
Tanpa sadar Amuya di dekati oleh Permaisuri Kirana, saat permaisuri kirana ingin bertanya padanya tanpa di sengaja dia mendengar ucapan Amuya.
"Hanna kau pantas mati bersama ibumu itu, apa kau tau Hanna aku tidak pernah sudi menjadi selir disini." Ucap Amuya.
Permaisuri Kirana segera berbicara yang membuat amuya terkejut. "Ohh jadi kau menginginkan Putri Hanna mati."
Amuya terkejut segera ia menoleh ke belakang. "Permaisuri Kirana! Heh kau ternyata sangat senang menguping pembicaraan orang lain."
Permaisuri Kirana. "Aku tidak sengaja melihatmu berbicara sendiri, kufikir kau sudah gila."
"Heh kau yang gila!" ucap Amuya tak terima.
"Haha memang benar ya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, kau sangat mirip dengan ibumu, seorang selir yang menginginkan menjadi Permaisuri kerajaan, ibumu sanga beruntung setelah permaisuri yuriama meninggal dia menempati posisi sebagai permaisuri kerajaan, namun siapa sangka putrinya hanya bisa menjadi selir kerajaan." Ucap permaisuri Kirana dengan tegas.
Amuya sangat kesal. "Kau beraninya berkata seperti itu!"
"Bukankah perkataanku ini benar? seluruh kerajaan yang berada di negeri ini pun sudah tau akan hal itu, kau tidak pantas menjadi selir di istana ini, kau lebih pantas menjadi pelayan disini! ucap Permaisuri Kirana.
Dalam batin Amuya. "Sial aku tidak bisa melawannya, jika terlihat oleh penjaga istana aku akan dalam bahaya."
"Mengapa terdiam? Sudah mulai berfikir? Sudah merasa malu?" Permaisuri Kirana menatap wajah Amuya tajam.
"Aku tidak menyangka seorang Permaisuri terhomat seperti dirimu,mengurusi urusanku." Ucap Amuya dengan menahan rasa kesal.
"Karena aku ingin menghancurkan rencana busukmu, kau sudah jelas ingin menyingkirkan Hanna, dasar selir tidak tau diri." Ucap Kirana tegas.
"Aku tidak ada urusan denganmu!" ucap Amuya
Permaisuri Kirana "Jika menurutku ada bagaimana?"
Amuya segera menghindar dari Permaisuri Kirana, dengan geram dalam hatinya
Permaisuri Kirana memegang tangan Amuya.
Amuya segera menarik tangannya dan berjalan menghidari Permaisuri Kirana."
Sambil memegang pergelangan tangannya, dalam batin "Sial."
Permaisuri Kirana menatap Amuya yang berjalan pergi darinya dengan senyum licik Permaisuri Kirana pun pergi dari situ."
Istana Lin
Permaisuri Ayunian. "kaisar anda harus benar-benar menghukum Hanna, dia sudah keterlaluan."
Kaisar Lin menatap Ayunian. "Sebelum aku dengar itu dari Hanna sendiri."
Batin permaisuri Ayunian "Mengapa kau masih saja membela anak itu?? Aku ini sekarang istrimu, kau selalu menganggapku sebagai selir saja!."
Sambil menggepalkan tangan Permaisuri Ayunian merasa marah dan tidak terima.
"Sebaiknya kau kembali ke kamarmu, aku sedang tidak ingin di ganggu." Ucap Kaisar Lin.
"Baiklah jika begitu." Ucap Permaisuri Ayunian.
Permaisuri Ayunian segera keluar dari istana Kaisar.
"Yuriama maafkan aku sampai detik ini aku belum bisa menemukan pembunuhmu, aku juga tidak dapat menjaga putri kita dengan baik." Ucap Kaisar Lin, sambil menutup matanya.
Disamping itu PermaisurA ayunian berjalan memasuki kamarnya dengan perasaan kesal.
Dalam batin ia merasa kesal terhadap Kaisar, karna selama ini dia tidak pernah di anggap oleh suaminya.
"mengapa?! Hanya Yuriama yang selalu kau fikirkan? Mengapa? Aku sudah menyingkirkan nya tapi mengapa kau masih saja tidak dapat melupakannya ?!. ucap Permaisuri Ayunian dengan kesa, dalam hati ia sangat marah kemudian Permaisuri Ayunian memasuki kamar.