
Kirana kemudian segera memejamkan kedua matanya, bibirnya bergetar sambil mengucapkan mantra dari kekuatan itu, tak lama sinar hitam memutari tubuh Kirana, jantungnya begitu teramat sakit, dan juga sesak yang begitu membuat dirinya merasa tidak tahan oleh situasi seperti itu.
"Arhh...!
Dia berteriak dengan cukup keras, hingga membuat Sharon terkejut, segera dia menurunkan tangannya, dan berjalan menghampiri arah dari suara itu.
"Apa yang sudah terjadi?! Jangan-jangan, ti...tidak tidak, itu tidaklah mungkin!" Ucap, Sharon dengan perasaan cemas.
Segera dia berjalan untuk menghampiri arah suara itu, langkahnya kemudian terhenti disebuah pintu kamar, Sharon yang menatapnya dibuat merinding, tubuhnya bergetar, membuatnya sangat tidak ingin melihat apa yang sudah terjadi didalam kamar itu.
Tak lama suara decitan pintu terdengar, segera pintu itu terbuka, Sharon yang menundukkan wajahnya merasa sangat terkejut saat melihat pakaian dari Kirana, dan yang lebih membuatnya semakin tercengang adalah ketika mendengar suara dari Kirana yang begitu membuatnya kaku setegah mati.
"Hai Iblis, apakah kau sudah mengemaskan seluruh barang-barangmu? Ataukah tidak perlu, hm kalau begitu tidurlah untuk selamanya, mata teratai menyala lah!" Ucap, Kirana sambil mengangkat tangan kanannya dengan telapak tangan yang terbuka dihadapan Sharon.
Sharon yang terkejut segera mengangkat kepalanya, dilihatnya Kirana telah membuka segel mata teratai, dihadapannya saat ini terlihat sebuah sinar hitam dari bunga teratai yang sudah siap untuk menyerangnya.
"Tidak!" Ucap, Sharon dengan terkejut saat melihat kekuatan itu dapat dikuasai oleh Kirana.
Diluar Istana ketiga monster itu, dengan perlahan lenyap saat akan menyiksa tubuh Norr. Bulu dari Leo pun kembali normal, hal itu membuat Norr terkejut dia tidaklah mengerti sebenarnya apa yang telah terjadi. Dengan sekejap mata para Monster dihadapannya menghilang, Norr yang merasa sangat cemas kemudian segera mengangkat tubuhnya dia terbangun, terlihat tubuhnya dipenuhi dengan luka. Norr kemudian bergegas untuk menuju Istana Iblis dia juga harus menyelamatkan Leo dan Kirana yang saat ini masih berada didalam.
"Aku tidak akan pernah mati!" Teriakkan dari Sharon yang perlahan menghilang karena tersegel oleh kekuatan dari mata teratai.
Tak lama Norr memasuki Istana Iblis dia begitu sangat terkejut saat melihat kurungan magis itu hilang, Norr kemudian segera berjalan menghampiri Kirana.
"Apa yang sudah terjadi, Kirana?!" Ucap, Norr dengan terkejut.
"Tidak ada." Ucap, Kirana sambil menatap wajah Norr yang dipenuhi dengan darah.
"Kemari, biar aku sembuhkan lukamu." Ucap, Kirana dengan tersenyum manis kepada Norr.
Norr merasa sangat aneh terhadap diri Kirana, wajahnya nampaklah sangat pucat.
"Ada apa dengan dirimu?" ucap, Norr dengan curiga.
"Aku baik-baik saja." Ucap, Kirana sambil berjalan mendekat ke arah Norr. Dengan segera dia mengangkat tangan kanannya kemudian Kirana segera mengeluarkan kekuatan dari mata teratai. Norr sangat terkejut dengan hal itu, tak lama kemudian luka pada tubuh Norr menghilang. Namun, wajah dari Kirana semakin memucat, penglihatannya sangat kabur, tubuhnya pun terasa sangat sakit, dia juga sudah tak mampu untuk menjaga keseimbangan tubuhnya, tak lama dia terjatuh tak sadarkan diri. Norr yang terkejut segera menarik lengan kanannya dan memeluk tubuh wanita itu.
"Kirana, maafkan diriku!" Ucap, Norr dengan terkejut.
~Sebanyak apapun seseorang berbuat kebajikan, itu tidak akan ada artinya dimata orang yang selalu menyimpan sifat buruk terhadap diri orang lain~