Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Sulit untuk didapatkan.


Jauh dari dasar lubuk hatinya yang paling dalam Putri Kirana sungguh sangat ingin pergi sejauh mungkin dari diri Norr, Leo juga Haruka, namun jika itu yang ia lakukan maka selamanya kedua pria itu akan tetap berpikir bahwa dirinya bukanlah orang yang baik, dan patut untuk dijadikan seorang teman.


Sebenarnya Putri Kirana tidaklah tau arti dari baik itu seperti apa? Dan bagaimana seseorang dapat dikatakan ia adalah seorang yang baik dan murah hatinya, sedangkan Manusia saja memiliki dua sifat yang selalu melekat dalam diri mereka, kejahatan dan juga kebaikan, tinggal bagaimana saja cara mereka memainkan kedua sifat itu dengan sempurna.


^°^°^°^°^


Telihat dari luar Rumah Kayu milik Pangeran Kichiro, Rumah Kayu itu terlihat tengah disinari oleh cahaya dari api yang berwarna oranye kemerahan itu, setelah memasuki Rumah dengan sangat dalam maka terlihatlah sebuah Kamar yang terlihat cukup besar itu, Haruka yang tengah duduk disamping Pangeran Kichiro nampak tengah terdiam, sepertinya mereka telah berbincang-bincang cukup lama.


Beberapa Waktu yang lalu....


Setelah Pangeran menghabiskan makanannya, Haruka dengan segera secara langsung mempertanyaan kondisi yang saat ini tengah dialami oleh Pangeran Kichiro.


"Apa yang sebenarnya sudah terjadi terhadap dirimu?" tanya Haruka yang menatap Wajah Pangeran Kichiro dengan raut Wajah bingungnya.


Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan Haruka, dengan segera ia menatap Wajah Haruka yang saat ini tengah berbeda itu dari dirinya dimasa lalu, banyak hal juga yang sebenarnya ingin Pangeran Kichiro tanyakan dari diri Haruka. Namun, sebelum itu Pangeran Kichiro segera menjawab pertanyaan dari Haruka.


"Aku bukanlah anak kandung dari Kaisar Yu." Ucap, Pangeran Kichiro dengan raut Wajah tegas.


Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran Kichiro, terlihat begitu sangat terkejut, dengan segera ia memandang Wajah Pangeran Kichiro dengan sangat lama, sebelum ia kembali membuang pandangannya itu.


"Bagimana mungkin?" dalam benak Haruka yang terlihat begitu sangat terkejut juga bingung dengan situasi seperti ini.


Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka yang terlihat begitu sangat terkejut akan pengakuannya itu, membuatnya tidak ingin berkata banyak pada diri Haruka.


"Lalu bagaimana dengan Rendra? Eh, maksudku Pangeran Rendra." Ucap, Haruka yang kembali menatap Wajah Pangeran Kichiro, sambil menambah pertanyaanya lagi.


Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari Haruka, lalu Pangeran Kichiro segera menjawab pertanyaan dari Wanita yang ia kasihi itu.


"Aku tidaklah tau, tetapi sepertinya dia juga bukanlah anak kandung dari Kaisar Yu, seandainya aku mengetahui semua ini lebih awal mungkin aku sudah pergi menjauh dari dirinya sedari dulu, dan mencari keberadaanmu." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera mengalihkan pembicaraan.


Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran Kichiro membuat dirinya segera menjawab pernyataan dari Pria itu.


"Aku bukan Hanna, aku telah berbohong kepada dirimu? Apa kau terima akan hal itu? Dahulu aku pernah bertanya kepada dirimu, dengan hidup untuk kedua kalinya? Dan pada saat itu kau menjawab semua mungkin saja terjadi, dan itu memanglah terjadi pada diriku, sayangnya aku hanyalah seorang pengganti." Ucap, Haruka yang menatap Wajah Pangeran Kichiro dengan sorot kedua Matanya yang tajam itu.


"Kau bukanlah seorang pengganti, tetapi dirimu adalah takdir yang sudah Dewa gariskan untuk diriku, aku mencintai dirimu Haruka." Ucap, Pangeran Kichiro yang berbicara dengan sangat lembut terhadap dirinya.


Haruka yang mendengar perkataan dari Pangeran Kichiro, terlihat dirinya begitu sangat bingung dengan sikap yang Pangeran berikan, seharunya Pangeran Kichiro membenci dirinya karena bagaimanapun juga dia telah membunuh Permaisuri Jian, ibu tiri dari Pangeran Kichiro.


"Tetapi kau telah mencintai seorang pembunuh." Balas Haruka dengan menatap tajam Wajah Pangeran Kichiro.


Pangeran Kichiro yang mendengar hal itu dengan segera ia berbicara lagi pada diri Haruka.


"Apa pada saat itu, kau benar-benar sangat ingin untuk melakukannya? Atau ada suatu hal yang memaksamu harus melakukan tindakkan semacam itu? Sehingga kau tidak dapat meninggalkannya, dan mau tidak mau kau harus melakukannya?" ucap, Pangeran Kichiro yang menatap Wajah Haruka.


Haruka yang melihat sikap Pangeran yang begitu pemaaf, juga sangat setia terhadap dirinya, membuatnya hanya mampu terdiam, lalu dengan perlahan ia segera tersenyum tipis pada diri Pangeran Kichiro.


"Apakah lukamu masih terasa sangat sakit?" ucap, Haruka yang menatap ke arah luka Pangeran.


Pangeran yang mendengar perkataan dari Haruka dengan segera ia menjawab tanya dari Haruka sambil sedikit menggodanya.


"Tidak, jika kau berada disamping diriku." Ucap, Pangeran Kichiro yang tersenyum tipis pada diri Haruka.


Haruka yang mendengar perkataan semacam itu membuatnya menepuk keras luka Pangeran Kichiro.


"Aku serius!" Jawab, Haruka dengan kesal.


Aduh...." Ucap, Pangeran sambil menyentuh lukanya, lalu dia segera menatap Wajah Haruka.


Haruka yang melihat hal itu dengan segera ia menunjukkan ekspresi paniknya, lalu dengan segera Haruka mengelus dengan perlahan dada Pangeran Kichiro.


"Astaga! Jangan berkata hal aneh seperti itu lagi, apa kau mengerti?!" Ucap, Haruka yang segera menatap Wajah Pangeran Kichiro.


Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan Haruka dengan segera ia menganggukkan kepalanya dan menjawab perkataan dari Haruka.


"Baik, baiklah." Jawab, Pangeran Kichiro dengan menatap Wajah Haruka.