
Putri Yuri yang sudah mengerti ucapan dari Ayahnya dia kemudian segera berjalan untuk meninggalkan tempatnya, Raja Age yang memperhatikan Putri Yuri yang tengah berjalan hati-hati untuk mendengarkan pembicaraan dari Kaisar Yu, hanya terdiam sambil menatapnya dengan serius, tak lama kemudian Raja Age segera pergi meninggalkan tempatnya dan pergi menuju kamar.
Di dalam Ruangan Kaisar Yu, terlihat suasana yang terasa sangat canggung, Pangeran Kichiro dan Pangeran Rendra hanya terdism dihadapan Kaisar Yu, Kaisar Yu yang melihat hal itu sungguh merasa panik, didalam benaknya ia beruara "Bagaimana ini! Aku tidak ingin kehilangan keduanya, karena mereka sangat berguna untuk menjaga Istana Yu, apa yang harus aku lakukan sekarang ini?" Kaisar Yu segera mengela napas yang agak panjang, dengan raut wajah dinginnya Kaisar Yu yang tengah duduk disinggah sananya itu, segera bangun dari duduknya kemudian dia berjalan untuk melalui kedua Pangeran yang tengah berdiri dihadapannya itu, Kaisar Yu berjalan untuk menghampiri sebuah jendela kaca yang tengah berada diujung ruangannya itu.
Pangeran Rendra, dan Pangeran Kichiro yang tengah berdiri dengan posisi mereka yang sejajar, dengan segera kedua Pangeran itu menoleh ke arah belakang, sambil melirik Kaisar Yu yang tengah memperhatikan langit malam dari balik kaca jendela, Pangeran Rendra merasa Kaisar Yu hanya mengulur-ulur saja dan tidak ingin menceritakan apa yang tengah ia sembunyikan membuat Pangeran Rendra merasa bahwa rahasia yang tengah disimpan oleh Kaisar Yu sangat besar, dan berarti bagi mereka berdua.
"Ayah, cepat katakan yang sejujurnya, apa sebenarnya rahasia yang tengah kau tutupi dari kami itu?" ucap, Pangeran Rendra yang merasa semakin curiga.
Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Pangeran Rendra yang berkata begitu, membuat Pangeran Kichiro juga semakin penasaran, mungkin kah hanya dirinyalah yang bukan anak kandung dari Kaisar Yu, ataukah sebenarnya mereka berdua memang bukanlah anak dari Kaisar Yu. Pangeran Kichiro hanya mampu menerka-nerka saja, tanpa dia tau apa yang sebenarnya, namun kemungkinan besar Kaisar Yu pasti tidak akan pernah bekata jujur, jika hal yang tengah ia rahasaikan sangat sulit untuk diungkapkan, ya Pangeran Kichiro hanya bisa mebduga-duganya secara logika.
Kaisar Yu yang mendengar ucapan dari Pangeran Rendra, sebenarnya membuat dirinya merasa kesal, namun jika ia melakukan sedikit saja kesalahan maka itu akan membahayakan dirinya, dia hanya tidak ingin kehilangan aset berharganya, karena kekuatan, dan kekuasaan, juga kecerdasan dari keduanya sangat ia butuhkan.
"Apa boleh buat, jika sudah seperti ini aku harus mencari cara agar mereka tidak pergi meninggalkan diriku, harus!" Dalam benak Kaisar Yu dengan perasaan yakin.
"Sebenarnya Kichiro memang bukan lah anak kandung kami, aku menemukan dia saat aku berada didalam hutan, kau seperti seorang anak yang tidak diinginkan oleh kedua orang tuamu saat itu, kau ditelantarkan oleh mereka, sehingga kau ditinggal saat aku tengah mencari hewan buruan tanpa disangka aku mendengar suara tangisanmu, dan akhirnya aku membawamu pulang, sedangkan dirimu Rendra kau itu... Hmm, anak kami, saat melihat Kichiro tumbuh menjadi seorang anak yang berani, kuat, bahkan dia dapat memiliki kekuatan yang sama persis dengan mendiang Permaisuri Jian, membuat diriku sangat iri, sehingga aku juga memperlakukan dirimu layaknya caraku mendidik Kichiro, namun ternyata kalian memiliki karakter yang sangat bertolak belakang, hingga aku memutuskan untuk terus bersikap seperti ini agar kalian tetap menjadi seorang anak yang kuat, tetapi aku ini sangat menyayangi kalian." Ucap, Kaisar Yu yang sedikit melirik ke arah kedua Putranya itu.
Pangeran Rendra yang tengah menatap diri Kaisar Yu, merasa sangat kecewa saat mendengar ucapannya itu, kemudian dia segera menyeringai, sambil melirik ke arah Pangeran Kichiro, lalu Pangeran Rendra mengepalkan kedua lengannya sambil kembali berbicara kepada Kaisar Yu.
Pangeran Kichiro juga sedikit merasa ada kejanggalan dari penjelasan Kaisar Yu yang telah ia berikan, namun karena Pangeran sudah sedikit mendapat titik terang bahwa dia memang bukan lah anak dari Kaisar Yu dan mendiang Permaisuri Jian, membuatnya mengerti mengapa Kaisar memperlakukan dirinya seperti itu. Saat ini Pangeran sudah mengerti bahwa tujuan dari Kaisar Yu bukan lah sebuah rasa cinta dan sayang yang tulus, melainkan hanya sebuah ambisi, yang terlalu besar hingga pada akhirnya ambisi itu yang akan meruntuhkan diri Kaisar Yu sendiri.
Kaisar Yu yang mendengar ucapan dari Pangeran Rendra membuat dirinya merasa sangat kesal, dan akhirnya Kaisar Yu menoleh ke arah Pangeran Rendra dan Pangeran Kichiro sambil berkata kasar terhadap diri mereka.
"Beraninya kau tidak mempercayai diriku! Apa untungnya bagiku berdusta kepada kalian, hah! Coba kalian pikirkan mengapa aku merawat kalian dengan sangat baik! Jika bukan karena perasaan sayang, lalu apa lagi!" Bentak Kaisar Yu yang terlihat sangat kesal dihadapan Pangeran Rendra, dan Pangeran Kichiro.
Kedua Pangeran itu melihat Kaisar Yu yang terlihat semakin kesal, membuat mereka semakin curiga bahwa masih ada banyak rahasia yang tidak ingin Kaisar Yu ungkap dihadapan mereka, Pangeran Kichiro yang terlihat sangat tenang itu kemudian dia segera berbicara kepada Kaisar Yu dengan raut wajah dingin.
"Hm, jika aku berkata bahwa niatmu itu hanya demi ingin menjadikan Istana Yu semakin jaya, kedudukan dirimu semakin tinggi, dan semua yang kau inginkan harus segera kau dapatkan, kekuasaan, kekayaan, diagung-agungkan jika bukan karena hal itu untuk apa lagi kau masih menginginkan kami berada didalam Istana ini?! Pangeran Rendra dia kuat dalam berburu, dia sangat cepat, sedangkan aku, aku kuat dalam sebuah peperangan, caraku bertarung sangat cerdik bukan, sehingga kau tidak ingin kehilangan kami, bukankah seperti itu, Kaisar Yu!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan nada bicara tegasnya itu.
Kaisar Yu yang merasa sangat tidak menyangka dengan ucapan dari Pangeran Kichiro, yang dapat menerka semuanya dengan akurat, membuat diri Kaisar merasa sangat panik dan gugup, namun dia tetap berusaha untuk tenang, dan terlihat sangat angkuh, sungguh sikap dan sifat yang sangat bertolak belakang dengan dirinya dahulu, sungguh tidak disangka kekuasaan dan kekayaan mampu membuat seseorang yang baik dapat dengan cepat berganti menjadi seseorang yang sangat kejam.
Putri Yuri yang masih menguping pembicaraan mereka terlihat sangat serius, dan kali ini ia harus berhasil tidak boleh gagal lagi.