
Malam hari di ruangan kerja pangeran Kichiro.
pangeran Kichiro sedang melamunkan sesuatu."
Masa lalu Pangeran.
Beberapa tahun yang lalu saat pangeran Kichiro masih berusia lima tahun dahulu semua orang yang berada di istana Yu selalu mengabaikan keberadaan Kichiro, hanya memperdulikan pangeran rendra sebagai putra pertama dari Kaisar Yu.
Disetiap harinya selalu menuruti perkataan ayah nya, tahun demi tahun berlalu sampai kini akhirnya dia menjadi seorang pangeran ke dua yang hebat, memiliki ilmu yang kuat, disegani banyak orang, namun tidak pernah mendapatkan kebebasan.
Selalu harus menurut pada setiap kata dan perintah ayahnya, dan sekarang saat dia mulai merasa nyaman dan bahagia karna kehadiran seorang gadis yang unik mengapa ayah nya tidak menyukainya? Dan bundanya bermaksud untuk melenyapkan nyawa wanita itu?!" ucap Kichiro kesal.
Kichiro yang sedang duduk di kursi mengepalkan kedua tangan yang berada di atas meja.
"Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun mengusik kehidupanku!" ucap Kichiro.
Kichiro segera terbangun dari duduknya dan berjalan keluar, sambil membuka pintu dia berjalan menuju kamar Hanna.
Langkahnya dihentikan oleh Pangeran Rendra yang memanggil Kichiro.
"Adik kedua." Ucap Pangeran Rendra.
Kichiro menoleh dan menatap kakanya.
"Ada masalah apa? Kaka memanggilku?" tanya Kichiro.
Pangeran Rendra sambil tersenyum menatap Kichiro. "Hm begini menurutku kau seharusnya menuruti ke inginan ayah, kau tau kan bagaimana wataknya?" ucapnya sambil berjalan mendekat.
"Oh, bukankah aku selalu Menuruti perintah ayah? Selama ini apakah pernah aku menentang kehendaknya?" ucap Kichiro.
Pangeran Rendra menjawabnya. "Tentu saja tidak, kau adalah adik kesayanganku, aku melakukan ini juga untuk dirimu."
"Entah mengapa aku merasa malam ini kaka sunguh berbeda, sebenarnya apa yang ingin kaka katakan padaku?" ucap Kichiro dengan bingung.
"Apa maksud dari ucapanmu kak, dulu bukan kah kau yang begitu senang dia menjadi istriku? Sekarang mengapa kau menjadi seperti ini ? Jangan katakan ini karna ayah?" tanya Pangeran Kichiro.
"Iya dahulu aku sangat menyukainya namun dia terlihat bukan wanita baik-baik." Balas Pangeran Rendra.
"Heh menurutku dia wanita yang sangat pantas di anggap baik, apa kau tau kak?! Tidak ada yang lebih indah selain mendapatkan apa yang kita suka, meskipun harus menantang dunia sekalipun." Ucap Kichiro dengan tatapan dingin.
Pangeran Rendra hanya terdiam.
Kemudian Kichiro berbalik dan melanjutkan jalan.
Tak lama langkahnya terhenti dan menoleh ke arah Pangeran Rendra."
"Oh ya kak, kuberi tau satu hal padamu, aku bukan lah kau yang akan terus menerus mengikuti perintah ayah, aku juga butuh kebebasan, sedangkan kau hm adalah seorang pangeran pertama yang sangat penurut pada orang tua, kau mengorbankan segalanya, sungguh malang." Ucap Kichiro memalingkan wajah dan melanjutkan jalan.
Pangeran Rendra terdiam sambil menatap adiknya , dia kamudian mengepalkan tangannya.
Dalam batin Pangeran Rendra "Kau benar, aku sungguh malang, bahkan aku saja tidak mampu untuk bisa seberani dirimu."
*Kamar Hanna*
Pangeran Kichiro memasuki kamar Hanna, dia berjalan mendekat ke kasur, di lihat nya hanna sudah tertidur pulas.
Kichiro berjalan mendekat, dan menyentuh pipi Hanna.
"Aku akan menjagamu dengan baik, aku akan pasti kan tidak ada seorang pun yang akan berani mengusikmu." Ucap Pangeran Kichiro.
Tak lama Hanna membuka matanya yang membuat Kichiro terkejut.
"Benarkah?" tanya Hanna.