
Dengan segera Kaisar Yu memalingkan tubuhnya ke arah belakang untuk dapat melihat siapa pengganggu kesenangannya itu. Putri Yuri yang masih merasa sangat bingung dengan segera ia juga memperhatikan siapa orang yang tengah membantu dirinya itu.
Tak lama kemudian Putri Yuri dan Kaisar Yu dapat melihat seorang Pria gagah tengah berjalan mendekat ke arah mereka.
"Aku! Lepaskan Keponakanku sekarang juga!" Ucap, Lu Meng dengan tatapan dingin.
Putri Yuri yang melihat Pamannya tengah berada dihadapannya membuatnya merasa sangat senang, karena Pria itu datang diwaktu yang tepat.
"Siapa kau!" Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan tidak suka.
"Paman, tolong diriku." Ucap, Putri Yuri dengan perasaan senang akan kehadiran dari Pamannya.
Kaisar Yu yang mendengar ucapan dari Putri Yuri ketika memanggil Pria yang tengah berada dihadapannya itu dengan sebutan Paman, membuatnya tertawa geli dengan hal itu.
"Hahahahaha! Paman?! Jadi Age biadab itu masih memiliki saudara, hahaha! Untuk apa kau datang kemari? Menyelamatkan Wanita nakal ini?! Hei, lebih baik kau urungkan saja niatmu itu karena sampai kapanpun kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan diriku!" Ucap, Kaisar Yu dengan suara lantangnya.
Lu Meng yang masih berjalan untuk dapat menghampiri diri Kaisar dan juga Putri Yuri, hanya terdiam seribu bahasa, Kaisar Yu yang melihat sikap dari Lu Meng yang hanya terdiam sambil terus menatap dirinya dengan tampang sedingin es, membuatnya tidak bisa berhenti untuk berbicara.
"Hei! Apa kau bisu? Cepat katakan! Jangan membuat diriku semakin murka saja!" Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan marah.
Lu Meng yang masih menatap diri Kaisar dengan tampang dingin, dengan segera ia mengepalkan lengan kanannya, Kaisar Yu yang melihat lengan kanan Lu Meng segera ia tersenyum licik, kemudian dengan sigap Lu Meng segera berlari untuk dapat mendekati Kaisar Yu sambil mengayunkan lengan kanannya ke arah samping. Kaisar Yu yang terpokus akan lengan kanan dari Lu Meng tidak mengira bahwa Pria itu hanya tengah mengelabuhinya saja, dari arah belakang tubuh Putri Yuri sebuah Pedang yang sangat tajam tengah bergerak dengan sangat cepat, melewati tubuh Putri Yuri dengan sangat cepat kemudian menancap tepat pada punggung Kaisar Yu.
"Argh!" Teriak Kaisar yang merasa kesakitan.
Dengan segera kekuatan milik Kaisar yang tengah melekat pada diri Putri Yuri menghilang, kini tubuhnya dapat ia gerakkan. Tanpa pikir panjang lagi Putri Yuri segera mengangkat Gadha milik Pamannya, dengan serangan yang membabi buta Putri Yuri memukuli seluruh tubuh Kaisar dengan Gadha besar dan berat itu.
"Rasakan ini! Matilah kau!" Ucap, Putri Yuri dengan perasaan murka dalam dirinya.
Kaisar Yu yang tidak bisa membiarkan Putri Yuri melukai dirinya, segera ia mengeluarkan kekuatan kilatan api yang baru saja ia miliki.
"Kurang ajar! Rasakan ini! Hiahh!" Ucap, Kaisar Yu yang segera mengeluarkan kekuatannya untuk dapat menyerang Putri Yuri.
Lu Meng yang melihat pergerakan dari Kaisar Yu, dengan segera ia mengeluarkan kekuatan untuk dapat menepis serangan dari Kaisar Yu.
"Tidak akan aku biarkan kau melukai Keponakanku!" Ucap, Lu Meng yang segera mengeluarkan kekuatan cermin air miliknya.
"Cermin Air!" Ucap, Lu Meng yang segera menepis serangan dari Kaisar Yu kepada Putri Yuri.
Sinar api yang tengah Kaisar Yu keluarkan dengan segera berbalik ke arah dirinya, dan membuat kekuatannya itu melukai tubuhnya sendiri. Kaisar Yu merasa sangat terkejut akan hal itu, tubuhnya terasa sangat panas. Tak lama kemudian Ratu Elang dan Raja Elang terbangun karena efek dari obat bius yang diberikan oleh Kaisar Yu telah habis.
Ratu Elang Emas yang mendengar suara keributan dari luar Goa, merasa sangat terganggu dengan hal itu. Ketika ia terbangun pandangannya seketika tertuju pada sangkar telur miliknya, sungguh betapa terkejutnya ia ketika melihat telurnya tidak berada di dalam sangkar emas itu.
"Suamiku! Dimana Putra kita?!" Ucap, Ratu Elang dengan perasaan terkejut dalam dirinya.
Raja Elang yang saat itu sudah tersadar dengan segera ia bangkit dari tempatnya, dengan perasaan marah ia segera memperhatikan sekitar, dilihatnya tidak ada batang hidung dari Kaisar Yu, dugaannya semakin mencuat ketika ia mendengar suara gaduh dari luar Goa tempatnya tinggal.
"Istriku sepertinya pencuri itu belum jauh dari sini, lebih baik kita melihatnya diluar, siapa gerangan yang tengah bertarung hingga membuat tempat ini akan runtuh." Ucap, Raja Elang yang segera membantu Ratu Elang untuk dapat berdiri.
Ratu Elang yang sudah merasa sangat murka, tanpa berpikir apapun lagi ia segera berjalan keluar dari dalam Goa untuk dapat melihat apa yang tengah terjadi diluar Goa.
"Untuk... Sial! Beraninya kau, rasakan pembalasan dariku, ini akan terasa sangat menyakitkan makan dari itu tahan lah sedikit saja!" Ucap, Kaisar Yu yang segera mengeluarkan kekuatan kilatan api emas dari dalam kedua lengannya itu.
Ratu Elang yang terlihat sangat murka dengan hal itu, segera ia mengepalkan telapak tangannya, Wajahnya terlihat sangat mengerikan, bibirnya bergetar.
"Biadab! Sungguh Pria yang tidak tau diri! Beraninya kau membunuh Putraku! Tidak ada serangan yang paling mematikan kecuali kemarahan seorang Ibu!" Ucap, Ratu Elang yang segera menghilang dari hadapan Suaminya.
Raja Elang yang juga tidak bisa tinggal diam saja melihat Istrinya bertarung sendirian, dengan segera ia mengubah wujudnya menjadi seekor Elang besar dengan sayap keemasan. Kaisar Yu yang saat itu sudah akan memberikan serangannya kepada Putri Yuri dan juga Lu Meng, terlihat ia tengah tersenyum puas ketika melihat Putri Yuri ketakutan.
"Pergilah bersama dengan ayahmu ke neraka!" Ucap, Kaisar Yu yang segera melepaskan serangannya kepada Putri Yuri dan juga Lu Meng.
Putri Yuri yang melihat hal itu dengan sigap ia melirik ke arah Pamannya, tak lama kemudian dia menghalangi kekuatan milik Kaisar Yu dengan kekuatan pelindung miliknya, meskipun tidak seberapa namun setidaknya hal itu dapat melindungi Pamannya.
"Hahaha! Hahaha! Haha... Ukhuk... Ukhuk." Ketika Kaisar Yu tengah tertawa dengan sangat puas, tiba-tiba saja dari arah belakang tubuh Kaisar Yu diserang oleh sebuah kekuatan yang dapat melukai tubuhnya dengan sangat mudah.
Kekuatan api yang tengah menyerang Putri Yuri seketika lenyap, kini Putri Yuri berhasil menyelamatkan Pamannya meskipun hal itu bukanlah seutuhnya karena dirinya.
"Paman kau tak apa?" ucap, Putri Yuri yang segera menatap ke arah Pamannya.
Kaisar Yu yang tengah terbatuk-batuk karena tubuhnya seakan melemah dengan hitungan detik hanya karena sekali serangan, membuat dirinya merasa sangat bingung dengan apa yang telah terjadi dengan kekuatan dari telur emas itu. Perlahan Kaisar Yu memalingkan tubuhnya untuk dapat melihat siapa orang yang tengah melukai dirinya dengan sangat mudah itu.
Ketika ia sudah memalingkan tubuhnya sungguh betapa terkejutnya ia saat melihat Ratu Elang yang tengah berada dihadapannya itu dengan tampang yang sangat mengerikan. Kaisar Yu yang melihat Ratu Elang sudah sadar, membuat dirinya merasa gugup dan bingung setengah mati.
"Ra... Ra... Aku... Aku... Aku bisa menjelaskan semuanya kepada dirimu." Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan takut dalam dirinya.
Ratu Elang yang tengah menatap Wajah Kaisar Yu dengan sangat dingin hanya terdiam tanpa berkata sepatah katapun, rasanya Ratu Elang sudah sangat muak dengan keberadaan dari Kaisar Yu didunia ini.
"Sudah diberi jantung sekarang kau malah meminta hati! Sungguh keterlaluan seharusnya pada saat itu aku sudah membunuh dirimu!" Ucap, Raja Elang yang tengah terbang mengelilingi Kaisar Yu.
Tak lama kemudian sebuah kabut hitam keluar dari dalam bebatuan, Putri Yuri dan juga Lu Meng terlihat begitu sangat terkejut dengan semua itu, mereka sangat tidaklah mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi ditempat itu.
Kaisar Yu yang terkejut ketika melihat kabut hitam tengah mengelilingi tubuhnya, segera ia kembali berbicara kepada Ratu Elang agar dapat mengampuni dirinya.
"Ratu Elang yang bijaksana, saya mohon tolong ampuni kesalahan saya ini." Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan takut setengah mati.
Ratu Elang yang saat itu hanya terdiam sambil menatap Wajah Kaisar Yu dengan tampang dinginnya itu, tak lama kemudian dia segera tersenyum licik dihadapan Kaisar Yu.
"Hmh! Maaf-maaf saja tetapi tidak akan pernah ada kesempatan dia kali untuk si pendusta! Jika kau sangat menginginkan kekuatan Putraku makan dengan senang hati aku akan memberikannya kepada dirimu, seluruh kekuatan yang kau dapatkan saat ini akan menjadi milikmu, tetapi dia akan hancur bersama dengan tubuhmu! Pergilah kau ke neraka!" Ucap, Ratu Elang yang segera mengangkat lengan kanannya dihadapan Kaisar Yu.
Dengan cepat sinar kemerahan mengelilingi tubuh Kaisar Yu semua kekuatan yang baru saja ia miliki dengan sadis menggerogoti tubuhnya tulangnya dililit hingga hancur, tubuhnya menyusut karena sinar api yang sangat panas tengah membakar tubuhnya.
"Arhh...! Tidaaaak." Teriakan dari Kaisar Yu yang merasa sangat tersiksa dengan semua itu. Hingga tak lama kemudian tubuh Kaisar Yu lenyap kini hanya menyisakan Pakaiannya saja.
Putri Yuri yang melihat hal itu berlangsung dengan sangat cepat membuat dirinya merasa begitu sangat terkejut dengan apa yang telah ia lihat, kekuatan dari Siluman dapat mengalahkan kekuatan dari seorang Manusia yang sejak dulu sudah terkenal akan kehebatannya.
"Yuri, sebaiknya kita pergi dari sini." Ucap, Paman Lu Meng yang segera menatap Wajah Putri Yuri.
Putri Yuri yang terkejut dengan suara dari Pamannya, membuatnya begitu sangat ingin menolak permintaan dari Pamannya, tetapi ia tersadar kembali kini ia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi disisinya, hanya Paman Lu lah yang ia miliki dengan terpaksa Putri Yuri menuruti permintaan dari Pamannya itu.
"Baiklah Paman." Ucap, Putri Yuri yang segera mendekati Pamannya.
Perlahan Putri Yuri dan juga Pamannya Lu Meng menghilang dari tempat itu sebelum Pegunungan itu benar-benar runtuh dan hancur menimpa mereka.