
Pangeran Aska yang mencurigai Hanna segera menatap Yuan pelayan nya dengan tajam kemudian dia bertanya dengan sangat lantang.
"Dimana Permaisuri Hanna!." Ucap Pangeran Aska yang bertanya kepada Yuan.
Yuan yang tidak mengerti apapun hanya bisa terdiam diri semua orang telah menyalahkan nya mereka berfikir bahwa Yuan turut membantu Hanna untuk membunuh Permaisuri Jian.
"Saya tidak tau Pangeran." Ucap Yuan dengan gugup.
Pangeran Aska yang sudah sangat marah tidak mempercayai setiap perkataan Yuan.
"Halah! Pengawal cepat bawa Pelayan ini ke penjara bawah tanah!." Ucap Pangeran Aska dengan tegas.
Yuan terkejut begitu juga dengan Kirana yang masih tidak menyangka Hanna melakukan aksi nya tanpa sepengetahuan dirinya.
"Hanna kau dimana?! semoga saat ini kau telah pergi ke tempat yang aman aku sangat Khawatir jika kau tertangkap." Dalam benak Permaisuri Kirana dengan Khawatir.
"Dan kerahkan seluruh pasukan untuk mencari keberadaan Puteri Hanna bawa dia kemari dalam keadaan Hidup ataupun Mati!." Ucap Pangeran Aska dengan tegas kepada seluruh orang yang berada di dalam Istana.
"Sungguh tidak di sangka, paras secantik itu ternyata memiliki Hati bagaikan Iblis." Dalam benak Pangeran Aska.
Seluruh pengawal yang berada di dalam istana segera pergi untuk mencari keberadaan Hanna. Dan Yuan segera di seret untuk di Penjara.
Permaisuri Kirana melihat hal itu merasa sangat khawatir kepada Hanna dia sangat ingin mencari wanita itu.
"Aku harus menemukan mu sebelum para pengawal itu." Dalam benak Permaisuri Kirana.
***
Dalam perjalanan menuju Istana Lin Hanna dikejutkan oleh Norr yang tiba tiba saja menemui nya dia tengah berdiri di hadapan Hanna.
"Kau membunuh nya?." Ucap Norr yang memandang Hanna.
"Iya." Ucap Hanna yang menghentikan langkah nya.
"Naik lah, kau membutuhkan bantuan dariku." Ucap Norr.
Hanna melihat Norr kemudian dia menaiki tubuh burung besar itu. mereka segera pergi menuju Istana Lin dari atas langit Hanna melihat Permaisuri Ayunian tengah bersama dengan seorang Pria.
"Apaan kau ini?." Ucap Permaisuri Ayunian yang tengah berada di taman Istana.
"Aku merindukan mu sayang." Ucap Raja Satoru yang mendekati tubuh Permaisuri Ayunian.
Hanna yang berada diatas langit segera mendarat kebawah dia sungguh merasa jijik terhadap ke dua orang yang telah menghianati Ayah nya.
"Haha! Dasar kalian tidak tau malu!." Ucap Hanna yang segera meloncat ke bawah dan berjalan menghampiri ke dua orang itu.
Permaisuri Ayunian dan Raja Satoru segera membalikkan pandangan nya mereka sangat terkejut terlebih lagi Permaisuri Ayunian yang melihat Hanna tengah berada di hadapan nya.
"Hanna, ini tidak...." Ucap Permaisuri Ayunian yang segera mendorong tubuh Raja Satoru dan berjalan menghampiri Hanna.
"Diam disitu aku sangat jijik dengan dirimu!." Ucap Hanna dingin.
Permaisuri Ayunian kemudian memandang sebuah Pedang yang tengah di genggaman oleh Hanna dilumuri dengan darah segar.
"Apa yang baru saja kau lakukan Hanna?!." Ucap Permaisuri Ayunian dengan panik.
Raja Satoru saat melihat tatapan Hanna yang sangat mengerikan segera menghadang tubuh Permaisuri Ayunian dengan tangan nya agar dia tidak mendekati Hanna. Permaisuri Ayunian melirik Raja Satoru yang menghadang nya.
"Apa tujuan mu datang kemari?! Kau pasti telah membunuh seseorang bukan?!." Ucap Raja Satoru dengan tatapan tajam.
Permaisuri Ayunian sangat terkejut kemudian dia memandang wajah Hanna yang terlihat sangat mengerikan.
"Kau pembunuh!." Ucap Permaisuri Ayunian.
"Setidak nya kita satu sama bukan! Hallo ada kata-kata terakhir yang ingin kalian sampaikan sebelum aku memutuskan leher kalian?!." Ucap Hanna dengan dingin.