Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
169


Haruka yang terpejam, membiarkan Xiao Chen untuk menyembuhkan lukanya itu, meskipun dia tidak mengenali pria itu namun Haruka merasa dia bukanlah pria yang jahat.


"Aku tidaklah tau siapa dia, namun nampaknya dia adalah seorang pria yang memiliki sebuah ikatan kuat dengan wanita bernama Zie itu, benarkah aku ini adalah reinkarnasi dari wanita bernama Zie, lantas ada ikatan semacam apa antara Zie dengan pria ini?" dalam benak Haruka dengan perasaan bingung.


Xiao Chen menatap wajah Haruka yang tengah terbaring diatas kasur, dengan perlahan dia segera mengangkat tangan kanannya, jari telunjuk ia letakkan tepat dikening Haruka. Sedangkan tangan kirinya ia angkat tepat didepan dadanya dengan telapak tangan yang terbuka. Tak lama sebuah cahaya berwarna putih dengan perlahan menyentuh tubuh Haruka.


Haruka merasakan ketidaknyamanan dalam dirinya, tubuhnya seperti tengah tertusuk oleh sesuatu benda tajam. Sesekali ia menggerakkan kepalanya dan mengepalkan telapak tangannya dengan kuat, untuk menahan rasa sakit.


Setelah beberapa lama Xiao segera menurunkan kedua tangannya. Kini anak panah yang tertancap pada tubuh Haruka sudah terlepas, luka-lukanya pun kini sudah sembuh tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.


Kemudian dengan perlahan Haruka segera membuka kedua matanya dilihatnya Xiao tengah berdiri dihadapannya, sambil memandangi wajah Haruka.


Haruka menatap wajah Xiao dengan pandangan dingin bagai es itu, segera ia terbangun dan duduk diatas kasur.


"Terima kasih sudah menyembuhkan aku." Ucap, Haruka yang menatap wajah Xiao Chen.


"Tidak perlu sungkan begitu." Balas Xiao dengan tatapan ramah miliknya.


"Sebenarnya dari mana asalmu ini, dan mengapa kau bisa menemukan keberadaanku?" tanya Haruka dengan pandangan dinginnya itu.


"Hm. Sudah sekian lama aku mencari keberadaanmu Zie, hampir saja aku berputus asa. Namun, pada akhirnya aku berhasil menemukan dirimu." Ucap, Xiao dengan tegas sambil memandangi wajah Haruka.


Kemudian Haruka menatap wajah Xiao yang jika dia pikir-pikir lagi wajahnya memang tidak begitu asing baginya.


"Jadi ada hubungan apa antara kau dan wanita bernama Zie?" tanya Haruka dengan serius.


"Dia kekasihku." Ucap Xiao Chen dengan tegas.


"Aku sudah menduganya." Dalam benak Haruka yang menatap wajah Xiao.


"Benar." Ucap Xiao sambil duduk disamping Haruka.


Haruka kemudian terdiam sejenak, lalu dia segera memutar bola matanya kebawah, Xiao yang memperhatikan wajah Haruka yang berada dalam gambarannya wanita itu tengah bersedih.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Xiao sambil menatap wajah Haruka.


Haruka yang tengah berpikir dengan segera tersadar dan kembali menatap wajah Xiao yang berada dihadapannya itu.


"Tadi kau bilang, dirimu adalah kekasih dari Zie, tentunya kau pasti sangat mengerti tentang asal usul dari wanita itu, dan lagi kau juga pasti sudah memahami semua hal yang pernah terjadi pada ratusan tahun lalu, bukan?" ucap Haruka dengan penasaran.


Xiao Chen sedikit terkejut melihat raut wajah dari Haruka yang begitu sangat ingin mengetahui kebenarannya.


"Zie adalah putri dari seorang dewi yang bernama Chang'e, pada saat itu aku dan Zie tumbuh bersama-sama didunia atas. Namun, pada suatu ketika saat ada sebuah negeri yang tengah kacau balau, Zie yang keras kepala itu memutuskan untuk pergi dia mempertaruhkan nyawanya sendiri, entah apa yang dia dapatkan namun, sebelum ia pergi dia sempat berjanji kepadaku, dia pasti akan kembali. Tapi kenyataannya dia tidak pernah kembali lagi, dia telah membohongi diriku." Ucap Xiao dengan tatapan sendu.


Haruka menatap wajah Xiao yang nampak begitu tulus dan membendung sebuah kerinduan yang amat dalam, kemudian entah mengapa saat ini Haruka malah teringat oleh sosok Kichiro.


"Entah, apakah kau masih memikirkanku atau justru malah sebaliknya." Dalam benak Haruka yang menatap wajah Xiao Chen.


"Jadi apakah kau yakin, jika aku ini adalah reinkarnasi dari Zie, jujur saja aku meragukan itu." Ucap Haruka dengan tegas.


Xiao kemudian menatap wajah Haruka dengan tatapan serius.


"Ada satu hal yang dapat membuktikannya." Ucap, Xiao dengan tegas.


"Apa itu?" tanya Haruka dengan perasaan bingung.


Xiao kemudian menatap wajah Haruka yang begitu penasaran, kemudian dia segera mengangkat tangan kanannya kearah belakang dengan posisi terbuka, tak lama Haruka menatap sebuah sinar berwarna putih yang tengah bergerak memutar.