
Leo dan Norr kemudian menatap kearah Kirana yang tengah berjalan mendekati Haruka. Sorot mata Leo nampak cuek memandang wajah Kirana. Haruka yang tengah berada didepan kedua temannya, kemudian sedikit menoleh kearah samping, dilihatnya Kirana yang tengah berdiri didekatnya.
"Hm, tadi sewaktu di sungai kami bertemu dengan Pria bertopeng, dia nampaklah aneh, aku curiga dia masih satu ikatan dengan keluarga Iblis." Ucap Haruka dengan wajah tegasnya.
Norr yang mendengar hal itu sedikit melirikkan padangannya kearah samping kiri, dengan raut wajah yang terlihat amat serius.
"Hm, sudah kuduga. Mereka telah mengetahui bahwa sosok dari legenda itu telah bangkit kembali." Balas Norr dengan suara beratnya.
"Betul sekali, apakah kita harus lari dari tempat ini?!" sahut Kirana dengan perasaan ragu.
Leo, Norr dan Haruka kemudian menatap wajah Kirana dengan raut wajah mereka yang terlihat amat dingin. Kirana yang terkejut saat melihat raut ketiga orang itu, tampak dingin dan cuek akhirnya Kirana hanya mampu terdiam, dia berpikir bahwa ucapannya telah keliru sehingga membuat Haruka memasang raut wajah yang seperti itu.
"Hmm, benar juga yang dikatakan Kirana, biarkan mereka yang datang kepada kita." Ucap Haruka dengan raut wajah yang serius.
Norr dan Leo hanya terdiam saat mendengar ucapan dari Haruka, Kirana amatlah terkejut dia tidak menyangka Haruka membenarkan perkataannya. Padahal dirinya sudah terlihat ketakutan jika nanti Haruka akan pergi untuk meninggalkan dirinya.
"Fiuh." Dalam benak Kirana yang kemudian terlihat lebih tenang.
Haruka kemudian menatap wajah Norr dan Leo dengan pandangan dinginnya.
"Lalu, kabar penting apa yang ingin kalian sampaikan kepadaku?" tanya Haruka.
"Ya, Haruka kau pasti sudah sangatlah pintar dalam menilai seseorang, namun kau juga harus berhati-hati, diatas langit masih ada langit, aku tau kau itu kuat namun, tidak menutup kemungkinan musuh yang akan jauh lebih hebat akan datang untuk mencarimu." Ucap Norr, yang kemudian mulai berjalan melewati Haruka dan meninggalkan tempatnya.
Haruka hanya terdiam saat diperhatikan oleh Leo yang berada dihadapannya, dengan sorot mata tajam Haruka memandang waja Leo yang tengah memandangnya dengan tampang serius. Tak lama Leo terkejut saat melihat pandangan Haruka yang nampak mematikan.
Haruka yang melihatnya nampak kesal, kemudian dia segera meletakkan satu tangannya disamping pinggang dan memukul wajah Leo dengan cukup keras.
"Aduuhh...." Teriak Norr yang segera terjatuh diatas rumput liar.
Haruka kemudian melirik Leo dengan pandangannya yang menatap kebawah.
"Masih ingin menyombongkan diri?!" ucap Haruka dengan wajah seramnya, sambil tersenyum licik kepada Leo.
Leo kemudian memiringkan tubuhnya kearah samping dengan raut wajah yang amat kesal. Haruka yang melihat hal itu kemudian segera mendekat kearah Leo dia saat ini tengah berada dibelakang hewan bertubuh besar itu.
"Baiklah, jangan salahkan aku. Jika kau mengulanginya lagi maka akan aku pastikan, kau akan aku panggang." Ucap Haruka dengan raut wajah seramnya.
Leo nampak terkejut mendengar hal itu, raut wajahnya sangat kesal bisa-bisanya Haruka ingin memanggang tubuh indah miliknya.
"Tubuhku ini indah, jika kau memanggangnya maka akan aku pastikan, kau akan dihukum oleh Dewa." Ucap Leo yang segera bangun, sambil menatap wajah Haruka dengan raut wajah kesal, terlebih lagi masih membekas pukulan Haruka pada wajah putih milik Leo.
Kirana yang melihatnya kemudian sedikit tersenyum tipis.
"Haha, lihatlah sekarang kau telah memiliki tanda luka seperti kesatria perang." Ucap Kirana dengan gelak tawanya.
Leo kemudian memandang kearah Kirana yang tengah berada dibelakang Haruka, tak lama raut wajah Leo menjadi sangat dingin. Dengan cepat Leo meninggalkan Haruka dan Kirana ditempat itu.