Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
88


Kirana memperhatikan wajah hanna yang begitu sangat serius dengan ucapan nya , dengan tatapan yakin kirana berfikir dalam diri nya.


"Aku semakin yakin bekerjasama dengan nya tidak akan sia sia." Ucap kirana sambil menatap hanna.


Hanna mengalihkan pandangan nya dari taman dan melirik kirana.


"Mungkin ini bukan waktu yang tepat aku menceritakan pada kirana tentang apa yang tadi aku dengar , lagipula aku tidak tau menau rahasia apa yang di sembunyikan oleh ke dua ular itu,lebih baik aku selidiki masalah ini sendirian." Ucap hanna dalam batin nya.


Permaisuri kirana menatap hanna yang sedari tadi memperhatikan nya, segera dia menanyakan apa yang sedang hanna fikir kan.


"Ada apa hanna? sedari tadi kau terus menatap ku apa ada hal yang ingin kau sampaikan?." Tanya kirana penasaran.


"Hmm ,tidak aku hanya merasa beberapa hari ini kau sudah baik padaku." Ucap hanna sambil memalingkan wajah dan menatap taman istana.


Permaisuri kirana menatap hanna sambil tersenyum.


"Bukankah itu sudah menjadi keharusan ku untuk berbuat baik padamu?." Ucap kirana.


"Hmm, iya kau benar namun kebaikan mu itu sangat disayangkan tidak tulus dari hatimu." Ucap hanna melirik kirana.


permaisuri kirana tersenyum menatap hanna.


"Aku sudah katakan padamu bukan ,jika kau berada dalam kesulitan aku akan membantu mu." Ucap kirana.


Hanna membalas senyuman kirana.


"Oke, tapi bagiku itu bukan sebuah balas budi jadi saat aku merasa terancam dan jika pada saat itu aku membutuhkan mu maka kau harus membantu ku." Ucap hanna dengan tatapan dingin.


Dalam batin kirana "Sungguh dia gadis yang pintar."


"Baiklah hanna." Ucap kirana sambil menatap hanna.


Dalam batin hanna "Bagus."


*Taman istana*


Kichiro memandang istana dia melihat hanna dan kirana yang berdiri di depan istana.


Dalam batin kichiro "Mereka begitu dekat."


Pangeran rendra melirik kichiro yang terus memandang istana , langsung saja pangeran rendra menatap istana dia melihat kirana dan hanna yang tengah berdiri di luar istana.


Kaisar yu memperhatikan ke dua putra nya yang tidak mendengarkan ucapan dari nya.


"Hey apa yang kalian lihat itu? sampai sampai kepala memutar 360 derajat seperti itu." Ucap kaisar yu.


Kaisar yu di buat kesal oleh ke dua putra nya itu yang menghiraukan ucapan nya seperti angin lalu.


Dalam batin kaisar yu "hish, anak anak ini sebenarnya apa yang membuat mereka jadi seperti ini?." Menatap istana.


Dalam batin kaisar yu "hmm, itu hanna dan kirana?! mengapa mereka begitu sangat dekat ini tidak bisa di biarkan ,dan lagi aku merasa rendra menyimpan perasaan pada gadis itu." Dengan terkejut kaisar menatap dua wanita itu.


Kaisar yu segera bangun dari duduk nya sambil memukul kan tangan ke atas meja.


Kichiro dan rendra menatap ayah nya mereka terkejut dengan suara gebrakan itu.


"Cukup sampai di sini perbincangan kita." Ucap Kaisar sambil berjalan meninggalkan taman.


Pangeran kichiro dan kaka nya nampak bingung seketika raut wajah dari ayah nya itu berubah lebih cepat dari perubahan cuaca.


Kichiro memandang rendra "Ada apa kak?." Tanya kichiro sambil menatap rendra yang berada di samping nya.


Pangeran rendra hanya mengangkat ke dua tangan nya.


Kichiro segera mengabaikan ayah nya dan berdiri dari duduk nya.


"Karna sudah selesai aku akan pergi untuk menemui istri ku , di sana ada permaisuri kirana kaka akan ikut dengan ku atau tidak?." Ucap kichiro sambil tersenyum menatap kaka nya.


Pangeran rendra segera berdiri dari duduk nya dia menatap adik nya itu.


"Tidak , aku masih ada banyak urusan yang harus aku kerjakan,pergilah." Ucap Rendra.


Kichiro memandang rendra dengan sedikit meledek kaka nya itu.


"Hmmh , yakin?? , wah kaka ini sungguh sangat sibuk sekali ya." Ucap kichiro.


Pangeran rendra menarik nafas dan membuang nya perlahan.


"Pergilah." Ucap Rendra.


Kichiro tersenyum tipis pada kaka nya "Hm , baik lah."