
Di dalam Istana Yu.
Pangeran Kichiro berjalan untuk menghampiri Yuan yang tengah dipenjara. Sedangkan Kaisar dan Pangeran Rendra menghampiri Permaisuri Jian.
"Aku akan pergi ke penjara bawah tanah, ayah dan kaka lihatlah ibu dulu." Ucap Kichiro dengan kecewa.
"Bunuh Hanna. Temukan dia secepatnya gantung jasadnya di hutan! Agar tubuhnya dilumat habis oleh binatang buas!." Ucap Kaisar dengan perasaan kesal.
Kichiro hanya terdiam kemudian dia berjalan pergi untuk menemui Yuan. Setibanya di penjara bawah tanah, Kichiro menatap Yuan yang tengah menangis terisak.
Mendengar suara langkah kaki Yuan segera menatap kearah jeruji besi. Dilihatnya itu adalah Pangeran Kichiro yang tengah memandangnya.
"Pangeran?." Dengan terkejut Yuan memanggil Kichiro.
"Dimana Hanna?!." Ucapnya dengan perasaan kecewa yang teramat dalam.
"Saya tidak tau pangeran, tapi saya mohon jangan anda membencinya. Saya adalah pelayan setianya, puteri Hanna bukan lah wanita yang jahat namun sebaliknya. Dia sebenarnya hanya ingin menuntut keadilan, anda sudah mengetahuinya bukan bagaimana sikap Permaisuri Jian kepada Puteri Hanna? Saya mohon jangan anda benci dia, anda dapat menghukum saya, ataupun membunuh saya tak apa tapi saya mohon jangan anda sakit Puteri Hanna." Ucap Yuan dengan terus menangis.
Kichiro menatap wajah Yuan yang terlihat begitu menyayangi Hanna.
"Kau fikir, aku rela untuk menyakitinya?! Aku sangat mencintainya Yuan! Jika Kaisar mengetahui keberadaannya maka Kaisar akan menyuruhku untuk mebunuhnya! Semoga dia baik-baik saja, dimanapun dia saat ini. Jangan pernah biarkan aku menemukannya!." Ucap Kichiro dengan sendu.
Yuan terus menangis terisak. Kichiro menatap Yuan yang terlihat sangat bersedih.
"Aku berharap, puteri Hanna baik-baik saja." Ucap Yuan.
Kichiro terdiam sejenak lalu dia menatap Yuan.
"Yuan, Kaisar tidak akan membunuhmu. Kau tenang saja, setelah kematian bunda aku yakin Kaisar akan mencari Hanna." Ucap Kichiro yang segera pergi meninggalkan Yuan.
Tempat Haruka disekap.
Haruka hanya terdiam, kemudian air matanya jatuh perlahan kembasahi pipinya.
"Maafkan aku, mungkin kita tidak akan pernah berjumpa lagi Kichiro. Sangat disayangkan bukan? Kau tidak dapat membunuhku. Haha, jujur saja aku sangat mencintaimu, sangat Kichiro, jika kita berjumpa kembali sebelum kau memutus urat nadiku. Itu adalah hal yang inginku sampaikan kepadamu." Ucap Haruka.
Pangeran Iblis menatap Haruka yang terlihat sangat sedih.
"Apa Yang sedang kau fikirkan, Haruka?!."
Kemudian Pangeran Iblis berjalan mendekati Haruka yang tengah terantai didinding. Tangan kanannya dia angkat kemudian rantai itu terlepas. Haruka terjatuh kebawah, lalu Pangeran Iblis menangkap tubuhnya.
Haruka terlihat sangat terkejut. Kemudian Haruka mendorong tubuh Pangeran Iblis darinya.
"Ternyata kau juga dapat menangis ya?." Ucap Pangeran Iblis yang menatap mata Haruka yang sembab.
Haruka segera memalingkan wajahnya.
"Ku fikir, kau hanyalah seorang yang angkuh dan sombong. Ternyata kau dapat menunjukan kelemahanmu, menapa kau bisa menangis?! Apa karena Kichiro?! Kau menangis hanya karenanya?! Haruka sadarlah, saat ini aku yang berada disini, dan kau masih memikirkannya?." Ucap Pangeran Iblis dengan kesal.
Haruka hanya terdiam tubuhnya terasa sangatlah lemah. Wajahnya pucat tak lama Pangeran Iblis menyentuh pipi Haruka dan mengusap air matanya.
Haruka terlihat sangat terkejut, dia segera menghindar dan hampir saja terjatuh. Namun Pangeran Iblis menarik tangannya dan memeluk tubuh Haruka dari belakang.
"Lepaskan!." Bentak Haruka.