
Darah mengalir dari dalam mata Haruka, Haruka menyentuh matanya dengan lengan kananya, tangannya gemeteran dengan perlahan Haruka mencoba untuk membuka kedua matanya yang terasa amat sakit.
Pangeran Iblis nampak jijik, dan benci terhadap Haruka. Haruka yang terlihat sudah sangat lelah mencoba untuk tetap bertahan menahan sakit yang begitu menusuk, sampai keorgan dalam tubuhnya.
Haruka menggenggam erat Pedang Pusakanya, kemudian dia membuka kedua matanya, awalnya semua terlihat tidak jelas namun tak lama dia dapat melihat semua dengan begitu jelas.
Haruka sangat bersyukur kali ini dia tidak dibuat buta oleh Pangeran Iblis, lalu Pangeran Iblis segera berjalan untuk mendekati Haruka yang terlihat hanya terdiam namun, raut wajahnya sungguh mengerikan. Bagaikan macan yang siap menerkam.
Pangeran Iblis nampak tersenyum licik menatap wajah Haruka. Norr, yang terlihat amat cemas ingin segera membantunya, lalu entah mengapa Ular raksasa yang menyerang Kirana menyakiti tubuhnya sehingga mengharuskan Norr untuk membantu wanita itu.
"Ah." Teriak Kirana yang terjatuh diatas rumput hijau.
Norr yang melihatnya segera menghadang Ular raksasa dengan kekuatannya.
Pangeran Iblis menatap wajah Haruka kemudian dia berbisik lirik di telinganya.
"Tamatlah kau!." ucap Pangeran Iblis.
Haruka yang mendengernya segera menyeringai, dengan tatapan membunuh yang teramat kental. Dengan segera Haruka mengangkat Pedangnya dengan perlahan, segera dia menusukkannya tepat di jantung Pangeran Iblis, Pangeran Iblis sangat terkejut tak lama bibirnya mengeluarkan darah.
Haruka tersenyum licik menatap wajah Pangeran Iblis yang nampak sangat terkejut dengan apa yang tengah Haruka lakukan.
"Mengapa kau lakukan ini!" ucap Pangeran Iblis dengan wajah panik sambil menahan rasa sakit.
"Hm, sudah kukatakan aku yang akan mengakhiri semuanya, aku tidak akan pernah mati, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun mengusik kebahagiaanku lagi!" ucap Haruka dengan tatapan dingin bagai es.
Pedang Pusaka Haruka telah melukai jantungnya, petir yang merasuk keorgan tubuh Pangeran Iblis segera mengalir keseluruh tubuh dengan sangat cepat. Haruka segera menarik Pedangnya dengan kasar, tubuh Pangeran Iblis tidak seimbang kemudian dia terjatuh diatas semak hijau, sambil menyentuh jantungnya menggunakan telapak tangan kanan. Darah berwarna hitam segera membasahi rumput hijau itu, lagi-lagi Haruka mencium aroma tidak sedap dari darah Pangeran Iblis, aroma itu sangatlah mirip dengan aroma darah Kina, Pangeran Iblis yang terlihat sangat tidak percaya ddia gagal membunuh orang yang sanga dibencinya itu tak lama diapun tertawa dengan suara yang sangat keras. Membuat siapapun yang mendengarnya merasa amat kesakitan.
Haruka dibuat terkejut oleh hal itu, lalu Pangeran Iblis berteriak dengan suara lantangnya.
"Haha, aku akan membawamu pergi bersama denganku!" ucap Pangeran Iblis.
Tak lama tanah yang Haruka injak bergetar dengan cepat, kedua kaki Haruka tak dapat digerakkan.
"Gawat." Dalam benak Haruka yang terlihat agak panik.
"Kalian semua segeralah pergi dari tempat ini!" ucap Haruka dengan suara lantangnya.
Norr, Leo dan Kirana yang mendengar hal itu nampak terkejut.
"Tidak!" ucap Norr dengan tegas.
"Pergi dari sini, tidak perlu merisaukan aku!" balas Haruka dengan wajah serius.
"Kami akan membantumu!" balas Norr.
Dengan segera dia melangkahkan kakinya untuk menghampiri Haruka, namun tak lama tanah yang telah diinjak olehnya terbelak begitu saja, hingga membuat sebuah dua tempat yang berbeda.
Leo, Norr dan Kirana mencoba untuk meloncatinya namun, apa daya mereka seperti terhalang sebuah benteng gaib yang begitu besar.