Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Jangan menganggap remeh diriku.


Sedangkan Haruka yang saat ini tengah mendapati dirinya berdiri diatas pasir, pandangannya ketika melihat tempat yang hanya nampak sebuah gurun pasir coklat dan sorot dari sinar Matahari yang membuat Wajahnya tersilaukan itu, Haruka terus memperhatikan sekitar, tatapannya menunjukkan kewaspadaan terhadap apa yang akan ia hadapi nantinya, tempat itu nampak begitu amat tenang, dan sunyi. Namun, disamping itu ia merasakan sesuatu hal yang teramat aneh ketika ia sudah menapakkan kaki diatas pasir kecokelatan itu.


Haruka kemudian menghela napasnya, tubuhnya tidak bergerak sedikitpun, hanya sorot dari kedua bola Matanya saja yang sedari tadi bergerak ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba saja Haruka merasakan serangan yang secara mendadak kepada dirinya, dibawah cakrawala biru yang membentang begitu amat luas, ia merasakan seseorang akan menyerangnya dari arah atas kepalanya, terdengar suara angin yang berhembus semakin kencang, pasir kecokelatan itu tersapu angin yang tiba-tiba saja datang.


Haruka kemudian segera mengeluarkan Pedang pusaka miliknya, dengan cepat sinar biru memenuhi lengan kanan Haruka, dan terlihatlah sebuah Pedang yang kini tengah berada didalam genggamannya. Haruka kemudian mengayunkan Pedang pusakanya ke arah atas, lalu dengan segera ia membatalkan tubuhnya ke arah belakang dan kini Pedang pusakanya tengah berada tepat didepan Wajah dari Rong Naga emas milik Xiao Chen, yang saat itu akan menyerang diri Haruka dari arah belakang. Sungguh berapa terkejutnya diri Rong ketika melihat Haruka dapat menerka keberadaannya.


"Bagaimana dia...?!" Dalam benak Rong dengan perasaan tidak menyangka.


Tatapan Haruka begitu amat dingin dan tajam, ujung Pedang pusakanya yang runcing itu tengah berada didepan Mata Rong, hampir saja Pedangnya menancap pada Wajah Rong.


"Dimana Xiao Chen menyembunyikan Kirana!" Ucap, Haruka dengan perasaan marah terhadap diri Rong.


Rong yang melihat sikap dari Haruka yang terlihat begitu amat menyeramkan hanya terdiam, saat itu juga Rong Naga emas milik Xiao Chen itu berbicara kepada diri Haruka dengan suara besarnya.


"Untuk apa kau mencari dirinya? Urungkan saja niatmu itu, jika kau tau siapa sebenarnya orang yang tengah kau cari itu, aku yakin mungkin kau pasti sudah membenci dirinya, dia telah bergabung dengan Xiao Chen untuk membunuhmu, jika kau masih nekad untuk pergi mencari Kirana, maka itu sama dengan bunuh diri!" Ucap, Rong dengan tatapan tajam.


Haruka yang mendengar ucapan dari diri Rong yang berkata bahwa Putri Kirana telah menghianati dirinya, membuatnya dengan segera menjawab perkataan dari Naga emas itu.


"Hmm, begitukah? Oh, jika seperti itu aku jadi semakin ingin bertemu dengan Kirana juga Xiao Chen, biar Kirana yang mengatakan semuanya kepada diriku! Jangan pernah halangi langkahku! Menyingkir!" Ucap, Haruka dengan perasaan kesal, dengan segera Pedang pusaka yang saat itu tengah berada didepan Wajah Rong, mengeluarkan sinar berwarna biru dengan kilatan petir yang menyelimutinya. Rong yang terkejut akan kekuatan milik Haruka segera ia melangkah mundur agar jaraknya menjadi sangat jauh dari Wanita kejam itu.


"Kau sudah menyatakan perang kepada diriku, maka aku akan senantiasa untuk menerimanya! Jangan salahkan aku jika hari ini kau akan binasa, bersama dengan Xiao Chen!" Ucap, Haruka yang segera menghilang dari tempatnya dan hal itu membuat diri Rong yang semula tengah menatap diri Haruka dengan tatapan serius, kini berganti dengan tatapan penuh kewaspadaan.


Beberapa waktu lalu....


Di dalam Ruangan milik Xiao Chen terlihat Pria itu tengah bersama dengan Rong Naga emas yang paling setia dan yang paling ia percayai itu.


"Rong, gagalkan perjalanan Haruka yang ingin mencari Kirana, aku memerintahkan kepadamu untuk bermain-main dengan dirinya, sampai ia merasa jenuh dan lelah buatlah sebuah kebohongan yang membuat dirinya merasa dihianati oleh Kirana, dengan begini Haruka tidak akan pernah bisa kembali ke dunia atas lantaran ia belum dapat menuntaskan apa yang sudah ia tekadkan dalam dirinya. Hmh!" Ucap, Xiao Chen dengan pandangan dari sepasang Mata yang nampak dingin dan juga licik.


Rong yang mendengar perkataan dari diri Xiao Chen merasa bahwa apa yang telah dilakukan oleh Tuannya itu sudah sangat keluar batas, Xiao Chen bukan hanya ingin membunuh Pangeran Kichiro. Namun, ia juga sepertinya begitu sangat menginginkan nyawa dari Haruka, Wanita yang dahulu pernah ia sia-siakan kehadirannya, namun kini setelah Haruka sudah kembali bersama dengan pilihannya Xiao Chen malah menggilai Wanita itu, sungguh kisah cinta yang begitu sangat rumit.


"Jadi, kau takut! Apa kau sudah tidak berguna lagi bagiku? Jika kau menolaknya maka aku akan menghukum dirimu, lagipula kau tenang saja aku tidak mungkin mengirimmu sendirian untuk melawan Haruka, itu sama saja dengan kau cari mati, lakukan saja semua perintah dariku maka kau akan selamat dari kematian!" Ucap, Xiao Chen yang segera membalikkan tubuhnya untuk dapat menatap diri Rong yang saat itu tengah berada dibelakangnya, dengan sorot dari sepasang Matanya yang tajam.


Rong yang melihat hal itu hanya terdiam, sambil berpikir bahwa Xiao Chen telah dibutakan dengan cintanya yang bertepuk sebelah tangan, hingga ia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan orang yang paling ia kasihi meskipun itu dengan melukainya.


^°^


Haruka yang merasa sangat marah terhadap diri Rong membuatnya tidak segan untuk melukai diri Rong.


"Aku berada disini, apakah kau tidak melihatnya?" ucap, Haruka dengan suara yang terdengar begitu amat mengerikan.


Rong nampak bingung dengan hal itu, ketika ia memalingkan pandangannya yang terlihat ditempat itu hanya pasir cokelat yang begitu sangat luas. Hingga tak lama kemudian dia dapat melihat diri Haruka yang tengah berada dibelakang tubuhnya.


"Jika kau hanya berniat untuk bermain-main dengan diriku, maka aku akan menunjukkan bagaimana kelihaianku saat berada dalam sebuah permainan. Karena, kau yang memulainya jika kau kalah maka jangan pernah kau merengek!" Ucap, Haruka dengan tatapan dingin dan tajam yang amat menusuk.


Rong yang mendengar perkataan dari diri Haruka, juga terlebih lagi Haruka tengah berada dibelakang tubuhnya membuatnya dengan segera menjauh dari diri Haruka, kini Rong tengah berada pada jarak yang cukup jauh dengan dirinya, Haruka nampaknya mengerti apa tujuan dari Rong yang hanya bermain-main saja dengan dirinya. Namun, kekuatan angin Haruka yang dapat mengendalikan sebuah benda, saat ini begitu amat ia butuhkan. Haruka kemudian segera menatap langit yang begitu cerah, angin ditempat itu berhembus dengan cukup kencang.


"Kekuatan alam, datanglah." Dalam benak Haruka yang segera jari-jemarinya ia tekuk hingga menyisakan kedua jari telunjuk dan tengah ia lekatkan didepan hidungnya.


Tidak lama kemudian angin yang semula bergerak searah, menjadi tidak beraturan dan angin itu bergabung menjadi satu dan bergerak menuju diri Haruka, Rong yang melihat angin yang begitu sangat kencang membuatnya segera mengeluarkan kekuatan api miliknya yang jika terkena oleh desiran angin maka akan menjadi besar. Namun, dengan cepat angin itu berhembus melewati tubuh Rong dan hampir saja menabraknya, untung saja Naga itu dapat membentengi tubuhnya dengan api yang telah ia buat untuk dijadikan pelindung.


Angin yang telah berkumpul itu segera mengelilingi tubuh Haruka, terlihat begitu sangat mengerikan lengan kirinya yang saat itu tengah menggenggam sebuah Pedang dengan segera Haruka melepaskan Pedang itu dan membiarkan Pedangnya menuntaskan tugasnya sendirian.


Ketika Haruka tengah menyaksikan Pedang pusakanya yang tengah bergerak untuk dapat masuk ke dalam benteng api buatan Rong, Tak lama kemudian pasir yang berada dibelakang Haruka bergetar dan dengan perlahan terbelah, keluarlah sosok Monster besar dengan tubuh berwarna hijau, dan sepasang Mata merah merekah. Monster besar itu menggerkkan tubuhnya yang sepertinya sangatlah tidak nyaman karena sedari tadi berada didalam gundukkan pasir. Haruka yang saat itu masih tengah menyaksikan diri Rong, ia yang dikejutkan dengan suara aneh dari arah belakangnya segera dirinya menoleh ke arah belakang, terlihat disana ada Monster besar yang tengah memperhatikan diri Haruka dengan pandangan kesal, sedangkan diri Haruka yang melihat hal itu nampak jengkel dengan semua permainan dari Xiao Chen.


"Huh, aku akan menghabisi kalian semua dengan cepat!" Ucap, Haruka yang segera mengangkat lengan kanannya, dengan segera angin yang mengelilingi tubuh Haruka bergerak dengan cepat ke arah Monster besar itu.