Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
149


Haruka sedikit terkejut kemudian dia segera menatap wajah Kirana yang berada disamping Norr.


"Hm, aku, aku sebenarnya bukanlah Hanna, aku terlempar kedunia ini dan jiwaku menempati tubuh Hanna yang asli, disaat itu dia telah tiada karena dibunuh oleh kedua kakanya, aku sempat berpikir Dewa mengutusku untuk membalaskan dendam Hanna, saat aku telah berhasil entah mengapa kau kembali ketubuh asliku, kupikir aku akan pulang ke duniaku. Hmm, Norr sepertinya apa yang kau ucapkan diwaktu itu padaku benar. Mungkin saja, hmm aku memang terlahir dari dunia ini." Ucap Haruka yang segera melirik kearah Norr.


Norr hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari Haruka, kemudian Leo segera menyambung perbincangan mereka.


"Hmm, tidak sia-sia aku memberimu Batu Perak itu, dia telah kembali pada tuannya." Ucap Leo yang menatap wajah Haruka.


Apa kau mengetahui asal-usulku yang sebenarnya, Leo?" tanya Haruka dengan perasaan yang amat penasaran.


Leo segera memalingkan pandangannya, kemudian dia mulai menceritakan kejadian dimasa lalu yang sesungguhnya.


"Aku hidup sudah ratusan tahun, dahulu disaat keluarga Pangeran Iblis menyelakai seluruh Penduduk termasuk Hewan, dan tumbuhan yang mati secara tiba-tiba dalam kondisi yang amat mengenaskan, itu semua ulah keluarga Iblis yang menaburkan racun-racun mematikan, kami semua hampir putus asa kekuatan yang kami miliki tidak sebanding dengan mereka, lalu disaat kami telah tak tau lagi harus berbuat apa datanglah seorang Pendekar misterius entah dari mana dia datang. Namun, dialah yang membuat kami terbebas dari siksaan keluarga Iblis, sosok pendekar itu memiliki bola mata kanan berwarna merah, setelah itu dia bergegas untuk melenyapkan keluarga Iblis termasuk Aya itou, yang tidak lain adalah putri pertama raja Iblis. Adik dari Pangeran Iblis juga sekaligus menjadi kekasihnya. Setelah dia berhasil mengalahkan para Iblis itu, sosok Pendekar misterius itu mendatangiku secara langsung dan memberikanku Batu Perak itu." Ucap Leo yang menjelaskan.


"Leo, lantas mengapa kau berikan Batu Perak ini kepadaku?" "Bukankah kau belum tau siapa aku dan sosok misterius itu?" ucap Haruka dengan wajah penasarannya.


"Hmm, tentang itu aku memang sedikit agak ragu padamu, tapi entah mengapa saat aku melihat kebaikanmu, aku merasa kau adalah sosok itu, iya awalnya kau nampak angkuh, dengan semua ucapanmu, namun dari caramu terhadap orang disekelilingmu aku melihat sebuah kebaikan yang akan sangat jarang sekali dilakukan oleh orang lain." Balas Leo sambil menoleh kearah Haruka yang berada ditempat duduk paling pojok kiri.


Lalu, Norr segera menatap wajah Haruka yang berada disampingnya.


"Namun, Haru kau harus selalu berwaspada, karena pastilah akan banyak musuh yang mengincar nyawamu, kau pikir dengan membunuh Pangeran Iblis semua sudah berakhir, mungkin saja ini adalah awal dari perjalanan panjang, yang amat melelahkan untukmu." Ucap Norr yang melirik wajah Haruka dengan tatapan penuh kecemasan.


"Ya, aku tau. Aku sangatlah ingin mencari tau jati diriku yang sebenarnya, mungkin aku akan mendaptakannya jika aku bertemu dengan seorang musuh atau dahulu aku memiliki seorang kawan?" "Hmm, dan lagi aku sangat ingin mengetahui dari mana asal-muasal semua kekuatan yang aku miliki ini." Ucap Haruka dengan raut wajah penuh dengan keyakinan.