Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
96


Leo mendaratkan diri di atas atap rumah warga , hanna segera turun dari tubuh leo.


Dia menatap seseorang berjubah hitam sedang membelakangi nya.


"Lawan mu ada di sini , jangan sakiti mereka." Ucap hanna sambil menatap sosok misterius itu.


Sosok misterius itu menoleh kan wajah nya dan sedikit melirik hanna , sambil tersenyum sinis.


"Kau terlambat sungguh membosankan." Ucap nya.


Hanna segera meloncat dari atap rumah warga dan turun ke bawah.


"Tidak ada kata terlambat , hanya saja kau yang bodoh terus berlari dariku dan menggunakan umpan yang seperti ini, yang benar saja apa sebegitu takut nya untuk menghadapi ku hingga kau membunuh penduduk desa yang tidak bersalah , jika kau memiliki masalah dengan ku hadapi aku jangan terus berlari seperti pengecut." Ucap hanna dengan tegas.


Sosok misterius itu tertawa keras dan mengangkat ke dua tangan nya.


"HAHAHA , cukup besar juga nyali mu, aku hargai keberanian mu namun jangan salahkan aku jika keberanian mu itu yang akan membawa mu ke neraka." Ucap nya.


"Siapa kau?." Tanya hanna.


"Aduh duh putri mau mati saja sempat sempat nya menanyakan nama ku , apa kau benar benar sudah lupa dengan diriku?." Ucap nya dengan senyuman sinis.


Segera hanna mengangkat pedang bola mata nya dengan cepat berubah , tatapan dingin dan sangat mengerikan , tubuh nya di penuhi dengan cahaya berwarna biru keputihan membentuk lingkaran.


Angin berhembus dengan cepat , hanna tidak membuang waktu untuk segera menghabisi sosok misterius itu.


Sosok berjubah hitam itu tersenyum licik "Sungguh tidak sabaran." Ucap nya.


Dengan cepat hanna melepaskan kekuatan nya, namun apa yang terjadi sosok misterius itu menghalau kekuatan hanna dengan satu tangan nya.


Hanna masih terlihat tenang , dari wajah nya tidak terlihat perasaan panik dan khawatir sedikitpun.


Sosok misterius itu membalikkan tubuh dia menatap hanna dengan tatapan penuh kebencian.


"Hallo kita bertemu lagi." Ucap nya sambil tertawa.


Hanna memutarkan pedang nya dengan segera dia menusukkan pedang itu pada tanah.


Tak lama tanah itu terbelah, dengan tatapan membunuh yang sangat kental hanna melirik sosok misterius itu.


Dalam batin norr "Hmm ,kina dia menjadi iblis."


Kina tertawa keras lidah nya sampai menjulur keluar , sangat panjang.


Dalam batin hanna "Sungguh menjijikkan."


Hanna segera meloncat dan naik ke atas atap.


Hanna menatap norr "Dia benar benar sudah berubah." Ucap nya.


"Kita serang dia bersama sama." Ucap norr sambil menatap hanna.


Hanna menganggukkan kepala , norr segera merubah diri nya menjadi manusia.


Hanna mengeluarkan kekuatan dari pedang nya dan norr mengangkat satu tangan nya dengan ke tiga jari tertekuk di dekat kan nya tepat di depan hidung, sedangkan tangan yang satu nya menyentuh pundak hanna.


Wajah hanna seketika berubah menjadi lebih menyeramkan , dengan cepat dia melepaskan kekuatan nya pada tubuh kina.


Kina yang terkejut segera meloncat ke atas atap rumah satu nya , kekuatan yang sangat besar itu melenyapkan beberapa rumah yang berada di sana.


"Sial." Ucap hanna.


"HAHAHA, sayang sekali haha , wah ternyata kau di bantu oleh kawan mu , apa sebegitu lemah nya dirimu hah." Ucap hanna dengan tatapan rendah.


"Kau salah , jika kau merasa dirimu paling hebat karena sudah menantang ku, dan ingin membunuh ku dengan tanpa ada nya bantuan dari siapapun, sesungguhnya nya kau lah yang paling lemah, dengan atau tanpa ada nya bantuan aku sebenarnya sudah bisa mengalahkan mu , apakah kau fikir dengan seperti ini kau sudah yang paling hebat? hmm kau salah, lebih baik urungkan niat mu , untuk menghabisi nyawa ku , apakah kau tidak ingin bertemu dengan ayah mu sendiri? apakah hanya karena cinta sampai membuat mu buta akan segala nya? , mengorbankan kebahagian, keluarga bahkan harga diri mu." Ucap hanna sambil menatap kina.


"Hahaha , kau fikir siapa dirimu seenak nya saja menasehati diriku?." Ucap kina sambil membentak hanna.


"Aku memang bukan siapa siapa namun aku mewakili perasaan ayah mu , dia yang membesarkan mu , mendidik mu ,dia hanya ingin kau menjadi putri yang dapat di andalkan oleh nya , namun apa ?! kau sangat tidak berguna." Ucap hanna.


"Ini sudah jalan yang ku pilih, jika kau mengasihani pria tua itu maka angkat saja dia menjadi ayah mu, aku sudah tidak perduli lagi." Ucap kina.


"Baik, baik jika itu mau mu, dengan begini aku sangat siap untuk membunuh mu wahai iblis!." Ucap hanna.


Dengan cepat hanna menghilang dari tempat nya dan berdiri tepat di belakang kina , dengan perasaan benci tangan nya mengeluarkan cahaya berwarna biru membentuk bola.


Hanna mengangkat tangan yang sedang menggenggam pedang dengan cepat dia memotong lidah kina , dan tangan satu nya yang sudah terkumpul sebuah kekuatan segera dia arahkan pada punggung kina.


Kina terkejut dia meloncat ke bawah dengan banyak nya darah yang keluar dari mulut nya.


Ukhuk...


Ukhuk...


Ukhuk...


Dengan lemah kina menatap hanna yang berada di atas atap , sambil memegang i perutnya.


"Tidak mungkin , bagaimana bisa aku terluka aku lah yang paling kuat , aku tidak dapat di kalahkan oleh siapapun , hanna kau harus mati." Ucap kina sambil mengangkat satu tangan nya, sebuah kekuatan hitam berbentuk bola memenuhi tangan nya.