Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Kemalangan untukmu.


Terlihat Pangeran Rendra dan juga Norr terpental akan kekuatan yang telah dikeluarkan oleh Leo, Pangeran Rendra dan Norr kemudian segera menatap diri Leo, kemudian mereka saling menatap satu sama lain. Norr dan Pangeran tampaknya tidak mengindahkan perkataan Leo, mereka tetap saja ingin saling melukai satu sama lain.


Leo yang merasa begitu sangat jengkel kemudian dia menatap kedua Pria itu dengan sepasang bola Mata tajamnya.


"Terserah! Jika kalian masih ingin bertarung! Aku tidak akan melerai kalian lagi, tetapi jika nanti terjadi sesuatu hal buruk pada diri Haruka dan juga Putri Kirana, maka semua itu kesalahan kalian! Lanjutkan saja! Lanjutkan Norr!" Ucap, Leo yang segera menatap diri Norr dan juga Pangeran Rendra.


Pangeran Rendra yang mendengar perkataan dari Leo si Harimau putih, terlihat tengah terdiam, dia merasa saat ini Putri Kirana tengah berada dalam mara bahaya, dengan perlahan Pangeran Rendra segera bangkit dan menatap Wajah Leo dengan serius.


"Jika kau memang mengetahui dimana keberadaan Istriku, aku mohon izinkan aku untuk ikut denganmu." Ucap, Pangeran Rendra dengan tatapan tajam pada diri Leo.


Norr yang melihat sikap manis yang ditunjukkan oleh Pangeran Rendra dihadapannya membuatnya merasa sangat muak, dengan segera Norr bangkit kemudian dia berbicara kepada diri Leo sambil memalingkan pandangannya, terlihat diri Norr masih begitu sangat kesal akan kehadiran dari Pangeran Rendra ditempat itu.


"Hari masih gelap, semoga kita dapat menemukan diri Haruka dan juga Putri Kirana sebelum Matahari terbit, cepatlah Leo!" Ucap, Norr yang segera berjalan mendahului Leo dan juga Pangeran Rendra. Langkahnya begitu sangat cepat, tatapan dari sepasang Matanya terlihat begitu sangat mengerikan, bagaikan seekor Macan yang ingin menerkam mangsanya.


"Cuih! Apa-apaan kau, datang tiba-tiba seperti itu! Aku tidak akan membiarkan dirimu menyakiti Kirana, tidak akan pernah!" Dalam benak Norr dengan perasaan kesal.


Pangeran Rendra dan juga Leo kemudian segera mengikuti diri Norr yang sudah berjalan lebih dulu, selama dalam perjalanan tidak ada perbincangan diantara mereka, semua tampak canggung dan kaku, Leo yang tengah berada dibarisan tengah sengaja melirik ke arah Pangeran Rendra dan juga Norr, kedua Pria itu sungguh sangat mengerikan, tetapi mereka masih dapat mengerti akan kondisi yang saat ini tengah terjadi. Mengesampingkan masalah pribadi dan berani bersatu demi sebuah tujuan yang jelas.


^°^°^


Di dalam Istana Xiao Chen.


"Ah!" Terlihat darah membasahi lantai tubuh Putri Kirana berlumuran darah segar yang keluar dari dalam tubuhnya.


"Sampai matipun aku tidak akan pernah sudi untuk bersekutu dengan dirimu, apalagi harus melenyapkan Haruka! Membunuh diriku itu tidak akan pernah mengubah prinsipku! Meskipun nantinya kau akan mengendalikan tubuhku untuk menyakiti Haruka, satu hal yang harus kau ingat hati tidak akan pernah bisa dikendalikan oleh siapapun!" Ucap, Putri Kirana yang tengah duduk diatas lantai yang sudah dipenuhi dengan lumuran darah.


"Hmh! Kau terlihat bukan seperti seorang Putri saat ini, tetapi seperti hewan!" Ucap, Xiao Chen dengan tampang dingin saat melihat diri Putri Kirana.


"Kirana! Aku tidak akan pernah membunuhmu jika kau mengikuti semua keinginanku, tetapi jika kau memilih untuk menolaknya maka jangan salahkan diriku, jika nantinya semua akan menjadi sangat menyakitkan untukmu! Hahah!" Ucap, Xiao Chen yang tengah menatap diri Putri Kirana, kemudian dia segera mendekati Wanita yang tengah tertunduk lemas.


Xiao Chen merendahkan tubuhnya, dia berlutut dihadapan Putri Kirana, Putri Kirana yang tengah memalingkan pandangannya itu, merasa sangat benci terhadap apa yang sudah dilakukan oleh Xiao Chen terhadap dirinya.


"Hei Kirana! Ternyata kau ini lebih memilihku untuk berbuat kasar kepadamu ya?!" Ucap, Xiao Chen yang tengah memandangi Wajah Putri Kirana yang sudah dilumuri dengan darah segar.


Putri Kirana hanya terdiam seribu bahasa, dan hal itu semakin membuat diri Xiao Chen murka.


"Dasar Wanita sialan! Apa kau tuli! Atau kau ini bisu, hah!" Bentak Xiao Chen yang segera mencubit kedua pipi Putri Kirana dengan sangat kasar.


Putri Kirana yang tengah berada dihadapan Xiao Chen, tampak begitu sangat marah dengan semua apa yang tengah dilakukan Pria itu terhadap dirinya.


"Cuh!" Putri Kirana segera meludahi Wajah Xiao Chen, sambil menunjukkan sikap tidak Terima darinya.


Xiao Chen yang melihat Putri Kirana begitu sangat berani terhadap dirinya, semakin membuat urat marahnya menguat, Wajahnya begitu sangat murka, Putri Kirana yang melihat hal itu merasa sangat ketakutan. Tak lama kemudian sepasang bola Mata Xiao Chen mengeluarkan sinar keemasan, hal itu membuat diri Putri Kirana merasa sangat ketakutan.


Tubuhnya bergetar, ketika sinar keemasan milik Xiao Chen masuk ke dalam tubuh Putri Kirana, kedua telapak tangan Putri Kirana mengepal begitu sangat kuat.


"Aaaaa....!" Terdengar suara terikan dari dalam Istana milik Xiao Chen, malam itu benar-benar sangat gelap.