Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
86


Di taman istana


Ke dua pangeran sedang duduk dengan ayah nya kaisar yu memandang kichiro "apakah kondisi hann sudah membaik?." Tanya nya.


Pangeran kichiro melihat ayah nya sambil tersenyum "Iya, dia sudah tidak apa apa , terimakasih karna ayah sudah mengkhawatirkan nya." Ucap kichiro.


Kaisar memalingkan wajah dia menatap rendra putra pertama nya "bagus lah, oh ya rendra , kau harus ingat pesan ku jangan pernah sekalipun kau mencoba untuk mencintai kirana." Dengan tegas dia berbicara.


Pangeran kichiro menatap kaka nya.


Pangeran rendra menundukkan kepala , kemudian dia menatap kaisar yu kembali.


"Ayah tenang saja hal itu tidak akan pernah terjadi."


Kaisar yu tersenyum senang melihat putra nya sangat menuruti perkataan nya , ya setidak nya dia masih memiliki putra yang mau menuruti kemauan nya.


"Bagus , kau harus ingat aku menikah kan mu dengan nya semata mata hanya karna ingin melihat dia menderita saja ,jadi jangan sekali kali kau mencoba untuk mencintai gadis itu , kau mengerti kan!." Ucap kaisar yu dengan serius.


Karna pangeran rendra adalah anak kebanggaan dari ayah nya jadi mau tidak mau dia akan selalu menuruti permintaan ayah nya itu.


"Iya ayah , aku pastikan hal itu tidak akan pernah terjadi , kau dapat mempercayai ku ayah." Ucap pangeran rendra sambil memandang ayah nya.


Kaisar yu tersenyum.


Pangeran kichiro memandangi kaka nya terbesit rasa kagum namun juga tersimpan rasa yang sangat di sayangkan dari kaka nya.


Tak terasa suasana menjadi sangat canggung , segera pangeran rendra berbicara untuk mencairkan suasana.


"hmm, sebenarnya apa tujuan ayah mengajak kami kemari?." Ucap pangeran rendra sambil menatap ayah nya.


Kaisar yu melihat ke dua putra nya.


"Jadi aku sengaja memanggil kalian karna ini tentang masalah amuya." Ucap kaisar yu.


"Ini tergantung pada dirimu adik kedua." Ucap pangeran rendra sambil menatap adik nya.


Dengan cepat pangeran kichiro menjawab pertanyaan dari kaka nya "Aku sudah katakan ,Pulangkan dia ke istana nya , aku sudah tidak bisa menerima dia disini sebagai selir , dia hampir membunuh hanna tidak mungkin aku tetap menerima nya untuk berada di sisi ku." Ucap kichiro dengan tegas.


Kaisar yu meletakkan ke dua tangan nya di atas meja.


"Hmm , tapi apa kau sudah memikirkan semua matang matang ? ,kau harus ingat pasti akan ada ketidak terima an dari permaisuri ayunkan ibunda amuya." Ucap kaisar yu.


Kichiro sedikit mengerutkan dahi.


Pangeran rendra yang sedari tadi menatap adik nya segera menyahut.


"Hmm , benar apa yang ayah katakan itu kichiro , aku sangat yakin ini adalah awal dari bencana." Ucap kaka nya sambil menatap adik nya.


Ya pria itu terlihat tenang dari raut wajah nya. "Iya , aku mengerti , tentu nya aku sudah memikirkan apa yang akan terjadi nanti nya , namun aku akan terus menjaga hanna apapun yang terjadi aku akan selalu berada di samping nya , tidak perduli siapapun yang menjadi musuh nya juga pasti akan menjadi musuh ku." Ucap kichiro sambil melirik ayah dan kaka nya.