Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Keraguan Putri Kirana


Sedangkan ditengah hutan tempat dimana Putri Kirana, Leo dan Norr tinggal, nampak suasana canggung didalam ruangan kecil itu, Norr secara gamblang berbicara pada Putri Kirana perihal kejadian dimalam hari pada saat ia keluar dengan tergesa, tanpa pamit bahkan dia meruntuhkan dinding penjaga yang sudah Norr buat itu.


"Kirana, aku ingin bertanya kepadamu, mengapa kau diam-diam pergi meninggalkan hutan? Dan sebenarnya apa yang telah Leo ketahui sedangkan aku dan Haruka tidak mengetahuinya? Berkata lah dengan jujur." Ucap, Norr yang tengah duduk diatas Kursi kayu dengan memandang wajah Putri Kirana yang tengah duduk dihadapannya itu.


Leo yang melihat diri Norr terlihat begitu sangat penasaran dan curiga membuatnya segera menatap tajam wajah Putri Kirana, dengan harapan ia mau berkata yang sejujurnya terhadap diri mereka. Putri Kirana saat mendengar ucapan dari Norr, dan juga pria itu memasang raut wajah yang tidak mengenakkan untuk dirinya, terlebih lagi sorot mata tajam yang Norr berikan terhadap Putri Kirana.


Putri Kirana awalnya hanya terdiam, sambil memikirkan kembali ucapan dari Xiao Chen, namun ia tidak lah tau apakah dirinya harus berbicara dengan sejujurnya ataukah sebaliknya, saat ini hatinya begitu sangat bimbang, satu sisi Haruka adalah kawannya ia dia mengetahui hal itu, namun disisi lain dia juga sangat ingin menjadi kuat, dan bahkan mampu untuk melampaui diri Haruka, jujur saja ia sangat iri dengan Haruka, Wanita itu begitu sangat hebat, bahkan semua orang dapat tunduk dihadapannya, bahkan semua pria yang melihat dirinya dengan sekali lirik langsung berkata bahwa mereka sudah jatuh cinta.


Karena melihat Norr, dan Leo yang telah menatap dirinya dengan sangat tajam, akhirnya Putri Kirana, segera menjelaskan kejadian yang saat itu tengah terjadi pada malam hari saat ia keluar dari dalam Rumah kayu.


"Baiklah aku akan menjelaskannya kepada kalian semua, pada malam itu aku teringat akan Istanaku yang kabarnya saat ini tengah diambil alih pemerintahannya oleh Pamanku sendiri, pada malam itu aku berniat untuk melihat keadaan didalam Istana, maka dari itu aku memecahkan kekuatanmu Norr, saat aku diperjalanan entah mengapa aku merasa ada seseorang yang tengah mengikuti diriku, dan benar saja dugaanku itu, aku dikejutkan dengan kehadiran Xiao Chen, hmm dia menyerangku tanpa alasan yang jelas, ia hanya berkata bahwa ingin melihat seberapa hebat kekuatan Mata Teratai yang aku miliki, hanya itu saja selebihnya ia tidak berkata apapun lagi." Ucap, Putri Kirana yang terlihat tengah menutupi sesuatu terhadap diri Norr.


Leo yang mendengar penjelasan dari Putri Kirana merasa sangat tidak percaya bahwa Putri Kirana tidak membahas perihal tentang tawaran dari Xiao Chen yang dia suguhkan kepada Putri Kirana, entahlah. Namun, Leo berharap mengapa Putri Kirana tidak membahas perihal itu terhadap Norr mungkin saja ia telah menolak penawaran dari Xiao Chen, dan tidak menginginkan Norr menaruh rasa curiga lagi terhadap Putri Kirana, namun itu tidak sepenuhnya membuat Leo mempercayai Putri Kirana, masih tersisip perasaan curiga, juga waspada.


Norr yang mendengar penjelasan dari Putri Kirana merasa sedikit lega, namunia tidak lah tau ucapan yang telah Putri Kirana sampaikan benar adanya, atau hanya dusta semata, disaat Norr sudah mulai untuk mempercayai Putri Kirana, ia hanya berharap agar Putri Kirana tidak merusak kepercayaan yang sudah ia tanamkan untuk Putri Kirana.


"Setelah itu apa yang terjadi selanjutnya?" ucap, Norr yang menatap Wajah Putri Kirana yang tengah berada dihadapannya itu.


Putri Kirana yang tengah menundukkan kepalanya, karena rasa cemas saat ia memilih untuk menyimpan sebuah rahasia yang cukup besar baginya itu, membuatnya merasa sedikit merasa bersalah kepada diri Norr, dan juga Haruka, ya hanya sedikit saja. Tak lama kemudian Putri Kirana segera mengangkat kepalanya lalu ia melirik ke arah Norr yang tengah menatap Wajahnya dengan sepasang mata yang tajam itu.


"Ya, karena aku merasa sangat terusik akan kehadiran Xiao Chen, akhirnya aku menyerang dirinya, namun sebelum aku melakukan penyerangan dia yang awalnya berkata sangat ingin mengetahui seberapa hebat kekuatanku itu, ya dia malah menghilang begitu saja, itu sangat aneh sekali, apakah mungkin dia menginginkan kekuatanku ini? Dan bisa saja dia sangat ingin melukai diriku." Ucap, Putri Kirana yang memberikan penjelasan palsu terhadap diri Norr, dan Leo.


Norr yang mendengar penjelasan dari Putri Kirana, sedikit membuatnya merasa ragu, hal itu terdengar sangat aneh, mengapa Xiao Chen menginginkan kekuatan milik Putri Kirana, jika ditelaah kembali kekuatan yang dimiliki Xiao Chen lebih tinggi dibandingkan dengan kekuatan milik Putri Kirana. Namun, Norr yang sudah merasa curiga itu tetap terdiam sambil terus memikirkan ucapan dari Putri Kirana.


Putri Kirana yang merasa bahwa diri Norr terlihat sedikit goyah untuk mempercayai dirinya, membuatnya merasa sangat kesal, lalu dengan segera Putri Kirana berbicara kembali terhadap diri Norr dan Leo, untuk dapat mengalihkan pembicaraan agar tidak terkesan canggung dan kaku itu.


"Matahari sudah hampir tenggelam, tetapi Haruka belum juga kembali, sebenarnya kemana ia pergi? Apakah kalian tidak merasa curiga akan sikap Haruka yang akhir-akhir ini sering berubah-ubah?" ucap, Putri Kirana yang segera memancing diri Norr dan Leo agar mereka meninggalkan masalah dirinya dan Xiao Chen.


Norr dan Leo yang mendengar ucapan dari Putri Kirana, dengan segera tersadar akan perubahan sikap yang Haruka berikan kepada diri mereka, namun Norr berpikir bahwa Haruka saat ini tengah bersama dengan Pangeran Kichiro, karena dengan tiba-tiba saja ia pergi tanpa pamit meninggalkan Hutan.


"Hm, mungkin saja saat ini Haruka tengah bersama dengan Pangeran Kichiro, bukankah tadi pagi Haruka berbicara kepada kita bahwa dia bertemu dengan Pangeran Kichiro didalam Hutan." Ucap, Norr yang segera menjawab tanya dari Putri Kirana.


Leo yang saat itu juga tengah berada disamping Norr dengan segera ia menambah pembicaraan dari Norr terhadap Putri Kirana, sambil menatap wajahnya dengan sepasang mata tajam miliknya itu.


"Hm, jika perubahan sikap dan sifat menurut diriku Haruka akhir-akhir ini telah mengubah dirinya menjadi seseorang yang memiliki sifat yang jauh lebih baik dari dirinya yang dahulu." Ucap, Leo yang juga segera berbicara kepada diri Putri Kirana.


Putri Kirana yang mendengar jawaban dari kedua pria itu ia kemudian segera tersenyum tipis pada diri Norr dan Leo, lalu dengan segera Putri Kirana segera menambah ucapannya untuk dapat membalas perkataan dari Norr dan Leo.


"Hah, iya kalian memanglah benar." Balas, Putri Kirana yang kemudian segera memalingkan wajahnya ke arah samping kanan.