka untuk melihat seluruh keluarganya lenyap." Ucap Hanna pada pelayannya.
"Putri saya tau di balik keinginan anda itu, masih tersisa sedikit hati nurani." Ucap Yuan.
"Hmm hati nurani? Aku pasti nya akan menyimpan itu baik-baik tidak akan mungkinku berikan kepada mereka, lagipula mereka memang tidak pantas menerima belas kasih dariku." Ucap Hanna.
"Mereka sungguh bodoh, beraninya mengusik anda putri, anda sudah pernah menyelamatkan nyawa dari Kaisar Yu, pangeran kichiro dan pangeran rendra pada saat pertempuran itu tapi apa balasan yang anda terima, sungguh tidak pantas, anda sudah berusaha membantu namun mereka tanpa berfikir selalu berkata buruk terhadap anda." Ucap Yuan.
"Ya terkadang sesuatu yang tulus kita lakukan untuk orang lain, tidak pernah ada harganya di mata orang yang selalu membenci kita, jadi kebaikan apapun yang kita perbuat akan tetap salah di mata seorang pembenci." Ucap Hanna.
"Putri Hanna ucapanmu sungguh menyentuh hatiku." Ucap Yuan kepada Hanna.
"benarkah?" ucap Hanna.
"Tentu saja, putri tapi bagaimana ini, Istana Lin sudah mengetahui kematian Putri Zofan yang terbunuh oleh anda." Ucap Yuan.
"Ya aku tau, setelah aku pulih secepat nya aku akan menuju Istana Lin." Ucap Hanna.
"Tidak masalah, itu sudah jadi resiko dari masalah yang kuperbuat." Ucap Hanna.
"Tapi tidak seluruhnya itu adalah kesalahan anda putri." Ucap Yuan.
"Aku yakin dewa selalu bersamaku, kebenaran cepat atau lambat pasti akan terungkap." Ucap Hanna.
"Anda benar, karna setinggi-tingginya daun terbang terhembus angin, dia juga akan jatuh ke bumi." Ucap Yuan.
"Aku bangga memiliki pelayan cerdas seperti dirimu." Ucap Hanna.
"Lalu dimana jasad Putri Zofan?" ucap Yuan.
"Pasti lah sudah lenyap." Ucap Hanna.
"Mengapa Kaisar Yu tidak memerintahkan seseorang untuk mencarinya?" ucap Yuan.
"Aku pun tidak tau." Ucap Hanna.
"Hmm begitu pula dengan kaisar lin dan Permaisuri Ayunian, sampai detik ini mereka tidak mencari jasad Putri Zofan." Ucap Yuan.
"Mungkin dia begitu tidak berharga jadi semua orang tidak akan mencarinya." Ucap Hanna.
Yuan terkejut.
Hanna menatap Yuan. "Mengapa? Jika Zofan itu sangat berharga bukan kah sudah seharus nya Kaisar mencari jasad Zofan?"
"Ternyata dunia ini begitu sangat kejam." Ucap Yuan.
"Hm kau baru tau? Makanya jika hanya sekedar hidup tanpa melakukan suatu hal, akan terlihat sia-sia hidup di dunia yang kejam ini." Ucap Hanna.