
"Bagaimana kerja kalian itu! Sampai membiarkan Istana ini didatangi oleh seorang penyusup!" Ucap, Raja Age dengan perasaan marah terhadap para penjaga Istana.
Para penjaga Istana yang mendengar ucapan dari Raja Age yang berkata seperti itu sungguh dibuat panik, mereka sedari tadi selalu mengawasi disetiap sudut Istana itu, tidaklah mungkin jika mereka dapat kecolongan dan membiarkan seorang penyusup datang ke Istana itu.
Tak lama kemudian, Putri Yuri segera menghampiri Kaisar Yu, dan Ayahnya Raja Age, tampak diluar sana Kaisar Yu tengah mengamati sendiri apakah benar Istananya itu kedatangan seorang penyusup?
Sedangkan, Pangeran Kichiro yang tengah berada didalam kamarnya terus saja terpikirkan oleh ucapan dari Dewa Langit, dirinya larut dalam ingatan, Pangeran berpikir bahwa dirinya memang lah bukan seorang anak dari keluarga Kerajaan. Suatu hal yang tidak pernah ia ketahui selamanya, jika saja ia tidak berjumpa dengan Dewa Langit.
Tetapi... Rasa gundah didalam hati, yang masih terngiang-ngiang, dan membuatnya tidak berhenti untuk terus berpikir, satu sisi Pangeran memang lah merasa sangat senang dengan kabar baik yang dia dengar hari ini, namun disisi lain dia tidak akan pernah tau apa yang akan dilakukan oleh Kaisar Yu setelah mengetahui identitas Pangeran Kichiro yang sebenarnya.
Pangeran yang tengah hanyut dalam ingatan, segera tersadar kembali saat mendengar suara teriakkan dari Kaisar Yu, dan beberapa orang disana, seperti Raja Age, Putri Yuri dan penjaga Istana. Pangeran Kichiro yang sedikit tersentak karena terikkan dari suara Kaisar Yu yang begitu keras, membuatnya yang tengah duduk diatas kursi terbangun, dia segera berjalan keluar dari dalam kamar untuk menghampiri Kaisar Yu dan melihat apa yang sebenarnya tengah terjadi.
Pangeran Kichiro dengan perlahan menghampiri sebuah pintu kamarnya yang tengah tertutup rapat, Pangeran Kichiro kemudian menggenggam daun pintu dengan perlahan ia menarik pintu yang tertutup itu, dengan perasaan yang sebenarnya tengah membendung kemarahan membuatnya berpikir untuk apa ia lakukan itu lagi? Setelah Pangeran Kichiro berjalan untuk menghampiri Kaisar Yu, dia dikejutkan dengan diri Raja Age yang tengah membentak para penjaga Istana, Pangeran Kichiro menghentikan langkahnya sejenak, dengan raut wajah dingin dia hanya terdiam sambil memperhatikan keributan yang tengah terjadi.
Tidak lama kemudian Pangeran Kichiro dikejutkan dengan kehadiran Pangeran Rendra, yang segera melewati dirinya begitu saja, Pangeran Kichiro yang melihat suasana itu seperti seorang penonton yang tidak diraukan, Putri Yuri kemudian segera melirik ke arah kiri dia melihat kehadiaran Pangeran Kichiro dari kejauhan, terlihat rasa bingung dari dalam benak Putri Yuri, karena Pangeran Kichiro tidak ikut mendekat dan membantu Kaisar Yu. Pangeran Kichiro kemudian sedikit melirik ke arah Putri Yuri, yang saat itu tengah memperhatikan dirinya, dengan tatapan dinginnya Pangeran sedikit melirik dirinya.
Putri Yuri yang merasa terkejut dengan tatapan dari Pangeran Kichiro yang terlihat sangat mengerikan membuatnya merasa gugup dan ketakutan, kemudian Putri Yuri segera memalingkan pandangannya dengan cepat. Pangeran Kichiro kemudian segera berjalan untuk menghampiri Kaisar Yu dan yang lainnya, Pangeran Rendra yang melihat kedatangan dari Adiknya itu segera ia berbicara kepada Pangeran Kichiro.
"Istana Yu kedatangan seorang penyusup." Ucap, Pangeran Rendra yang terlihat tengah was-was.
Pangeran Kichiro yang baru saja sampai merasa sangat bingung dengan ucapan dari Pangeran Rendra yang berkata bahwa Istana Yu kedatangan seorang penyusup, hal itu membuat diri Pangeran Kicjiro merasa itu tidaklah mungkin, karena dia tidak merasakan kejadiran orang asing didalam Istana Yu.
Kaisar Yu yang tengah memperhatikan sekitar, dengan segera melirik wajah Pangeran Kichiro, yang terlihat lebih dingin, dan cuek tidak seperti biasanya, entah apa yang tengah Pangeran Kichiro dapatkan namun, suasana canggung itu sangat terasa begitu kental, apalagi dari cara Pangeran Kichiro menatap bagaikan orang asing yang tidak pernah saling mengenal satu sama lain.
Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Kaisar Yu kemudian dia segera menjawabnya, yah... Layaknya seseorang yang tengah membendung emosi, Pangeran Kichiro kemudian segera mengepalkan lengannya, dia menghela napasnya dan segera menjawab tanya dari Kaisar Yu.
"Bukankah Kaisar sudah mengetahuinya sendiri? Tentu saja saya baru kembali dari Bukit Zhandou." Ucap, Pangeran Kichiro dengan raut wajah dingin, pria itu sungguh tidak mampu lagi berpura-pura untuk terus bersikap lembut dihadapan Kaisar Yu.
Putri Yuri yang mendengar alasan dari Pangeran Kichiro, dengan segera ia membantah ucapan dari Pangeran Kichiro dengan suara tegasnya.
"Kau pasti berdusta! Setelah aku meninggalkan tempat itu, aku tidak melihat dirimu mengikuti diriku, kau pasti telah pergi dengan wanita itu bukan! Mengapa kau tidak berkata dengan sejujurnya, kau telah meninggalkan diriku sendirian!" Ucap, Putri Yuri dengan perasaan kesal terhadap diri Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro saat mendengar ucapan dari Putri Yuri yang berkata seperti itu dihadapan semua orang, membuat Pangeran Kichiro menyeringai, saat dia ingin membalas ucapan yang sudah dilontarkan oleh Putri Yuri, ucapaannya tertahan sejenak karena mendengar ucapan dari Kaisar Yu yang terdengar sangat marah kepada dirinya.
"Benarkah begitu Kichiro! Cepat, jawab!" Bentak Kaisar Yu yang tengah menatap wajah Pangeran Kichiro dengan tajam.
Semua orang yang tengah berkumpul ditempat itu hanya terdiam, Pangeran Rendra menatap wajah Pangeran Kichiro dengan raut wajah bingung, dengan apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh Pangeran Kichiro.
"Benar, saya memang pergi bersama dengan Haruka, saya meminta kepada salah seorang pengawal untuk membawa pulang kuda yang saat itu saya kenakan, tetapi saya tidak meninggalkan Putri Yuri, melainkan dia sendiri lah yang pergi meninggalkan diriku." Ucap, Pangeran Kichiro dengan nada bicaranya yang tegas.
Kaisar Yu yang mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro, yang terlihat tidak merasa bersalah sedikitpun membuatnya merasa sangat kesal, beberapa kata-kata kasar Kaisar Yu lontarkan terhadap diri Pangeran Kichiro yang saat itu tengah berada dihadapannya.
"Dasar anak yang tidak tau diuntung! Sudah aku besarkan malah menjadi seorang anak yang pembangkang! Berani sekali kau berkata seperti itu, hah!" Bentak Kaisar Yu dengan raut wajah kesal, bahkan ia mengangkat lengan kirinya ke atas untuk dapat memukul wajah Pangeran Kichiro.
Pangeran Rendra yang melihat kemarahan dari Ayahnya yang sudah sangat memuncak, membuat dirinya menahan tindakan yang akan dilakukan oleh Kaisar terhadap diri Pangeran Kichiro, Pangeran Kichiro yang melihat hal itu hanya terdiam, sambil memperhatikan Kaisar Yu, dan Pangeran Rendra, terlihat Pangeran Rendra sangat ingin melindungi Pangeran Kichiro, namun, seharusnya dia tau bahwa Pangeran Kichiro bukanlah adik kandungnya, atau justru Pangeran Rendra tidak lah mengetahui apapun, sungguh anak yang malang! Itulah didalam benak Pangeran Kichiro, saat melihat Pangeran Rendra.