
Permaisuri Ayunian terkejut saat mendengar ucapan dari Hanna.
"Huh, seharusnya waktu itu aku membunuh mu saja. Jadi tidak perlu repot-repot untuk terus bersandiwara!." Ucap Permaisuri Ayunian dengan tegas.
Hanna memperhatikan ke dua orang itu yang nampaknya tidak merasa malu sedikitpun dengan perbuatan yang sudah mereka lakukan dibelakang Ayah nya.
"Dasar tidak tau malu! Aku sangat muak melihat wajah mu, mari ku antar kau ke neraka!." Ucap Hanna dengan tatapan dingin.
Segera Raja Satoru mengeluarkan pedang dari balik punggung nya. Dengan tatapan serius Raja Satoru mengarahkan pedangnya pada Hanna. Hanna memperhatikan ujung Pedang yang runcing dan tajam itu.
Dengan segera Hanna mengangkat pedangnya dan diarahkan oleh nya keatas langit yang berwarna biru cerah. sebuah sinar memenuhi pedang miliknya. Langit yang cerah seketika menjadi mendung dan gelap. Angin yang berhembus perlahan menjadi sangat cepat. Tatapan Hanna sungguh sangat menyeramkan dia sudah tidak dapat dikenali lagi, Hanna yang terkenal lemah, lembut gampang di tindas dan penakut saat ini semua itu sudah sirna dari pandangan Permaisuri Ayunian.
"Apa yang sudah terjadi kepadanya? Mengapa dia bisa jauh sangat berbeda? Siapa yang sudah dibunuh olehnya? Aku merasakan suatu bahaya aku harus berhati-hati." Dalam benak Permaisuri Ayunian dengan wajah yang panik.
Saat Seorang pengawal kerajaan melihat kejadian itu dia langsung dengan cepatnya menyampaikan sesuatu yang tengah terjadi di taman kepada Kaisar Lin.
Sementara itu di taman terlihat Raja Satoru tengah mengeluarkan kekuatan nya dihadapan Hanna dengan pandangan meremehkan Raja Satoru segera menantang Hanna untuk bertarung.
"Hanya seorang anak kecil seperti dirimu! Kau salah jika kau sudah menantang ku!." Ucap Raja Satoru dengan angkuhnya.
"Gawat! Hanna siapakah dirimu sesungguhnya?!." Dalam benak Permaisuri Ayunian dengan panik.
Raja Satoru yang melihat hal itu dengan cepat nya terbang ke arah Permaisuri Ayunian dan menyelamatkannya dia menginjakkan kakinya di depan teras Istana Lin. Kaisar Lin yang baru saja tiba sungguh merasa sangat bingung dan terkejut dengan apa yang sudah terjadi.
"Ada apa ini?." Ucap Kaisar Lin dengan tegas.
Permaisuri Ayunian dan Raja Satoru segera memandang kearah belakang dilihatnya Kaisar Lin tengah berada di belakang mereka.
"Ah, begini Kaisar Hanna, dia bukanlah wanita yang baik, dia seorang pembunuh bahkan dia telah membunuh seseorang dan sekarang dia ingin membunuh kami juga Kaisar." Ucap Permaisuri Ayunian dengan sedih.
Raja Satoru yang melihat raut wajah Ayunian yang terlihat sangat sedih kemudian menambah ucapan dihadapan Kaisar Lin.
"Itu benar adanya, Puteri Hanna saat ini tengah dalam pengaruh ilmu hitam. Jadi sekarang kita harus menangkapnya dan mengurungnya didalam Penjara bawah tanah agar tidak memakan korban yang lebih banyak lagi."
Kaisar Lin sungguh merasa kecewa dengan apa yang sudah dia dengar dari Isteri dan kawannya itu. Kemudian Hanna memperhatikan Ayah
nya yang kelihatannya sudah termakan dengan perkataan ke dua iblis itu.