
Terlihat didalam Hutan Pangeran Kichiro dan Haruka yang masih tengah berjalan untuk dapat kembali kedalam Rumah kayu milik Pangeran Kichiro, Haruka yang masih memapah tubuh Pangeran Kichiro itu terlihat sangat fokus terhadap jalan yang tengah ia lalui. Lalu, tak lama kemudian akhirnya Haruka dapat melihat Rumah kayu milik Pangeran Kichiro dengan sepasang matanya itu.
Segera Haruka mempercepat langkahnya agar mereka cepat sampai ditempat itu, saat Haruka sudah berada didepan Rumah kayu milik Pangeran, Haruka kemudian sedikit melirik ke arah Pangeran Kichiro, ia sebenarnya ingin mengantarkan Pangeran Kichiro hanya sampai depan Rumah saja, namun saat melihat diri Pangeran Kichiro yang terlihat tengah menahan rasa sakit dari bekas pukulan yang Xiao Chen berikan membuat Haruka mengurungkan niatnya yang hanya sekedar mengantarkan diri Pangeran, namun kali ini tidak ada salahnya ia juga mengobati luka Pangeran Kichiro.
Haruka kemudian berjalan untuk dapat sampai didepan pintu Rumah milik Pangeran Kichiro, dengan perlahan Haruka mengulurkan lengan kanannya untuk dapat menggenggam daun pintu, perlahan Haruka segera membuka pintu terdengar suara decitan dari kayu yang saling bersentuhan. Haruka sesekali melirik ke arah Pangeran Kichiro, dia melihat pria itu tengah terpejam, entah hanya tertidur atau mungkin ia hilang kesadaran. Haruka kemudian memperhatikan sekitar, ia melihat sebuah ruangan yang tertutup oleh pintu, pikir Haruka mungkin saja itu tempat istirahat dari Pangeran Kichiro.
Kemudian Haruka segera bergegas untuk menuju ke arah ruangan yang tertutup itu, saat sudah berada didepan pintu Haruka segera menghentikan langkahnya dan dengan perlahan ia membuka pintu, tak lama pintu yang tertutup terbuka dengan perlahan, Haruka melihat sebuah tempat tidur dengan nuansa putih, hingga mengingatkan dirinya saat ia masih berada didalam Istana Yu, yang tengah berperan sebagai Istri dari Pangeran Kichiro, namun perasaan itu segera Haruka buang, saat ia mengingat kembali bahwa Pangeran Kichiro tengah membutuhkan bantuan.
Haruka kemudian dengan segera berjalan untuk memasuki kamar milik Pangeran Kichiro, dengan perlahan Haruka segera meletakkan tubuh Pangeran Kichiro diatas kasur putih itu, Haruka kemudian memperhatikan wajah Pangeran Kichiro yang semakin memucat, timbul perasaan yang semakin cemas dengan hal itu, sehingga membuat dirinya mencoba untuk mencari sesuatu yang dapat memulihkan luka Pangeran Kichiro.
"Apa yang dapat menyembuhkan dirinya? Wajahnya semakin memucat saja, ah Norr, iya benar dia pasti mengetahui obat yang dapat menyembuhkan Kichiro, aku harus bertemu dengan Norr." Ucap, Haruka yang dengan segera memalingkan tubuhnya untuk dapat bertemu dengan Norr.
Saat Haruka ingin pergi untuk meninggalkan Pangeran Kichiro, langkahnya dengan segera terhenti karena lengan kirinya telah digenggam oleh Pangeran Kichiro, hal itu membuat Haruka terkejut kemudian dia segera menoleh ke arah Pangeran Kichiro, dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas itu.
"Kichiro, kau sudah sadar?! Aku pikir kau... Aku harus bergi sekarang, lukamu harus segera diobati, kau bisa menunggu diriku disini kan?" ucap, Haruka yang memandang wajah Pangeran Kichiro dengan perasaan khawatir.
Pangeran Kichiro kemudian menarik lengan kiri Haruka, dan segera ia letakkan diatas tubuhnya, Haruka yang melihat hal itu terlihat sangat bingung dengan sikap dari Pangeran Kichiro.
"Jangan pergi, tetaplah disini." Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap wajah Haruka.
Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran sungguh membuatnya terkejut, kemudian dengan segera Haruka membalas ucapan Pangeran Kichiro dengan perasaan kesal.
"Hei, jangan bermain-main, kau ini sedang terluka, dan aku tidak dapat menyembuhkan lukamu, aku harus mencari penawarnya, aku mohon izinkan aku pergi." Ucap, Haruka yang segera berjalan mendekat ke arah Pangeran Kichiro.
Pangeran yang melihat sikap Haruka membuat hati Pangeran merasa sangat senang, sebenarnya luka yang ia terima dapat dia tekan dengan tenaga dalam miliknya, jadi meskipun wajahnya terlihat pucat sebenarnya ia sudah cukup baik-baik saja, meskipun tubuhnya terluka.
"Iya, aku tau ini memang sangatlah menyakitkan, namun aku hanya menginginkan dirimu tetap berada disampingku." Ucap, Pangeran Kichiro dengan raut wajah yang masih pucat itu.
"Baiklah aku tidak akan pergi kemanapun, tetapi izinkan diriku untuk membersihkan lukamu." Ucap, Haruka yang menatap wajah Pangeran Kichiro dengan raut wajah cemas.
Pangeran Kichiro yang mendengar hal itu hanya tersenyum tipis, sambil mengganggukkan kepalanya, sebagai tanda ia bersedia jika Haruka merawat lukanya itu. Haruka yang melihat diri Pangeran yang mengizinkan dirinya untuk membersihkan luka pada tubuhnya itu, membuat diri Haruka merasa sedikit tenang. Haruka kemudian kembali bertanya pada diri Pangeran Kichiro sebelum ia memulai untuk membersihkan luka pada tubuh Pangeran.
"Apa kau memiliki kain yang tidak terpakai?" ucap, Haruka yang menatap wajah Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Haruka membuat dirinya segera menjawab tanya dari Wanita itu.
"Hm, iya didalam lemari ini, sepertinya aku pernah menyimpan beberapa pakaian." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera melirik ke arah samping kanannya, yang tengah berdiri sebuah lemari terbuat dari kayu itu.
Haruka kemudian segera melirik ke arah samping kirinya, kemudian Haruka menarik lengannya yang tengah digenggam oleh Pangeran Kichiro, dengan segera Haruka berjalan ke arah lemari itu, lalu ia membuka pintu lemari kayu dengan perlahan dilihatnya beberapa pakaian yang terlihat lusuh, karena mungkin sudah sangat lama benda itu tersimpan didalam lemari kayu itu. Haruka memang melihat beberapa pakaian, kemudian pandangannya tertuju pada salah satu pakaian berwarna putih, dengan perlahan Haruka segera mengambilnya, dan merobek pakaian milik Pangeran tanpa sedikitpun perasaan canggung.
Tak lama Haruka segera menyimpan kembali sisa pakaian yang sudah terobek itu, sedangkan robekan yang lainnya tengah berada didalam genggamannya. Haruka kemudian kembali menutup pintu lemari itu, lalu dengan segera ia duduk diatas kasur, disamping tubuh Pangeran Kichiro, Pangeram yang melihatnya hanya terdiam, kemudian Haruka segera berbicara pada diri Pangeran Kichiro.
"Maaf, aku merobeknya." Ucap, Haruka yang menatap wajah Pangeran Kichiro.
"Hm, tak apa, itu hanya pakaian lamaku yang sudah tidak terpakai saja." Balas, Pangeran Kichiro yang menatap Wajah Haruka.
Haruka kemudian segera meminta Pangeran untuk sedikit mengangkat tubuhnya untuk bersandar dibelakang kasur, sambil Haruka membantu Pangeran Kichiro, sambil menarik bantal berwarna putih yang saat itu akan dijadikan sandaran oleh Pangeran Kichiro.
"Kalau begitu coba angkat sedikit tubuhmu, sambil aku membantumu, kemari." Ucap, Haruka yang tengah menggenggam lengan dan bahu Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro kemudian segera menggangkat tubuhnya sambil bersandar dengan menggunakan bantal putih yang sudah Haruka sediakan. Haruka kemudian dengan perlahan membuka pakaian Pangeran Kichiro, kemudian dia mencoba untuk membersihkan darah yang sudah mengotori tubuh Pangeran, dengan perlahan dan hati-hati, lalu terlihat wajah Pangeran yang sepertinya merasa kesakitan saat ia dengan segera menutup wajahnya sambil menggenggam lengan Haruka, yang membuat diri Haruka terkejut sehingga ia menghentikan pergerakannya sambil menatap Wajah Pangeran.
"Apakah ini sakit?" ucap, Haruka yang menatap Wajah Pangeran Kichiro.