
Dengan perlahan tubuh Xiao dipenuhi dengan sinar berwarna putih, segera diapun mengilang dari hadapan Haruka. Haruka yang memperhatikan hal itu nampak sedikit terkejut, tatapan matanya kemudian segera berputar memperhatikan sekeliling. Haruka kembali teringat akan Ucapan Xiao jika dia memanglah reinkarnasi dari Zie pastinya dia akan kembali dengan kondisi baik-baik saja, namun jika kenyataannya adalah sebaliknya maka Haruka sudah dapat memastikan apa yang akan terjadi kepada dirinya.
"Baiklah, semuanya dimulai dari sini." Ucap, Haruka dengan cepat dia segera berlari menjauhi tempat itu. Namun saat ia ingin melangkahkan kakinya tanah yang ia injak tak lama retak dengan perlahan, kemudian segera terbelah menjadi dua bagian.
Haruka yang melihatnya sungguh dibuat terbelalak akan hal itu, dia menarik kaki kirinya kebelakang sambil mendorong tubuhnya agar dapat menjauhi tempat itu. Haruka terus berlari ditengah derasnya hujan, tanah yang terbelah semakin menganga hingga menampakkan tubuh dalam dari tanah hitam itu. Air hujan terus membasahi tubuh Haruka, ia berkali-kali mencoba untuk mengeluarkan kekuatannya namun sungguh amat disayangkan kekuatannya tidak dapat ia pergunakan.
Tanah yang terbelah seperti mulut singa itu nampak sudah sangat kelaparan dan menginginkan Haruka sebagai mangsanya. Haruka nampak bingung saat memperhatikan sekelilingi tempat itu yang terlihat sama persis saat dimana ia berada titik awal ia berdiri, ia bagaikan jarum jam yang berada didalam sebuah jam dinding, seakan-akan ia tengah berlari untuk menjauh, namun kenyataannya ia hanya berputar-putar ditengah ancaman.
"Hah...Hah...."
Degup jantungnya terdengar begitu cepat, suara napasnya seakan tengah berlarian. Perlahan Haruka mengatur napasnya agar dapat kembali normal. Sambil memperhatikan sekeliling, kedua bola mata biru itu mengkelirya memperhatikan arah kanan dan kiri.
Tak lama tanah yang ia injak terbelah menjadi dua bagian, dan membuat tubuh Haruka terperosok kedalam. Terkejut? Tentu saja, namun dia tidak akan pernah menyerah untuk hidupnya.
"Perduli apa tentang reinkarnasi?! Aku sudah hidup kembali, dan aku tidak akan mati dalam situasi yang seperti ini!" Ucap, Haruka dengan terus menahan dinding tanah yang mencoba untuk menguburnya hidup-hidup.
"Ayolah Haruka, ini hanyalah sebuah permainan, kau pasti mampu untuk memenangkannya." Ucap, Haruka dengan perasaan yakin.
"Kau, memanglah Zie." Ucap, Xiao yang tengah duduk diatas kursi besar bersama dengan seekor Naga emas miliknya.
Tanah yang terbelah dengan perlahan akan tertutup dan menelan tubuh Haruka hidup-hidup.
"Hanya, orang mati yang dapat dikubur!!" Ucap, Haruka yang terus mencoba menahan tanah yang akan kembali tertutup itu.
Belum mampu ia keluar dari dalam tanah itu, segera dia dikejutkan dengan air yang mengalir dari dalam tanah itu.
"Sial, jadi dia mencoba untuk membunuhku?!" ucap, Haruka dengan perasaan kesal.
Air terus mengalir, kini sudah hampir menelan tubuh Haruka. Ketinggian sudah mencapai pundaknya.
"Aw...?!" Teriak Haruka dengan perasaan terkejut.
Tak lama dia merasa ada sesuatu yang tengah melilit tubuhnya, benar saja tumbuhan berduri yang menjalar melilit kaki sampai ketubuh Haruka dengan sangat kuat, entah darimana datangnya. Namun, lilitan dari tumbuhan itu melukai tubuh Haruka, duri-duri tajam itu menusuk kedalam kulit Haruka, sehingga air dengan warna bening itu berubah menjadi warna merah dengan aroma darah segar yang sangat kental.