Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Kepergian Haruka.


Setelah beberapa saat Pangeran Kichiro menunggu diatas dahan pohon yang cukup tinggi dam besar, ketika ia tengah mencengeram dahan pohon yang lain, saat itu juga dia dikejutkan dengan keluarnya seekor Harimau putih dari dalam Rumah Kayu, Pangeran Kichiro yang melihatnya dibuat begitu sangat terkejut, lalu dengan segera Pangeran Kichiro menundukkan kepalanya agar Leo tidak melihat keberadaannya. Pangeran Kichiro terlihat terus memperhatikan diri Harimau putih yang tengah berjalan untuk dapat pergi meninggalkan Rumah Kayu itu, Pangeran Kichiro sempat merasa bingung dengan hal itu, timbul rasa ingin tau dalam dirinya. Namun, ia tetap harus berjaga ditempat itu agar ia dapat mengetahui kemana Haruka akan pergi.


Pangeran Kichiro kemudian membiarkan diri Leo pergi begitu saja dari hadapannya, Leo yang tengah berjalan untuk dapat meninggalkan Rumah Kayu terlihat sedikit kesal pada diri Haruka. Namun, hal itu segera ia musnahkan dalan pemikirannya. Hal itu dikarenakan ia merasa ada seseorang yang sepertinya tengah mengawasi dirinya, hal itu membuatnya memperhatikan sekitar dengan tatapan yang begitu sangat tajam. Di rasa tidak melihat siapapun ditempat itu Leo kemudian segera bergegas untuk dapat pergi meninggalkan tempatnya saat itu.


Pangeran Kichiro yang saat itu tengah bersembunyi diatas pohon besar, dan tubuhnya juga tertutup dengan dua batang pohon membuat diri Leo tidak dapat menemukan keberadaannya. Pangeran Kichiro terus mengamati Rumah Kayu itu, berharap sebentar lagi Haruka akan keluar dari dalam Rumah itu.


Sedangkan didalam kamar terlihat Norr tengah termenung, Pria itu terlihat tengah terbuai dalam pikirannya, bahkan ia sampai tidak mengetahui bahwa Haruka telah masuk ke dalam kamarnya, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Haruka memperhatikan kegundahan hati Norr yang terlihat begitu sangat jelas, yang membuat dirinya dengan segera berjalan untuk dapat mendekat ke arah Pria itu, setelah sudah berada dibelakangnya Haruka kemudian segera berbicara.


"Apa yang tengah kau pikirkan?" tanya Haruka yang menatap Wajah Norr dengan tatapan serius.


Norr yang saat itu tengah termenung sambil meletakkan kedua lengannya diatas meja kayu, dan menyilangkan ekdua lengannya untuk ia jadikan tumpuan dari kepalanya, dengan perasaan terkejut ketika Norr mendengar suara Haruka yang melintang ditelinganya ia pun segera menoleh ke arah belakang, dengan tatapan serius dan tegas itu Norr kemudian segera berbicara kepada diri Haruka.


"Sejak kapan kau?!" Ucap, Norr dengan perasaan tersentak dihadapan Haruka.


Haruka yang melihat hal itu lalu dengan segera ia mengerutkan dahinya, Norr yang menatap sepasang bola Mata biru milik Haruka merasa begitu sangat terkejut ketika Haruka menatap dirinya dengan pandangan yang seperti itu.


"Hmm... Maksud diriku itu... Sejak kapan kau sudah tiba?" ucap, Norr dengan perasaan gugup dihadapan Haruka.


Haruka yang mendengar perkataan dari Norr yang terlihat hanya basa-basi saja, membuat dirinya dengan segera berbicara dengan tegas dihadapan Norr.


"Aku kemari karena sangat ingin menyudahi semua kesalahpahaman ini, kita semua harus saling bersatu untuk dapat mengalahkan dalang dari permainan ini." Ucap, Haruka dengan tatapan dingin dan tajam yang menusuk.


Norr yang mendengar perkataan dari diri Haruka lalu dia segera memahami maksud dari setiap ucapan Haruka kepada dirinya.


"Tetapi... Harus kemana kita mencari Putri Kirana? Jika saat ini saja kita tidak mengetahui keberadaan dari dirinya?" ucap, Norr dengan terus memandang Wajah Haruka.


Haruka mengerti itu adalah hal pertama yang akan dikatakan oleh Norr kepada dirinya, namun ia tidak mungkin mengusulkan sebuah rencana jika ia tidak mempersiapkan segala suatunya dengan cermat.


"Xiao Chen, hanya Pria itu yang dapat mengetahui dimana keberadaan dari Putri Kirana." Ucap, Haruka dengan raut Wajah tegas.


"Tetapi kemana kita akan mencari keberadaan dari Xiao Chen? Ini bagaikan mencari sebuah jarum didalam tumpukkan jerami, kita tidak pernah tau kapan Xiao Chen akan menemui kita bertiga, kedatangannya pun tidak dapat diprediksikan? Ini begitu sangat sulit Haruka." Ucap, Norr dengan raut Wajah tegasnya.


Haruka yang melihat diri Norr yang tampak begitu sangat tidak mempercayai dirinya lagi membuatnya merasa sangat kesal dengan Pria itu, lalu dengan nada bicara sinis dan terdengar sangat mengerikan itu Haruka segera berbicara kepada diri Norr, saat itu juga raut Wajahnya terlihat begitu sangat dingin dihadapan Norr.


"Apakah kau sudah mulai tidak mempercayai diriku lagi hei Norr?!" Ucap, Haruka dengan tatapan dari sepasang Mata biru yang menatap tajam diri Norr.


Norr yang melihat hal itu nampak begitu sangat tercengang, lalu dengan segera Norr menenangkan diri Haruka, dia baru tersadar bahwa perkataannya itu telah melukai diri Haruka dengan secara tidak langsung ia telah meremehkan diri Haruka.


"Hmm?! Bukan seperti itu maksud dari ucapanku ini Haruka, hmm baiklah maaf aku hanya tengah tidak pokus saja." Ucap, Norr dengan perasaan gugup dan juga takut dihadapan Haruka.


Haruka yang melihat hal itu lalu dengan segera ia membuang pandangannya ke arah kiri, dengan segera ia berbicara lagi kepada Norr.


"Aku akan pergi untuk mencari informasi dari keberadaan Xiao Chen, tidak dapat dipungkiri jika Pria itu tengah membawa Putri Kirana untuk ikut bersama dengan dirinya, sedangkan kau dan Leo aku perintahkan untuk tetap berjaga ditempat ini, karena kita tidak akan pernah tau mungkin saja sebenarnya mereka tengah bersembunyi tidak jauh dari tempat ini." Ucap, Haruka dengan raut Wajah tegas.


Norr yang mendengar perkataan dari diri Haruka, tidak dapat ia membantah perintah dari Wanita itu, mau tidak mau, suka tidak suka ia harus tetap tinggal didalam hutan untuk dapat memastikan keadaan ditempat itu nantinya, sedangkan Haruka yang akan memilih untuk mempertaruhkan nyawanya demi mendapatkan jawaban dari setiap teka-teki yang selama ini telah ia dapatkan dari diri Xiao Chen.


"Tetapi kemana kau akan mencari keberadaan dari Xiao Chen itu, Haruka?" tanya Norr dengan tatapan penasaran.


Haruka yang mendengar pertanyaan dari diri Norr dia sempat terdiam sejenak, lalu segera Haruka menjawab pertanyaan dari diri Norr itu.


"Serahkan saja semuanya kepada diriku, kau cukup berjaga disekitar tempat ini saja, aku yakin kepergianku ini akan membawa sebuah hasil, aku pikir semua sudah jelas, jika Leo sudah kembali dari sungai, tolong kau beritau semuanya, maaf aku tidak sempat menyampaikan hal ini kepada dirinya, aku rasa waktuku sudah tidak banyak, aku akan pergi sekarang juga, selalu ingat pesan dariku Norr." Ucap, Haruka yang segera memalingkan tubuhnya untuk dapat keluar dari dalam kamar Norr.


Norr yang melihat Haruka akan pergi meninggalkan dirinya, membuatnya merasa sangat cemas dengan Wanita itu, Norr kemudian segera mengikuti diri Haruka dari belakang, setelah sudah berada didepan pintu rumah, Pangeran Kichiro yang saat itu masih terus mengamati dengan segera ia memasang tampang serius ketika ia sudah melihat Haruka dan seorang Pria tengah berada depan pintu rumah yang tengah terbuka lebar, Pangeran Kichiro merasa begitu sangat bingung dengan Pria itu.


"Eh, bukankah Pria itu yang aku temui didalam Pedesaan? Hmm... Apakah dia adalah Norr? Seseorang yang sering disebut-sebut oleh Haruka? Hmm... Ternyata dia adalah Siluman." Ucap, Pangeran Kichiro yang terus menatap tajam ke arah Haruka dan Norr.


"Apa yang tengah mereka bicarakan sebenarnya? Mengapa begitu sangat lama sekali? Hmm!" Dalam benak Pangeran Kichiro dengan tatapan tajamnya.