
Putri Yuri yang tengah berjalan untuk dapat mencari keberadaan dari diri Kaisar, terlihat begitu sangat tergesa, langkahnya begitu cepat, didalam benaknya berkata bahwa saat ini diri Kaisar masih berada didalam lingkungan Istananya.
"Tunggu pembalasan dariku, Yu kau harus menanggung semuanya!" Dalam benak Putri Yuri yang terlihat sangat tidak sabar untuk dapat berjumpa dengan diri Kaisar.
Ketika Putri Yuri tengah berjalan dia dikejutkan dengan Yuan yang tengah berjalan bersama dengan seorang Pria tua disampingnya, Putri Yuri yang tidak memandang bulu terlihat sangat tidak lah perduli dengan siapa ia berjumpa, selama orang yang ia benci memiliki ikatan, itu akan tetap menjadi musuh bagi dirinya. Dengan langkah cepat Putri Yuri segera berjalan untuk dapat menghampiri Yuan dan juga Kaisar Lin, Yuan dan Kaisar Lin yang tengah berjalan dengan segera menghentikan langkah mereka karena dikejutkan dengan kehadiran dari Putri Yuri yang tiba-tiba saja mendekati mereka, Yuan yang menatap Wajah Putri Yuri dengan perasaan terkejut dan panik, membuatnya berjalan mundur ke arah belakang untuk dapat menghindari Putri Yuri.
Kaisar Lin yang melihat diri Yuan sangat ketakutan ketika melihat Putri Yuri yang tengah menghalangi jalan mereka, membuat diri Kaisar Lin tidak dapat membiarkan hal buruk terjadi kepada diri mereka.
"Siapa kau?!" Tanya, Kaisar Lin yang tengah menatap Wajah Putri Yuri dengan tajam.
Putri Yuri yang melihat diri Kaisar Lin tengah berbicara kepada dirinya, membuatnya merasa sangat jijik karena setelah ia perhatikan Kaisar Lin tampak begitu sangat kotor dan juga pakaiannya yang lusuh, sehingga Putri Yuri tidak dapat mengenali Kaisar Lin.
"Hmh! Jadi dia orangtuamu, hmh! Baiklah ini adalah sebuah pembalasan untuk dirimu, aku akan membunuh kalian semua! Pergilah kalian ke neraka!" Ucap, Putri Yuri yang segera mengangkat Gadha besi emas yang tengah berada dalam genggamannya.
Yuan dan juga Kaisar Lin yang melihat serangan tiba-tiba dari Putri Yuri membuat Kaisar Lin tidak bisa tinggal diam melihat Putri Yuri yang akan melukai diri mereka. Dengan sigap Kaisar Lin menangkap lengan Putri Yuri yang akan memukul tubuh mereka dengan Gadha, Putri Yuri yang melihat hal itu terlihat sangat tersentak.
"Sial! Hei cacat, beraninya kau menyentuh lenganku!" Ucap, Putri Yuri yang segera menendang tubuh Kaisar Lin.
Kaisar Lin yang terkena tendangan yang sangat kuat dari Putri Yuri membuat dirinya merasa sangat kesakitan. Namun, lengan Putri Yuri masih ia genggam dengan sangat kuat, Kaisar Lin kemudian mengeluarkan kekuatan dari dalam lengannya, pergelangan tangan Putri Yuri merasa sangat sakit, tubuhnya pun sulit untuk ia gerakkan, tatapan dari Kaisar Lin telihat begitu sangat mengerikan. Namun, ketika Kaisar Lin akan memberikan serangan ke dua kalianya kepada Putri Yuri, tiba-tiba saja tubuhnya diserang oleh sinar merah hingga membuat diri Kaisar Lin terdorong ke arah belakang, untung saja Yuan dengan sigap menangkap tubuh Kaisar Lin jika tidak mungkin saat ini Kaisar Lin sudah jauh ke tanah.
"Kaisar?! Anda tidak apa?" ucap, Yuan dengan perasaan khawatir.
"Paman Lu." Ucap, Putri Yuri yang merasa sedikit terkejut.
"Serahkan mereka kepadaku, ingat apa tujuan utamamu, Yuri." Ucap, Paman Lu Meng yang tengah menatap ke arah Kaisar Lin dan juga Yuan.
Putri Yuri yang mendengar perkataan dari Pamannya, hanya terdiam kemudian dia segera menatap ke arah Yuan dan juga diri Kaisar Lin yang saat itu masih tengah berada dihadapannya.
"Baiklah, habisi mereka Paman, jangan sisakan satupun bagian tubuhnya!" Ucap, Putri Yuri dengan sepasang bola Mata tajam.
Kaisar Lin yang mendengar ucapan dari Putri Yuri ia terlihat begitu sangat tidak terima. Namun, sebelum ia mengeluarkan kekuatannya Putri Yuri dengan cepat pergi meninggalkan diri mereka, seperti orang yang tengah tergesa-gesa. Lu Meng yang melihat Putri Yuri meninggalkan mereka, ia hanya terdiam sambil menatap Wajah Kaisar Lin dan juga Yuan dengan dingin.
^°^°
"Hah... Hah... Hah...." Tetesan darah mengalir dengan perlahan dari dalam tubuh Putri Kirana. Sepasang bola Mata bulatnya itu telah berganti menjadi merah merekah.
Xiao Chen yang tengah berada di hadapan Putri Kirana terlihat tengah tersenyum sinis kepada dirinya, kini semua kendali telah berada dalam genggamannya.
"Bagus! Kini Kirana akan menjadi senjataku, para Dewa dan Dewi tidak akan pernah tau jika dalang dibalik semua ini adalah diriku, yang mereka tau si perusak adalah kau Kirana! Aku tidak sudi melihat Haruka bahagia dengan Pria lain, jika aku tidak dapat mendapatkan dirinya maka aku akan membunuh Putri kesayangan Dewi Cang'e itu, jika dunia harus aku hancurkan agar Wanita yang kusayangi itu menderita maka aku akan mewujudkannya! Haruka, tunggu pergerakan dariku! Jika kau ingin mengalahkan diriku, maka lenyapkan dirinya, heh aku sangat yakin kau tidak akan pernah bisa melakukan hal itu, hahaha! Aku sungguh sangat cerdik sekali! Hahaha!" Ucap, Xiao Chen tengah menatap diri Putri Kirana yang sudah berada dalam kendalinya.