Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
49


Tiba-tiba Hanna dikejutkan oleh sesuatu yang berada di pantai, ia melihat air pantai itu berubah menjadi merah dan berubah menjadi lautan darah.


"Apa yang terjadi?" ucap Hanna.


Dalam batin Hanna merasakan sesuatu yang sangat aneh pada pantai itu.


"Norr sepertinya ada yang tidak suka melihat keberadaan kita disini." Ucap Hanna.


"Hanna aku baru tersadar pantai ini di jaga oleh Siluman Naga air dan Siren." Ucap Norr.


Tak lama Hanna mendengar sebuah nyanyian yang sangat merdu.


"Ini suara iblis itu?" ucap Hanna.


"Hati-hati Hanna." Ucap Norr.


Seekor Naga sedang berenang dari kejauhan.


"Ini hanya ilusi, pantai yang kita lihat sebenarnya ilusi yang dibuat Siluman itu." Ucap Hana.


Hanna melihat sekeliling pasir yang ia injak sebenarnya sisa-sisa tubuh manusia yang sudah mati.


Naga air itu menatap Hanna dengan tatapan marah, jelas saja itu wilayahnya, dengan membusungkan dada dia menatap Hanna dari bawah yang terlihat seperti semut.


"Beraninya kau datang kemari! ucap Naga Air.


"Aku tidak tau tempat ini begitu sangat jorok, jika aku tau mungkin aku tidak akan datang kemari, sihir ilusimu lumayan juga." Ucap Hanna.


"Berani nya kau menghina wilayahku, kau memang pantas mati!" ucap Naga Air.


"Dari mana pada diriku yang menghina wilayahmu, aku hanya mengatakan yang sejujurnya." Ucap Hanna.


Dalam batin Norr "Dia wanita yang sangat jujur, tapi kenapa tidak mencoba untuk berbohong sedikit."


Hmm kau seperti nya tidak sedikit pun takut padaku! ucap Naga Air.


"Didunia ini tidak ada satu pun yang harus aku takutkan." Ucap Hanna.


"Kau sungguh gadis yang sombong! Berhenti lah berbicara omong kosong karna aku yang akan menelan tubuh mungilmu itu, bersiaplah untuk jadi santapan malamku." Ucap Naga Air.


"Kau terlalu percaya diri, bahkan kita belum lihat siapa yang akan kalah di tangan siapa?!" Ucap Hanna.


"Hmm bedebah." Ucap Naga Air.


Naga air itu menggunakan kekuatan ilusi, tubuhnya menjadi lima.


Hanna terkejut dia menatap Naga Air itu yang menggadakan tubuhnya.


Suara tawa yang membuat telinga Hanna menjadi sangat sakit, Hanna tidak dapat mendengar suara apapun kecuali tawa yang sangat keras dari Naga Air itu.


"Hahaha apakah sekarang kau sudah mengaku kalah hey gadis sombong." Ucap Naga Air.


Dalam batin Hanna. "Aku harus segera menemukan tubuh aslinya, jika tidak aku hanya akan sia-sia menyerang dia."


Hanna mengangkat tangan dan tak lama Pedang Pusaka miliknya kini sudah ia genggam."


"Kau fikir, kau bisa mengalah kan ku dengan pedang mainanmu itu, jangan mimpi!" ucap Naga Air.


Hanna terus menatap Naga Air itu dia masih mencari-cari dimana tubuhnya yang asli.


Kemudian Hanna menutup kedua matanya sangat gelap tidak terlihat apapun sampai dia melihat satu titik cahaya dari samping kirinya.


"Aku percaya dengan kekuatan batin seseorang, karna hati tidak pernah salah." Ucap Naga Air.


Hanna segera berlari dan mengeluarkan kekuatan petir putih yang dimilikinya, Hanna segera mengayunkan Pedang dan menusuk tubuh Naga Air itu.


Benar saja itu adalah tubuh asli dari Naga Air.


Hanna kemudian terjatuh ke bawah saat Naga Air itu menyemburkan air beracun dalam dirinya.


Dalam batin Hanna. "Gawat racunnya hampir sama seperti bisa ular, jika terkena mata aku akan buta, dan jika sampai aku tergigit mungkin itu adalah luka yang sangat parah.