Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
127


Dari kejauhan Permaisuri Kirana menatap kericuhan yang tengah terjadi di Istana Lin.


Terlihat Raja Satoru keluar secara diam-diam dari dalam Istana Lin. Melihat hal itu membuat Permaisuri Kirana segera menuruni dahan pohon yang cukup tinggi, dan menghadang Raja Satoru.


Raja Satoru yang terlihat panik dengan terkejut dia menghentikan langkahnya dan menatap tubuh Permaisuri Kirana yang tengah menghalangi langkahnya.


"Mau kabur ya?! Tidak semudah itu sini hadapi aku." Ucap Permaisuri Kirana dengan tatapan sinis.


Karena sudah merasa tertekan mau tidak mau dia harus menghadapi Permaisuri Kirana yang sudah siap menyerangnya.


"Ternyata kau mendukung Hanna!


Sungguh tidak disangka!."


"Terkejut??." Ucap Permaisuri Kirana.


"Sungguh sangat menarik, seorang gadis lemah bersatu!." Ucap Raja Satoru.


"Lemah?! Sepertinya kau yang jauh lebih lemah dari kami!." Ucap Permaisuri Kirana sambil mengeluarkan Pedang merah miliknya, segera kekuatan yang Kirana miliki mengenai tubuh Raja Satoru.


Raja Satoru segera menghindari serangan yang Kirana berikan.


"Sungguh tidak membuang waktu, dengan cepat kau menyerang diriku, bagus. Matilah kau Kirana!!." Ucap Raja Satoru yang segera mengeluarkan kekuatan yang dimilikinya.


Dengan cepat Kirana menghadang serangan Raja Satoru, saat melihat hal itu membuat Raja Satoru terbelalak karena kekuatan Kirana bisa jauh lebih besar dibandingkan kekuatan yang dimiliknya.


Dengan tatapan sinis Permaisuri Kirana memperhatikan Raja Satoru yang begitu terkejut melihat kekuatannya.


"Sekarang siapa yang lemah?! Aku?!Atau kau?!." Ucap Permaisuri Kirana.


Pertarungan masih berlanjut, Hanna segera menendang tubuh Pangeran Aska dengan sangat kuat. Tak lama Hanna mengeluarkan kekuatan benih petir yang dia miliki.


Hanna dengan cepat menebaskan pedangnya kearah Pangeran Aska dan para prajuritnya. Dengan mudahnya puluhan Prajurit milik Pangeran Aska terlempar ketanah dengan luka yang cukup dalam.


Pangeran Aska terjatuh ketanah saat dia ingin bangkit Norr segera menahan tubuhnya dengan menyentuh pundak Pangeran Aska dengan jarinya. Entah mengapa tubuhnya tidak dapat digerakkan, dia pun tidak dapat berbicara.


"Hanna, cepat kejarlah Permaisuri Ayunian dan Amuya. Aku merasa mereka belum terlalu jauh pergi, mereka biar aku yang hadapi, tugasmu adalah membunuh mereka." Ucap Norr dengan lantang.


Hanna yang mendengar hal itu segera dia menganggukan kepalanya dan bergegas pergi untuk mengejar Permaisuri Ayunian dan Amuya. Kaisar Lin yang melihat Hanna yang akan mengejar Isteri dan Anaknya segera menghalangi Hanna.


Hanna melirik kearah samping dilihatnya Kaisar Lin akan menghalangi langkahnya untuk mengejar Permaisuri Ayunian dan Amuya. Dengan cepat dia mengarahkan pedang dan melukai tubuh Kaisar Lin.


Serangan yang Hanna berikan telah membuat Kaisar Lin terluka, kekuatan benih petir dengan cepat melukai saraf otaknya. Darah segera keluar dari dalam mulut Kaisar, Hanna yang tidak menghiraukan segera pergi untuk mengejar Permaisuri Ayunian dan Amuya.


Hanna meloncati beberapa tembok besar yang menjulang tinggi dari Istana Lin. Tak lama dia menghilang dari penglihatan semua orang.


Di tempat lain.


Permaisuri Ayunian dan Amuya terlihat panik dan mereka berjalan dengan tergesa. Tubuh mereka terluka hingga membuat langkahnya untuk berjalan tidak dapat kokoh.


"Bunda, tunggu aku." Ucap Amuya yang terlihat sangat kelelahan dan sudah tidak mampu lagi untuk berjalan.


Permaisuri Ayunian yang melihat hal itu segera menghentikan langkahnya, dia memalingkan pandangan kebelakang dan melihat Amuya yang terlihat sudah tidak sanggup bejalan.


"Apa kau ingin Hanna menemukanmu?! Dan membunuh kita?! Simpan eluhanmu itu kita harus cepat pergi dari sini."