Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Ada apa ini?


Tak lama kemudian sosok Wanita bertopeng itu segera meloncat ke atas untuk dapat berdiri diatas air itu, Pangeran Rendra yang melihatnya dibuat ragu dengan kemampuan yang ia miliki, dengan perlahan Pangeran Rendra segera mengeluarkan kekuatan yang ia miliki, terlihat sinar berwarna kemerahan tengah berada dalam lengan kiri Pangeran Rendra, sambil terus menatap Wajah dari sosok Wanita bertopeng itu.


"Siapakah dirinya? Mengapa kekuatan yang ia miliki begitu sungguh luar biasa?!" Dalam benak Pangeran Rendra yang merasa begitu sangat penasaran dengan sosok Wanita bertopeng itu.


"Rasakan ini!" Ucap Wanita bertopeng itu yang segera mengangkat Pedangnya ke atas langit.


"Denki Mizu!" Ucap, Wanita bertopeng itu, tak lama kemudian terlihat aliran petir bersatu dengan air dan menjadi sebuah gumpalan.


"Hiah!" Ucap, Wanita bertopeng itu yang segera melepaskan serangannya kepada diri Pangeran Rendra.


Pangeran Rendra yang melihat hal itu nampak begitu sangat terkejut, dengan segera ia juga melepaskan serangannya ke arah Wanita itu, namun karena kekuatan yang dimiliki oleh Pangeran Rendra tidak lah sebandung dengan kekuatan milik Wanita bertopeng itu, Kekuatan yang Pangeran Rendra lepaskan tidak dapat menahan serangan yang begitu sangat kuat dari Wanita itu kepada dirinya, Pangeran Rendra terhantam oleh serangan dari Wanita itu, tubuhnya seketika terlempar dan dia tejatuh diatas tanah, sambil terbatuk-batuk.


"Untuk... Untuk.... " Pangeran Rendra yang tengah terjatuh sambil menyentuh dadanya yang terasa sesak dengan lengan kirinya itu, segera ia bangkit meskipun tubuhnya sudah sangat lemah.


Wanita bertopeng yang semula tengah berpikir bahwa Pangeran Rendra akan menyerah, namun ketika melihat diri Pangeran dapat bangkit dari serangannya membuatnya begitu sangat terkejut.


"Hah!? Bagaimana mungkin?!" Ucap, Wanita bertopeng itu dengan perasaan bingung dalam dirinya.


Meskipun tubuh Pangeran Rendra sudah tidak bertenaga lagi. Namun, terlihat dirinya begitu sangat tidak ingin mengaku kalah, terlihat dari caranya yang begitu sangat nekat untuk mengambil resiko yang begitu besar, Pangeran Rendra sebenarnya sudah mengerti bahwa lawan yang ia hadapai bukanlah ukuran yang segera dengan dirinya, tetapi mengaku kalah bukanlah sifatnya.


"Kau sudah kalah! Lebih baik kau tidak berbuat nekat! Hei Pria lemah!" Ucap, Wanita bertopeng itu dengan tatapan kesal.


"Hmh! Mengaku kalah kepada dirimu mimpi saja kau! Sebelum aku mati aku tidak akan pernah menyerah, karena mereka yang mengalah sebelum benar-benar tidak sanggup untuk bangkit lagi itu adalah seorang pecundang! Selagi aku belum mati maka aku tidak akan pernah mengaku kalah!" Ucap, Pangeran Rendra yang segera memutar Pedangnya kemudian dia segera mengeluarkan kekuatan yang ia miliki.


Wanita bertopeng itu merasa sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Pangeran Rendra.


"Sungguh Pria bodoh! Dia sebenarnya sudah tau bahwa dirinya itu tidak akan pernah bisa mengalahkan diriku, tetapi dia terus saja mencoba untuk melawanku, huh! Baiklah jika itu pintamu, jangan salahkan diriku jika ini akan menjadi hari terakhir untuk dirimu!" Ucap, Wanita bertopeng itu yang segera mengeluarkan kekuatannya.


Tidak lama kemudian dari dalam tanah yang saat itu Pangeran Rendra tengah injak, keluarlah air yang memancur ke atas mengelilingi diri Pangeran Rendra. Lalu tak lama kemudian air itu mengeluarkan sebuah Pisau kecil yang sangat tajam saling menyerang diri Pangeran, Pangeran Rendra kemudian segera menepis semua serangan itu dengan menggunakan Pedangnya. Hingga tak lama kemudian Pedang milik Pangeran Rendra terlepas dari genggamannya karena ulah dari Wanita bertopeng itu, ia melepaskan Pedangnya yang saat itu tengah berada dalam genggamannya untuk menyerang diri Pangeran.


Pangeran Rendra yang terkejut, karena Pedangnya terlempar begitu sangat jauh dari dirinya membuatnya merasa kewalahan untuk dapat melawan. Pangeran Rendra kemudian segera mengeluarkan kekuatan, namun nampaknya kekuatan itu tidak berguna karena air yang tengah mengelilingi dirinya tidak dapat dihancurkan dengan kekuatannya. Pisau yang sangat tajam itu segera menyayat tubuh Pangeran Rendra, hingga tubuhnya dipenuhi oleh sayatan dan juga darah segar yang mengalir dalam tubuhnya. Pangeran Rendra yang sudah tidak sanggup lagi berdiri, dengan perlahan ia terjatuh dan bersimpuh dihadapan Wanita bertopeng itu.


Wanita bertopeng yang melihat hal itu merasa begitu sangat puas, kemudian dia segera meloncat ke bawah untuk dapat menginjak tanah, dengan langkah perlahan Wanita bertopeng itu segera mendekati diri Pangeran Rendra, ketika Wanita bertopeng itu tengah berada dihadapan Pangeran Rendra yang terlihat sudah sangat tidak berdaya, benda tajam dan juga air yang semula mengelilingi diri Pangeran Rendra menghilang.


Pangeran Rendra yang melihat Wanita bertopeng itu segera ia berbicara dengannya.


"Hmh! Tidak akan!" Ucap, Pangeran Rendra dengan senyum kecil pada bibirnya.


Wanita bertopeng itu terlihat kesal dengan sikap dari Pangeran Rendra yang terlihat begitu sangat tidak ingin menyerah.


"Kau! Baiklah aku tidak akan pernah memberi ampun kepadamu! Biar saja kau mati, dasar Pria sombong!" Ucap Wanita bertopeng itu dengan perasaan kesal. Tidak lama kemudian dia segera menendang tubuh Pangeran Rendra dengan kaki kanannya.


Pangeran Rendra yang melihat hal itu segera ia mengangkat tangannya untuk dapat menggenggam kaki dari Wanita bertopeng itu.


"Sial!" Ucap, Wanita bertopeng itu dengan perasaan kesal, lalu tak lama kemudian dia segera mengeluarkan kekuataannya untuk dapat melenyapkan diri Pangeran Rendra selamanya.


Pangeran Rendra yang melihat hal itu kemudian dia segera berbicara kepada Wanita bertopeng itu dengan tegas.


"Aku datang kemari dengan maksud dan tujuan yang baik, aku tidak pernah ingin mengganggu dirimu, aku hanya ini mencari seseorang yang sangat berarti bagi diriku! Dan mengapa kau menghalanginya, jawab aku." Ucap, Pangeran Rendra yang menatap Wajah Wanita bertopeng itu dengan Wajah pucat.


Wanita bertopeng itu kemudian merasa iba dengan apa yang tengah diucapkan oleh Pangeran Rendra, ia berpikir semula Pria itu telah berbohong, dan akan merusak tempat itu, ia tidak lah tau jika Pangeran Rendra memanglah benar-benar hanya ingin menumpang lewat saja.


"Hmh, apa buktinya? Apa buktinya jika kau tengah mencari seseorang?" tanya Wanita bertopeng itu dengan tatapan tegas.


Pangeran Rendra merendahkan pandangannya, ia tidak memiliki bukti apapun, sampai pada akhirnya suatu benda jatuh dari dalam saku kanan Pangeran Rendra, hal itu membuat diri Pangeran Rendra dan juga Wanita bertopeng itu terkejut. Dengan cepat Pangeran Rendra segera mengambil liontin bunga teratai, Pangeran Rendra menggenggamnya dengan sangat erat. Kemudian dia segera memasukkannya kembali ke dalam Pakaiannya.


"Li... Liontin terati itu?! Darimana kau dapatkan benda itu?!" Ucap, Wanita bertopeng itu dengan perasaan terkejut.


Pangeran Rendra kemudian menatap Wajah Wanita bertopeng itu dengan tatapan dingin.


"Memangnya apa hubungannya liontin ini dengan dirimu, ini milikku!" Ucap, Pangeran Rendra dengan tegas.


Wanita bertopeng itu terlihat begitu sangat terkejut lalu dengan segera ia semakin mendekat ke arah Pangeran Rendra, sambil menutup Mulutnya dengan lengan kanannya itu, perlahan Wanita bertopeng itu segera mengeluarkan kekuatannya terhadap tubuh Pangeran Rendra, Pangeran Rendra yang melihat hal itu dibuat sangat tidak menyangka dengan apa yang tengah diperbuat oleh Wanita bertopeng itu.


"Kau...?! Untuk apa? Kau menyembuhkan diriku?!" Ucap, Pangeran Rendra dengan perasaan terkejut.