
Saat sudah merasa dekat dengan pintu yang terbuka Kirana segera keluar dengan berlari untuk dapat menghindari Sharon. Kirana kemudian melihat Norr yang tengah bertarung dengan Monster-monster itu, kemudian pandangannya tertuju pada Leo yang tengah terkurung didalam sebuah kurungan besi berbentuk persegi dengan diselimuti oleh sinar hitam.
"Aku akan membantu Leo terlebih dahulu, sebelum dia benar-benar tiada!" Ucap, Kirana yang segera berjalan dengan cepat untuk menuju ke arah Leo yang tengah terkurung didalam kurungan magis. Saat Kirana sudah berada didepan kurungan itu, ia kemudian dibuat bingung. Karena ia memanglah tidak mengetahui bagaimana cara agar dia mampu memutuskan mantra yang tengah mengelilingi kurungan itu.
Kirana kemudian memperhatikan sekeliling berharap dia dapat menemukan sesuatu untuk menyelamatkan Leo temannya itu.
Kirana kemudian berjalan dengan sangat cepat sambil memperhatikan tempat itu. Sharon yang sudah dapat membuka kembali matanya dengan segera menatap sekeliling, saat dia tidak melihat lagi Kirana yang berada didalam kamarnya segera ia berjalan keluar dengan aura yang begitu buruk.
"Dasar wanita sialan!" Ucap, Sharon dengan kesal.
Sharon kemudian memperhatikan sekitar, lalu dia segera menatap keluar Istana dari balik kaca jendela disana para Monsternya tengah melawan Norr. Sharon pun segera berjalan untuk mendekati tubuh Leo yang terkurung didalam kurungan magis miliknya.
"Dimana wanita sialan itu! Kurang ajar, dia sugguh sangat berani bertingkah macam-macam terhadap diriku. Jika aku menemukan dirimu, aku pastikan kau akan mati ditanganku!" Ucap, Sharon dengan perasaan kesal.
Kirana yang berada dibalik tembok yang menutupi tubuhnya merasa sangat terkejut. Dia sudah dapat memastikan bahwa dirinya ini tidak akan mampu untuk mengalahkan Sharon dan para Monsternya, saat ini yang harus dia pikirkan adalah bagaimana cara agar dia dapat mengetahui apa kelemahan dari Iblis itu.
Kirana berpikir dalam diamnya, namun sebelum itu dia harus segera pergi dari tempat persembunyiannya saat ini. Kirana kemudian menatap ke arah samping sambil terus bersikap tenang.
Tak lama dia melihat sebuah ruangan yang sangat kecil ditengah-tengah ruangan yang terlihat besar itu. Kirana dibuat penasaran karena pintu dari ruangan itu pun juga sangat berbeda dari yang lainnya.
Kirana kemudian segera melirik ke arah samping untuk memastikan Sharon tidak melihatnya. Karena dia begitu amat dibuat penasaran akhirnya Kirana pun segera memasuki salah satu dari ketiga ruangan itu. Dia masuk kedalam ruangan tengah dengan warna pintu biru tua, dan terbuat dari kayu yang terukir dengan sangat rapi dan cantik.
Perlahan Kirana membuka pintu itu, dia dikejutkan dengan bunyi dari suara pintu yang terbuka.
"Upss, psst." Ucap, Kirana sambil menyentuh bibirnya dengan jari telunjuk kanan.
Kirana kemudian merasa sangat terkejut, degup jantungnya pun bergetar dengan cepat, saat dia mendengar teriakkan dari Sharon.
"Kurang ajar! Kau tidak akan bisa keluar dari tempat ini, begitupun juga dengan teman-temanmu!" Ucap, Sharon sambil mengarahkan kekuatannya pada tubuh Leo.
Tidak lama kemudian sinar hitam dengan perlahan memasuki tubuh Leo. Kirana yang tengah berada didepan pintu yang sudah terbuka itu sedikit merasa lega, namun dia tidaklah tau apa yang tengah Sharon lakukan terhadap Leo, dia berharap semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap dirinya.
Kirana berjalan dengan perlahan sambil memperhatikan setiap sudut dari ruangan, seketika sinar berwarna hitam memenuhi ruangan itu. Kirana mencoba agar tetap tenang, dia merasa sudah tidak memiliki waktu yang cukup banyak, segera dia berjalan untuk mencari sesuatu didalam ruangan itu.
Diluar Istana, terlihat Norr tengah bertarung dengan sangat hebat, dia melawan Monster-monster itu denga sekuat tenaga. Meskipun kini kekuatannya sudah kembali namun itu tidaklah pulih secara normal. Tetapi dia percaya pasti dapat mengalahkan para Monster itu.
Didalam sebuah ruang tamu, Sharon tengah menyalurkan sebuah kekuatan dengan sinar berwarna hitam, entah apa maksudnya namun, semakin lama bulu dari Leo yang semula putih berubah menjadi hitam dengan perlahan.
Norr, terus menghadapi kedua Monster dengan tubuh yang sangat besar itu, beberapa kali Norr diserang sampai membuat tubuhnya merasa sangat sakit, namun dia harus tetap bertahan.
Kirana yang berada didalam salah satu kamar entah milik siapa nampak sangat panik, dia begitu khawatir jika nantinya dia tidak dapat membantu teman-temannya.
"Aku ini berguna! Aku dapat diandalkan, aku bukanlah wanita lemah yang hanya mampu berada dibelakang tubuh seseorang!" Ucap, Kirana yang nampak terlihat sangat sedih. Kedua tangannya kini terus bergerak, kejelian dari matanya sangat dia butuhkan.
Kirana membuka satu persatu laci yang berada ditempat itu, kemudian Kirana melihat sebuah buku tebal dengan ukuran yang cukup besar, dar salah satu laci itu. Kirana nampak terkejut, awalnya dia sangat takut untuk melihatnya namun dia teringat akan keselamatan dari teman-temannya.
Perlahan Kirana mengambil buku tebal itu, kemudian dia segera membukanya, namun sayangnya buku tebal itu nampak kosong tanpa adanya tulisan yang tinggal disana.
Kirana sungguh merasa kecewa, sambil menggigit bibir bawahnya Kirana tanpa sadar telah menjatuhkan air matanya, dan segera menetes diatas kertas putih polos itu. Kirana menutup kedua matanya dengan telapak tangan kiri, dia merasa kecewa atas dirinya sendiri.
Namun, tak lama kemudian sinar berwarna hitam menyala dari dalam buku itu yang membuat Kirana terbelalak. Sampai-sampai dia menjauhi buku itu.
"Apa yang telah terjadi?!" Ucap, Kirana dengan perasaan panik.
Tak lama dia segera mendengar suara dari Leo yang terdengar seperti tengah kesakitan, Kirana berjalan mundur kebelakang sampai tubuhnya menyentuh kaca jendela. Kirana terkejut segera ia menoleh kearah samping, sungguh betapa terkejutnya ia saat melihat Norr sudah terkapar diatas tanah dengan darah yang terus mengalir dari dalam tubuhnya.
Kirana tidak mampu berkata-kata lagi, hatinya begitu sakit saat melihat dir Norr terluka. Buku tebal itu terus mengeluarkan cahaya yang seolah-oleh tengah memanggil Kirana untuk segera melihat apa yang sebenarnya tengah terjadi. Kirana yang melihatnya segera berjalan menghampiri buku tebal itu.
Dia memperhatikan sinar hitam yang terus saja keluar dari dalam buku, Kirana kemudian segera berjalan untuk menghampiri buku tebal itu, tak lama sinar hitam itu menghilang dan terlihat beberapa kalimat yang sedikit panjang dengan warna hitam. Kirana nampak terkejut dengan hal itu, didalam kalimat itu tertulis bahwa "Kekuatan mata teratai mampu menyegel Monster dan para Iblis."
Tak lama dibawahnya terdapat sebuah kalimat yang berisikan mantra dari kekuatan mata teratai. Tanpa pikir panjang Kirana segera membaca mantra untuk membangkitkan kekuatan mata teratai.