Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
36


Zofan, mengeluarkan kekuatan yang cukup besar.


"Rasakan ini! Sambil memberikan serangan.


Hanna terus menghindar tidak ada satupun serangan yang mengenai tubuh Hanna.


"Apa sudah cukup! Jika ia sekarang adalah giliranku."


Dalam batin Hanna "Aku tidak tau dia bisa memiliki kekuatan ini dari mana?


Zofan terkejut dengan apa yang di lakukan.


"Kabut Petir! ucap Zofan.


"Ternyata kau benar-benar bosan hidup ya kaka! ucap Hanna dengan pandangan membunuh.


"Sebenarnya apa yang terjadi?? mengapa dia terlihat sangat manakutkan." Ucap Zofan dengan sedikit cemas.


hanna berjalan mendekat ke arah Zofan dan menatapnya dingin. "Apa sekarang kau takut kaka!


Tubuh Hanna dipenuhi cahaya putih bola matanya terdapat garis petir. Hanna semakin mendekati Zofan.


Zofan terlihat sangat ketakutan "Jika kau membunuhku, maka keluarga kerajaan tidak akan mengampunimu!


"Aku bahkan berharap kalian semua mati ditanganku!! ucap Hanna yang beejalan semakin mendekat.


Zofan terkejut dan segera berjalan dia mundur. "Hanna apa yang ingin kau lakukan.??


"Hmm tentu saja untuk membunuhmu mengapa masih bertanya!! ucap Hanna dengan dingin.


"Hanna aku ini kakamu! ucap Zofan dengan perasaan takut.


"Haha, aku tidak pernah memiliki seorang kaka, aku hidup sendirian, ku beri tau satu hal padamu, aku bukanlah Hanna! ucap Hanna dingin.


"Apa maksudmu!? ucap Zofan yang begitu terkejut saat mendengar ucapan Hanna.


"Apa kau buta?! Sampai tidak bisa mengenali mana adikmu mana orang lain!!? bentak Hanna.


"Jadi kau ini siapa?? ucap Zofan dengan perasaan takut.


"Manusia rendah sepertimu tidak pantas mengetahui siapa diriku sebenarnya, sekarang pergilah ke neraka!


Tiba-tiba pedang pusaka muncul hanna menggenggam dengan erat dan menggerakan pedang itu pada tubuh Zofan.


Arghhhh!! teriak Zofan dengan Kesakitan.


Hanna segera membalikkan tubuhnya.


"Siapapun yang berani mengusikku, akan bernasib sama seperti dirimu."


Jiwa seorang pembunuh nomor satu, tidak berkemanusiaan, dan sangat brutal kembali ke dalam tubuh Hanna.


Norr!


Ucap Hanna yang memanggil hewannya. Tak lama Norr datang.


Norr menatap Hanna yang terlihat sanga kesal. "Baru saja kau membunuh kaka mu sendiri?


Hanna segera menaiki tubuh Norr.


"Kenapa ? kau keberatan?! ucap Hanna dengan perasaan membunuh masih kental.


"Tidak, tapi apa kau tidak takut jika semua orang akan membencimu termasuk Kichiro? ucap Norr pada Hanna.


"Takut?! Hmh tidak ada rasa takut dalam diriku, jika mereka tidak terima maka coba saja untuk meyerangku! Lagipula mereka semua pantas mati!


"Kau sangat tidak berkemanusiaan." Ucap Norr.


"Hah? Apa mereka masih pantas di sebut manusia!! sebuasnya serigala dia masih menyayangi anaknya sendiri, tapi mereka dengan sadisnya membunuh anak yang tidak bersalah! apa seperti itu masih pantas disebut manusia!" ucap Hanna dengan kesal.


"Tenangkan dirimu Hanna." Ucap Norr.


"Aku sudah cukup tenang." Balas Hanna.


"Tapi kau akan benar-benar dalam masalah Hanna, harapanmu hanya ada pada Kichiro." Ucap Norr.


"Aku memang suka membuat masalah. Tapi tidak akan ada asap jika tidak ada api, aku tidak perduli dengan Kichiro itu, jika dia tidak terima maka dia boleh membunuhku, sebelum aku yang membunuhnya!!" Ucap Hanna kesal.


"Apa kau tidak sedikitpun menyukainya?" tanya Norr.


"Hmm untuk apa menyukai anak dari Seorang mertua yang sangat menginginkan menantunya ini mati, Jian itu sudah benar kelewatan dia sungguh ingin melenyapkan Hanna, tanpa masalah yang jelas. Dia sungguh tidak tau lawan seperti apa yang sedang dihadapinya?!" ucap Hanna kesal.


"Hanna apa sekarang kau ingin kembali ke Istana?" tanya Norr.


"Tentu saja, meskipun aku sudah muak berada di sana, semua kulakukan demi Hanna dan ibunya! ucap Hanna.


"Baiklah." Dalam batinNorr. "Sungguh gadis yang sangat menakutkan."