
Malam itu terlihat begitu sangat sunyi, Norr dan juga Leo yang masih tengah berjaga didalam hutan merasa bahwa Xiao Chen tidak akan pernah menemui dirinya ditempat itu, begitu juga dengan Putri Kirana, Norr kemudian segera menatap diri Leo yang tengah berada disampingnya itu.
"Leo, apakah sebaiknya kita juga mengikuti diri Haruka? Aku merasa bahwa penantian ini akan sia-sia saja, sepertinya Xiao Chen hanya menginginkan Haruka, mungkin saja dia tidak akan pernah kemari." Ucap, Norr yang tengah menatap Wajah Leo dengan sepasang Matanya.
Leo yang tengah berdiri disamping diri Norr, sepertinya juga tengah memikirkan hal serupa, tak lama kemudian Leo yang tengah menatap langit malam segera menoleh ke arah Norr.
"Benar juga, tetapi Haruka belum kembali, bukankah dia sudah berpesan kepadamu jika ia sudah menemukan keberadaan dari Xiao Chen dan juga Putri Kirana maka ia akan memberitahukan hal itu kepada kita?" ucap, Leo yang tengah menatap Wajah Norr dengan tegas.
Tetapi, Norr merasa ada sebuah kejanggalan sampai Matahari tenggelam Haruka belum juga kembali pada dirinya, Norr merasa sangat khawatir akan kepergian Haruka yang tak kunjung kembali. Norr yang sempat terdiam sejenak itu kemudian berbicara lagi kepada diri Leo, yang saat itu tengah menatap Wajahnya.
"Hmm, aku hanya menghawatirkan dirinya saja, ia pergi mencari keberadaan Xiao Chen dan Kirana sendirian, menyusuri jalanan yang kita tidak akan pernah tau bahaya apa saja yang tengah menunggu diri Haruka, terlebih lagi Xiao Chen adalah Pria yang sangat licik, aku hanya takut jika terjadi suatu hal yang tidak pernah diinginkan, aku tau Haruka adalah Wanita yang sangat tangguh, tetapi biar bagaimanapun juga dia tetaplah seorang Wanita." Ucap, Norr yang saat itu tengah menatap langit malam dengan Wajah cemasnya.
Leo yang mendengar perkataan dari diri Norr, seketika tersadar akan apa yang dikatakan oleh kawannya itu, dengan segera Leo berjalan untuk dapat melangkahkan kakinya diatas rumput liar.
"Kalau begitu tunggu apa lagi, sebaiknya kita segera mencari keberadaan Haruka." Ucap, Leo yang segera menoleh ke arah belakang untuk dapat menatap Wajah Norr.
Norr yang sedikit terkejut akan sikap dari Leo yang begitu sangat cepat mengambil keputusan, tanpa pikir panjang lagi Norr segera mengikuti Leo untuk dapat mencari keberadaan Haruka yang saat ini dalam pemikiran mereka Haruka tengah mencari Putri Kirana sendirian.
^°^°
Sedangkan didalam Hutan Kaisar Lin Dan juga Yuan tengah duduk dibawah dahan Pohon yang cukup besar, terlihat ada sisa makanan yang telah mereka santap dimalam itu. Tubuh Kaisar Lin terasa lemas, karena seharian penuh mereka berjalan.
Kaisar Lin kemudian segera bangkit dari duduknya, dengan perlahan ia mengangkat tubuhnya yang terlihat sudah sangat kelelahan itu. Hal itu membuat diri Yuan terkejut, dengan cepat ia segera membantu Kaisar Lin untuk bangkit.
"Anda ingin pergi kemana, Kaisar?" tanya, Yuan dengan perasaan cemas.
Kaisar Lin kemudian segera menatap diri Yuan yang saat itu tengah menghawatirkan dirinya. Kaisar Lin menjawab tanya dari Yuan sambil sedikit tersenyum kecil kepada dirinya.
"Aku hanya ingin membasuh Wajahku didalam sungai, lalu setelah itu kita harus berjalan lagi untuk dapat menemukan Putriku Hanna." Ucap, Kaisar Lin yang menatap Wajah Yuan dengan sebuah harapan.
Yuan yang melihat sikap dari Kaisar Lin, membuatnya ikut merasakan sebuah kepedihan yang saat ini tengah Kaisar Lin alami, belum lagi ketika melihat diri Kaisar Lin tersenyum kepada dirinya ketika ia menyebut nama Putrinya, jujur saja itu adalah senyuman yang sangat Yuan rindukan setelah beberapa puluh tahun tidak pernah melihat diri Kaisar Lin tersenyum kini pada akhirnya dia dapat melihat senyuman itu.
"Baiklah Kaisar, saya akan menemani anda, saya hanya takut jika nantinya terjadi sesuatu terhadap diri anda, Kaisar." Ucap, Yuan yang saat itu tengah menggenggam lengan Kaisar Lin dengan erat.
Yuan yang melihat tidak adanya penolakan dari diri Kaisar terhadap permintaannya itu, membuatnya merasa tenang.
"Syukurlah, dengan begini setidaknya aku dapat mengawasi Kaisar." Dalam benak Yuan dengan perasaan tenang.
Di dalam Hutan yang sangat gelap, mereka menyusuri jalanan yang tampak tidak jelas, Yuan yang tengah bersama dengan diri Kaisar Lin, terlihat begitu sangat was-was, ia melangkahkan kakinya diatas rumput halus, karena keberadaan sungai cukup jauh dari tempat mereka saat itu, membuat keduanya harus terus berhati-hati karena mereka tidak akan pernah tau apa yang nantinya akan mereka jumpai ditempat itu.
^°^°
Pangeran Rendra yang masih berjalan untuk dapat menemukan keberadaan dari Putri Kirana yang saat ini dia sendiri pun tidaklah tau dimana Wanita itu berada.
"Hm, ini seperti mencari jarum dalam tumpukkan jemari, sungguh sangat mustahil bagiku dapat menemukan dirinya ditempat yang sebegitu luas ini, apakah dia kembali ke Istananya? Ah tetapi itu sangat tidak mungkin terjadi, karena saat ini dirinya tengah menjadi seorang buronan, jika dia kembali ke Istananya pasti Pamannya sendiri akan membawanya untuk kembali ke dalam Istana Yu, dimana kau Kirana? Aku begitu sangat merindukan dirimu." Dalam benak Pangeran Rendra yang terus berjalan menyusuri jalanan.
Hari semakin gelap, Pangeran Rendra terus berjalan menyusuri jalanan yang gelap, hanya ada sinar dari rembulan malam yang menyinari langkahnya, menemani dirinya didalam yang sunyi itu.
Pangeran Rendra kemudian menundukkan kepalanya untuk dapat menatap Pedang bening pembentukan dari Bundanya, dia merasa sangat beryukur dapat berjumpa dengan orang yang selama ini ia rindukan kehadirannya, dia tidak pernah tau jika dirinya memang bukanlah Putra dari Kaisar Yu dan juga Permaisuri Jian, jika saja pada hari itu Pangeran Kichiro tidak bertanya kepada Kaisar Yu mungkin selamanya dirinya selalu berada dalam rantai kebohongan.
"Kali ini hanya diriku sendirilah yang dapat mengatur kemana langkahku akan pergi, aku tidak akan pernah tertipu lagi! Aku bukanlah seorang Pria yang lemah, aku ini Pria yang hebat, dan aku harus mampu menjaga Wanita yang paling aku kasihi." Dalam benak Pangeran Rendra yang segera mengepal dengan erat Pedang yang tengah berada didalam genggamannya.
"Jika aku lemah, aku tidak akan pernah bisa melindungi orang-orang yang aku kasihi, maka dari itu aku harus menjadi kuat agar aku tidak kehilangan mereka yang paling berharga dalam hidupku!" Ucap, Pangeran Rendra, kemudian dia segera berlari dengan sangat cepat, sampai keringat mengucur dari dalam rambutnya.
^°^°
Setelah tiba di sungai Kaisar Lin membasuh Wajahnya dengan air yang sangat dingin, ketika kedua telapak tangannya menyentuh air tubuhnya merasa sangat segar. Yuan yang tengah berdiri dibelakang tubuh Kaisar Lin hanya terdiam, sambil terus mengamati diri Kaisar Lin agar tidak terjadi sesuatu dengan dirinya.
Tak lama kemudian setelah selesai membasuh Wajah Kaisar Lin mencoba untuk bangkit, Yuan yang melihat hal itu dengan segera ia membantu diri Kaisar Lin agar dapat bangkit.
"Terima kasih Yuan." Ucap, Kaisar Lin yang tengah menatap Wajah Yuan.
Yuan tersenyum kecil kepada diri Kaisar, lalu mereka segera meninggalkan tempat itu dan berjalan lagi untuk dapat keluar dari dalam Hutan.