
Putri Kirana yang melihat sikap dari Haruka yang terlihat sangat berbeda dari apa dirinya yang biasanya, dengan segera ia memalingkan wajahnya ke arah samping kanan.
Sedangkan didalam sungai terlihat Pangeran Kichiro tengah membersihkan tubuhnya dengan air yang mengalir itu, kemudian tak lama setelah itu ia pun segera menyudahinya saat ia merasa ada seseorang yang tengah memperhatikan dirinya ditempat itu.
Pangeran Kichiro kemudian segera bangkit dari dalam sungai, ia berjalan untuk dapat mengambil pakaiannya, dan memakainya dengan perlahan, saat Pangeran tengah mengenakan Pakaian miliknya dia kemudian segera berbicara sambil melirik ke arah samping kiri.
"Tidak perlu bersembunyi lagi! Apa sebenarnya yang kau inginkan?" ucap, Pangeran Kichiro dengan sorot mata tajam dan dinginnya itu.
Tak lama kemudian terlihat seseorang tengah bersembunyi diatas dahan pohon yang cukup besar dan tinggi, dengan segera ia memperlihatkan sedikit wajahnya sambil menyeringaikan bibirnya dengan sinis. Kemudian sosok itu segera meloncat ke arah bawah, terlihat seorang wanita tengah mengenakan pakaian berwarna merah, tengah berdiri dibelakang tubuh Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro yang saat itu nampak sangat tenang, kemudian dia segera memalingkan tubuhnya ke arah belakang untuk dapat berhadapan dengan sosok itu, namun sungguh dibuat terbelalak diri Pangeran saat melihat seseorang yang tengah berdiri dihadapannya, adalah Putri Kirana yang tengah menatap wajahnya dengan tampang penuh dendam dan amarah.
"Kirana?!" Ucap, Pangeran Kichiro yang merasa sangat heran dengan kehadiran Putri Kirana yang tengah berada dihadapannya.
"Halo, Kichiro! Aku kembali, apa kau terkejut? Hm, aku disini ingin menjadikan tempat ini kuburan untuk dirimu! Matilah kau Kichiro!" Ucap, Putri Kirana sambil menggenggam sebilah pisau.
Pangeran Kichiro yang melihat kehadiran dari Putri Kirana membuat dirinya merasa terkejut, terlebih lagi saat Putri Kirana sangat ingin membunuh dirinya, iya Pangeran sungguh sangat mengerti mengapa Putri Kirana melakukan hal semacam itu, namun yang membuat dirinya sangat tak menduga adalah Putri Kirana bisa dapat menemukan keberadaannya ditempat ini, dalam benak Pangeran Kichiro menduga bahwa Putri Kirana sebenarnya telah mengikuti dirinya dari jauh-jauh hari, atau Putri Kirana memiliki kemampuan menerawang?.
"Hm!" Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menghalau serangan yang diberikan Putri Kirana kepada dirinya.
Putri Kirana terlihat sangat berbeda dari biasanya, entah mengapa Pangeran merasa bahwa sosok yang tengah ia hadapi ini bukanlah Putri Kirana, melainkan seseorang yang hanya tengah menyamar menjadi sosok Putri Kirana.
"Tunjukkan wujudmu yang sebenarnya! Apakah wujudmu itu buruk rupa sehingga kau enggan untuk menampakkan wujud aslimu kepada diriku!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan raut wajahnya yang terlihat begitu sangat mengerikan.
"Haha! Aku sungguh kagum akan intuisimu itu, ternyata kau masih dapat membedakan mana yang asli dan bukan! Tetapi karena aku suka menjadi seperti ini maka aku tidak akan pernah menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya kepada dirimu! Mati saja kau Kichiro!" Ucap, sosok yang tengah menyamar menjadi Putri Kirana.
"Ada apa dengan dirinya? Dan akan pergi kemana lagi dia?" ucap, Norr yang terlihat sangat bingung saat melihat diri Haruka pergi dari dalam Rumah dengan tergesa.
Leo hanya terdiam sambil menyimpan rasa bingung dengan sikap Haruka yang terlihat begitu sangat aneh. Sedangkan didalam Hutan, Haruka tengah berjalan dengan sangat cepat untuk dapat menghampiri sungai tempat dimana Pangeran Kichiro membersihkan tubuhnya.
Dari kejauhan saja Haruka sudah dapat mendengar suara seseorang yang tengah bertarung, juga dari atas pepohonan yang lebat, terlihat sebuah cayaha yang tengah beradu diatas langit, Haruka semakin yakin bahwa ditempat itu tengah ada pertarungan antara dua orang. Haruka kemudian semakin mempercepat langkahnya, saat ia sudah berada didekat sungai Haruka dikejutkan dengan seseorang yang sama persis dengan Putri Kirana, dan lagi dia tengah bertarung dengan Pangeran Kichiro.
"Kirana?! Hah, tidak mungkin, jika dilihat dari kemampuannya, dia terlihat begitu sangat mirip dengan Xiao Chen?! Atau jangan-jangan dia adalah Xiao Chen?! Dan wanita yang menabrak diriku ditempat makan itu juga adalah dirinya! Hmm, sungguh pria yang sangat nekat!" Ucap, Haruka dari kejauhan.
Tetapi Haruka masih memperhatikan diri Pangeran Kichiro dari kejauhan, dia terus mengamati setiap gerakan dari Pangeran Kichiro. Kemampuannya dalam bertarung memang sungguh sangat luar biasa, namun Haruka yang masih tengah mengamati itu dikejutkan dengan sebuah angin gelap yang memutar dari atas langit, kekuatan dari Xiao Chen.
"Gawat! Xiao Chen benar-benar menginginkan nyawa dari Pangeran!" Ucap, Haruka yang segera berjalan untuk membantu Pangeran.
Tetapi, saat ia ingin membantu Pangeran Kichiro, terlihat Pangeran tengah mengeluarkan sebilah pedang dengan warna perak yang tengah berada digenggamannya, hal itu membuat diri Haruka menghentikan langkahnya dan kembali bersembunyi dibalik dahan pohon yang cukup besar.
"Dapatkah dia mengalahkan Xiao Chen?" ucap, Haruka yang terus memperhatikan diri Pangeran Kichiro dengan perasaan cemasnya.
Pangeran Kichiro menatap wajah sosok yang tengah menyamar sebagai Putri Kirana itu dengan tatapan dingin, dan mengerikan hal yang membuat Xiao chen terkejut dan tidak menyangka adalah saat ia akan melesatkan sebilah pisau yang tengah ia genggam ke arah Pangeran Kichiro, dengan sekejap mata Pangeran Kichiro menghilang dari pandangannya.
Dan Haruka yang tengah memperhatikan pertarungan mereka berdua, dibuat terkejut saat sebilah pisau tengah mengarah kepada dirinya, secara alamiah Haruka membalikkan kembali pisau itu ke arah Xiao Chen dengan kekuatan angin yang ia miliki.
Xiao Chen yang melihat pisau miliknya dapat berbalik menyerang dirinya, membuatnya merasa amat terkejut kemudian pandangannya segera tertuju pada diri Haruka yang tengah bersembunyi dibalik dahan pohon besar yang telah menutupi separuh tubuhnya.
Sedangkan Pangeran Kichiro yang tengah berada dibelakang tubuh Xiao Chen dirinya tengah menatap tubuh Xiao Chen dengan raut wajah dingin, dan terlihat begitu sangat jelas perasaan marah dalam dirinya, kemudian dengan segera Pangeran Kichiro mengangkat Pedang perak miliknya yang tengah berada didalam genggamannya itu, dengan kuat Pangeran Kichiro segera mengarahkannya pada tubuh bagian belakang Xiao Chen lebih tepatnya adalah tubuh bagian belakang sebelah kiri. Namun, saat Pangeran Kichiro ingin menusukkan Pedangnya yang tajam itu, dengan segera lengan kanan Pangeran Kichiro dililit oleh sebuah ekor dari hewan yang sangat besar, Pangeran yang terkejut kemudian ia segera menolehkan pandangannya ke arah samping kanan.