
Haruka segera menatap wajah Norr yang terlihat begitu serius kepadanya. Lagipula Haruka juga menyadari akan banyaknya orang-orang yang mempersulit dirinya, terlebih lagi dia telah membunuh Pangeran Iblis, Haruka juga belum mengetahui secara pasti apakah benar seluruh keluarga Iblis telah lenyap atau mungkin salah satu dari mereka ada yang masih hidup. Maka dari itu, Haruka saat ini harus lebih berhati-hati. Dia tidak tau akan seperti apa lawan yang dihadapi nanti oleh dirinya.
"Hm, kau benar Norr, selalu ingat ya untuk melindungi diri kalian sendiri, tidak perlu menghawatirkan diriku." Ucap Haruka dengan wajah seriusnya.
"Baiklah." Jawab Norr, dengan wajah acuhnya.
Segera Haruka dan Kirana berjalan untuk meninggalkan Norr dan Leo, tak lama Leo memperhatikan diri Haruka yang semakin menjauh dari mereka.
"Jadi yang ingin kau katakan tadi?" ucap Leo yang melirik kearah Norr.
"Ingat selalu lindungi Haruka dari kejauhan, aku merasa kebaikan Kirana kepada Haruka itu tidaklah tulus." Ucap Norr.
"Hmm, ternyata kau juga mencurigainya." Jawab Leo.
"Hmm, semoga saja Haruka tidak terbutakan oleh sebuah kebaikan." Ucap Norr.
"Tenang saja, Haruka itu sangatlah cerdas." Balas Leo.
Diperjalanan menuju sungai.
Haruka nampak dingin tanpa sepatah kata yang terucap dari bibirnya. Kirana yang merasa amat canggung dengan hal itu segera dia berbicara agar suasana tidak terlalu kaku.
"Haruka." Ucap, Kirana.
"Ya?" jawab Haruka sambil melirik wajah Kirana yang berada disampingnya.
Haruka yang terus berjalan, pandangannya lalu tertuju pada jalan yang tengah dia lewati.
"Begitukah?" jawab Haruka dengan wajah dinginnya.
"Iya, bagaimana jika kita...." Belum sempat Kirana meneruskan ucapannya tiba-tiba saja Haruka menyambung ucapan Kirana.
"Ah, bukankah itu sungai?" ucap Haruka sambil menunjukkan jari telunjuk kanannya kearah depan.
Kirana terlihat agak terkejut, lalu dia segera menatap kearah sungai yang berada dihadapan mereka.
"Iya, inilah sungainya." Ucap Kirana dengan wajah ketidak nyamanannya.
"Baiklah, aku tidak akan mengulur waktu lagi, mari Kirana." Balas Haruka sambil berjalan kearah sungai.
Kirana hanya terdiam kemudian dia segera mengikuti Haruka yang berada disampingnya. Haruka dengan cepat melepaskan pakaiannya dia segera berendam didalam air sungai yang amat jernih itu.
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka telah usai berendam Haruka dan Kirana berniat untuk kembali kedalam Gubuk milik Kirana. Namun Haruka dikejutkan dengan sosok pria yang tengah meloncati dahan pohon yang amat tinggi dengan mengenakan pakaian serba hitam, juga wajah yang tertutup topeng dari kain hitam, pandangan Haruka tertuju pada sosok itu, sorotan mata Haruka nampak tengah mengamati sosok itu dengan serius. Sosok orang yang tengah berada diatas pohon besar sedikit melirik wajah Haruka, dia nampak terkejut dengan tatapan dari Haruka kepada dirinya.
Orang misterius itu akhirnya segera turun dari atas pohon dengan meloncat, dia mendarat dengan sempurna, dari gestur tubuhnya dia nampak seorang pria yang tangguh. Entah apa yang tengah orang itu inginkan dari kedua wanita yang berada dihadapannya.
Orang aneh itu segera mendekat kearah Haruka dan Kirana, Kirana yang amat berwaspada dengan segera dia mengelurkan kekuatannya yang telah dia kumpulkan di tangan kanannya.
Sosok misterius itu melirik kearah tangan Kirana yang sudah siap untuk menyerang, namun saat dia mengalihkan pandangannya untuk memandang wajah Haruka, sungguh aura dingin, dan mengerikan darinya meskipun dia nampak tenang namum dari caranya menatap sosok itu sudah melihat Haruka bukanlah gadis sembarangan yang dengan mudah dapat dilumpuhkan.