
Norr terus memperhatikan Istana Pangeran Iblis yang runtuh ditelan bumi, Leo dan Kirana berusaha untuk menghancurkan benteng itu, tak lama dari kejauhan mereka melihat sosok orang yang tidak begitu jelas karena tertutup oleh debu yang bertaburan.
Norr, terus memperhatikan seseorang yang berjalan menghampiri mereka, dari bayangannya ia nampak seperti wanita. Lalu Norr dapat melihat dengan jelas siapa sosok dari bayangan itu. Dia adalah Haruka.
"Haruka!" ucap Norr sambil tersenyum memandang kearah Haruka.
Leo dan Kirana yang mendengarnya segera menatap kearah depan dilihatnya Haruka tengah berjalan menghampiri mereka dengan wajah penuh kerinduan.
Kirana tersenyum manis menatap Haruka lagi. Haruka berjalan mendekat kearah teman-temannya. Norr segera menyambut Haruka dengan sangat senang, saat Haruka sudah berada dihadapan mereka semua Norr kemudian memasang wajah cueknya.
"Boleh juga." Ucap Norr.
Haruka melirik kearah Norr dengan wajah dinginnya.
"Aku ingin bicara kepada kalian." Ucap Haruka dengan wajah dinginnya.
Norr, dan Leo terkejut saat melihat perubahan ekspresi dari Haruka yang tiba-tiba. Kemudian Haruka menatap wajah Kirana yang sedari tadi menatapnya.
"Halo, Kirana kita berjumpa lagi." Ucap Haruka dengan tersenyum tipis.
"Banyak yang ingin aku tanyakan padamu Hanna." Ucap Kirana dengan wajah dinginnya.
Haruka hanya menganggukan kepalanya, kemudian dia kembali menatap Norr.
"Bisa antar kami?" tanya Haruka.
Kemudian Leo tiba-tiba saja memotong ucapan Haruka pada Norr.
"Apa Iblis itu sudah mati?" ucap Leo yang menatap dengan serius pada Haruka.
Haruka kemudian melirik Harimau putih itu dengan wajah dinginnya dia segera menjawab tanyanya.
"Seharusnya begitu." Balas Haruka.
Leo kemudian terdiam sambil menatap puing-puing bongkahan dari Istana Pangeran Iblis dan juga seluruh pasukannya yang lenyap hanya meninggalkan sebuah tanah lapang kosong dan kering.
"Baiklah kita pergi." Ucap Norr segera dia berubah wujud menjadi seekor burung yang besar. Haruka yang menatapnya segera melirik kearah Kirana untuk naik terlebih dahulu.
Kirana kemudian segera menaiki tubuh Burung besar itu dengan hati-hati, saat sudah melihat Kirana yang berada diatas Haruka segera meniki tubuh Norr, Kirana yang melihatnya segera mengulurkan tangannya untuk membantu Haruka, namun sayang Haruka mengabaikannya, dia segera meloncat keatas tubuh Norr dengan mudah dan cepat.
"Jalan Norr." Ucap Haruka.
Leo yang melihatnya segera mengikuti dari belakang, Norr membentangkan sayapnya yang lebar dan besar, angin bertiup kencang, awan yang berkabut tak lama kembali memutih. Haruka dan Kirana saling menatap kearah langit yang sangat cerah berwarna biru.
"Haruka." Ucap Kirana yang memanggilnya.
"Hmm?" balas Haruka dengan perasaan bingung.
"Terima kasih." Ucap Kirana yang menatap warna langit biru.
"Hm?" ucap Haruka denga perasaan bingung.
"Kita aka pergi kemana?" tanya Norr.
"Hmm, bagaimana jika kita kembali kehutan disaaat kita bertemu, rumahku tidak jauh dari sana." Ucap Kirana dengan suara lantang.
"Baik." Jawab Norr.
Haruka terlihat sangatlah bingung, entah apa yang sudah terjadi selama dia tiada, dia seperti telah melihat beberapa perubahan besar yang telah menimpa Kirana.
"Hutan?" tanya Haruka.
"Hm, iya." Jawab Kirana sambil memalingkan wajahnya kesamping.
"Apa yang sudah terjadi padamu?" tanya Haruka dengan bingung.
"Nanti akan aku ceritakan, dan kau juga harus menceritakan semuanya kepada diriku." Ucap Kirana dengan wajah seriusnya.
Haruka hanya terdiam, kemudian dia mulai bersuara dalam hati.
"Apa yang sudah terjadi selama aku tiada?" dalam benak Haruka yang nampak bingung.