
Hati yang terluka ini seakan tak mampu lagi menutupi perih nya. tangis yang sekian lama tersimpan di selaksa mata kini tak mampu lagi untuk bertahan.
"Aku hanya lah seorang gadis dari masa depan, aku tidak seharusnya berada di tempat ini, aku mencintai mu aku sungguh mencintai mu kichiro." Dalam benak hanna.
Wanita itu pergi menuju kamar nya, dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Kemudian dia menatap jendela kaca nya, wanita itu segera berjalan menghampiri jendela yang terbuka, dia segera memperhatikan sekeliling di luar kamar nya.
Lalu dia dikejutkan norr yang berada di bawah jendela nya itu.
"Apa yang sedang kau lakukan disini?." Ucap hanna dengan terkejut.
Pria itu tidak memandang wajah hanna sedikit pun dia membelakangi wanita itu dengan membawa kain merah di tangan nya.
"Untuk apa kau menangis? jika kau mencintai nya katakan saja, tidak perlu terus menerus membohongi dirimu sendiri." Ucap norr dengan serius.
"Apa maksud mu?." Ucap hanna dengan heran terhadap norr yang berkata begitu terhadap nya.
"ini sapu tangan untuk dirimu, usap air mata mu itu beserta ingus di hidung mu, Kau sungguh sangat jelek ketika menangis." Ucap norr sambil memberikan sapu tangan berwarna merah kepada Hanna.
Hanna melihat ke bawah raut wajah nya terlihat agak kesal kemudian wanita itu segera menyela ucapan dari norr.
"Aku tidak...."
"Sudah ambil saja, dan ingat jangan pernah menangis lagi." Ucap norr sedikit melirik hanna.
"Norr, jika suatu hari nanti aku pergi meninggalkan kichiro bagaimana? Dan jika nanti dia mengetahui tujuan ku ini bagaimana? apakah menurut mu dia akan terus mencintai ku, aku sungguh bingung harus berbuat apa sekarang, aku tidak ingin mengingkari janji ku kepada Hanna, apa yang harus ku lakukan norr?." Ucap nya dengan bingung.
"Kau tau tidak semua nya tidak harus di balas dengan kejahatan, apakah kau yakin tujuan mu kemari untuk membalas kan dendam hanna? coba kau fikir kan apakah hanna yang telah meminta mu untuk datang ke dunia ini? bukan kan?." Ucap norr sambil menatap hanna dengan serius.
"Aku tidak tau." Ucap hanna dengan bingung.
"Bunuh mereka jika kau ingin membunuh nya. namun ingat jika kau terus menghiraukan perasaan kichiro terhadap mu, cepat atau lambat perasaan yang dia rasakan sekarang terhadap dirimu akan hilang." Ucap norr.
Hanna menutup ke dua mata nya sejenak lalu dia membuka nya perlahan.
"Ta..norr?." Ucap hanna dengan bingung karena pria itu sudah tidak berada di dalam kamar nya lagi.
Hanna melihat ke luar jendela namun dia tidak melihat norr berada di sana, kemudian pandangan nya tertuju pada sapu tangan yang tadi di genggam oleh norr.
Hanna mengambil sapu tangan itu kemudian dia menatap langit biru.
"Mengapa dia berkata begitu? apakah tujuan ku kemari bukan untuk membalas kan dendam hanna, lalu untuk apa?." Ucap hanna dengan bingung.
Wanita itu kembali termenung dia terus memikirkan ucapan dari norr yang tadi sempat di katakan nya.
Di atas pohon besar norr menatap hanna dengan tatapan sendu.
"Berbahagia lah dengan orang yang kau sayang, haruka." Ucap norr.
Kemudian pria itu merubah diri nya menjadi seekor burung dan pergi meninggalkan tempat itu.