Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
131


Tek...


Tek...


Tek...


Suara ketukan kuku tangan, Haruka segera tersadar dia pikir semua sudah berakhir dan mungkin saat ini dia sudah kembali ke dunianya yang dulu. Dengan perlahan Haruka membuka kedua matanya, sungguh betapa terkejutnya dia semuanya masih terlihat sangat gelap. Tubuhnya terasa sangatlah sakit, Saat ini entah apa yang sudah terjadi namun Haruka merasa tubuhnya seperti ada yang mengikat kuat. Perlahan Haruka menggerakkan tangan dan kakinya benar saja dia tengah dirantai.


"Sudah bangun?." Ucap Pangeran Iblis dengan licik.


Saat Haruka mendengar suara itu, dia kemudian tersadar sampai detik ini dia belum juga kembali ke dunianya.


"Mengapa hanya terdiam? Hmm, siapa kau sebenarnya?! Dan mengapa kau bisa bersemayam diraga Hanna?!." Ucap Pangeran iblis yang kemudiam segera bangun dari kursi besarnya dan mendekat kearah Haruka yang tengah berada di atas dinding dengan tubuh terikat kuat oleh besi berwarna hitam.


Haruka masih tetap terdiam, dia benar-benar sudah menghiraukan Pangeran Iblis. Pangeran Iblis terlihat sangatlah kesal, kemudian dia mengangkat tangannya keatas dan sebuah besi yang mengalungi leher Haruka tiba-tiba mencekiknya dengan sangat kuat, Haruka tidak mampu menahan sakitnya dari besi yang mengalungi lehernya.


Dia hanya mampu memejamkan matanya, dia benar-benar sudah kehilangan kekuatannya. Saat ini Haruka hanyalah manusia biasa seperti layaknya dia yang dahulu. Melihat Haruka yang benar-benar diam seribu bahasa akhirnya Pangeran Iblis mengancam Haruka.


"Baik, jika kau memilih untuk diam jangan salahkan aku, kawanmu itu akan menemui ajalnya. Apa kau tau mereka tengah mencari dirimu?! Namun, itu sia-sia saja tempat ini tidak akan ada satupun orang yang mengetahuinya, jadi cepat katakan siapa dirimu?!." Ucap Pangeran Iblis.


Saat mendengar hal itu Haruka merasa terkejut juga tersentuh, temannya rela untuk mencari keberadaannya saat ini. Namun menurut Haruka itu percuma saja saat ini dia hanya wanita dari dunia modern yang tidak mempunyai kekuatan. Pangeran Iblis telah melumpuhkan kekuatannya, bahkan Haruka sudah tidak dapat melawan lagi.


"Namaku Haruka." Ucapnya sambil menundukkan kepala.


"Heh... Iblis bodoh! Kau fikir dengan begini Kichiro akan sedih?! Dia seorang Pangeran wanita manapun pantas bersanding dengannya." Ucap Haruka yang segera mengangkat kepalanya.


Pangeran Iblis menatap wajah Haruka yang terlihat sangatlah pucat.


"Oh begitu, tapi ku rasa hatimu sangat tidak terima dengan apa yang kau ucapkan barusan?! Kau mencintainya! Untuk apa?! Apa yang kau cari darinya?!." Bentak Pangeran Iblis.


Haruka hanya terdiam, melihat hal itu Pangeran Iblis tersenyum licik menatap Haruka.


"Baik, jika kau tidak ingin bicara, maka aku akan mencari tau semuanya sendiri!." Ucap Pangeran Iblis.


Haruka masih terdiam. Tak lama Pangeran Iblis mengangkat tangan kanannya keatas dan cahaya hitam mengenai tubuh Haruka.


Tidak butuh waktu lama akhirnya Pangeran Iblis mengetahui semuanya, lalu dia segera menurunkan tangannya dan tersenyum pada Haruka.


"Dasar bodoh!." Ucap Pangeran Iblis sambil berbalik dan pergi meninggalkan Haruka.


Haruka terdiam, kemudian dia mendengar suara langkah kaki yang berjalan menjauh.


"Apa dia sudah pergi?." Ucap Haruka yang berbicara dengan suara lirih.


Haruka masih berusaha untuk melepaskan dirinya dari rantai yang membelenggu tubuhnya, tak lama cekikan dari besi itu terlepas, Haruka akhirnya bisa bernafas. Dia tidak tau apa yang sudah pria itu lakukan, namun dia sangat berharap dapat berjumpa kembali dengan teman dan Kichiro, hanya untuk terakhir kalinya.