
Xiao Chen memperhatikan Haruka, yang kini dia dapat melihat sebuah perubahan yang begitu terlihat jelas.
"Hm, jadi kau sudah mengetahuinya? Baguslah jadi aku tidak perlu berpura-pura lagi." Ucap, Xiao Chen dengan pandangan dingin.
Haruka terdiam sambil memperhatikan wajah Xiao Chen dengan pandangan dinginnya. Dengan segera Haruka menggenggam telapak tangan kanannya, segera sebuah cahaya berwarna biru memenuhi tangannya.
Xiao Chen kemudian memperhatikan telapak tangan Haruka, tak lama dia segera tersenyum menatap wajah Haruka.
"Aku tidaklah menyakiti dirimu Haruka, mengapa kau memperlakukan aku seperti ini?" ucap, Xiao Chen dengan raut wajah sendunya.
Haruka hanya terdiam sambil menatap tajam wajah Xiao Chen yang berada dihadapannya.
"Tidak perlu memasang tampang seperti itu, aku sudah mengetahui semuanya, buku kuno yang kau berikan kepadaku itu sudah cukup untuk menjelaskan semuanya." Ucap, Haruka dengan tegas.
Xiao Chen nampak terkejut, dia tidaklah pernah tau isi dari buku kuno milik Zie, karena dia memang tidak dapat untuk membukanya.
"Oh ya, setahuku Zie bukanlah kekasihmu." Ucap, Haruka dengan tegas.
Xiao Chen kemudian nampak begitu kesal, dengan segera ia mengepalkan kedua telapak tangannya. Sambil mengertakkan gigi, ia dengan perlahan mendekat kearah Haruka. Haruka yang menyadarinya segera berjalan mundur kearah belakang.
"Jangan mendekat, aku tidak sudi kau menyentuh diriku." Ucap, Haruka dengan tegas.
"Maafkan aku Haruka, aku terpaksa berbohong kepadamu, karena aku hanya ingin melindungi dirimu, dan kembalilah kau kedunia atas." Ucap, Xiao Chen dengan tegas.
"Suatu hari nanti aku pasti akan kembali, tapi tidak denganmu. Xiao Chen dalam permainanmu kau nampaknya sangat mengenali Pangeran Kichiro, sampai-sampai didalam gambaran itu kau berniat untuk membunuhnya." Ucap, Haruka dengan pandangan dingin, sambil menyimpan kembali kekuatannya.
Xiao Chen terkejut saat Haruka menyinggung masalah itu kepada dirinya, tak lama suasana ditempat itu nampak begitu canggung.
Haruka kemudian menatap wajah Xiao Chen dengan mengangkat satu alis kirinya keatas.
"Oh, lantas seperti apa?" ucap, Haruka dengan dingin.
Saat Xiao Chen ingin menjawab pertanyaan dari Haruka dengan segera Haruka membalikkan tubuh dan berjalan untuk meninggalkan Xiao Chen. Xiao Chen yang melihat hal itu segera mengentikan langkah Haruka dengan berbicara kepadanya.
"Tunggu! Aku memang mencintaimu sedari dulu, aku memang mencari keberadaanmu, pria itu bukanlah sosok yang baik untuk dirimu, Haruka." Ucap, Xiao dengan tegas.
Haruka yang tengah berjalan untuk meninggalkan Xiao Chen kemudian dia segera menghentikan Langkahnya, sambil ia menoleh kearah belakang.
"Aku tau mana yang terbaik untuk diriku, dahulu kita adalah teman bukan?" ucap, Haruka dengan tegas.
Xiao Chen terkejut saat Haruka berkata begitu terhadap dirinya, tak lama Haruka membalikkan tubuh dan segera menatap wajah Xiao Chen.
"Hubungan kita tidak serapuh itu Xiao." Ucap, Haruka dengan tegas.
"Kau benar, baiklah aku akan mengantarmu untuk bertemu dengan Pangeran Kichiro." Ucap, Xiao Chen dengan tegas.
Haruka kemudian segera tersadar oleh ucapan Xiao Chen, dengan segera ia meminta kepada Xiao Chen untuk membawanya ketempat dimana Norr ditangkap.
"Tidak, tidak perlu. Saat ini yang lebih penting adalah menyelamatkan teman-temanku, kau tidak melupakan mereka, bukan?" ucap, Haruka dengan tegas.
"Kau benar, kalau begitu cepatlah naik keatas tubuh Naga emas." Ucap, Xiao Chen.