
Tak terasa hari yang cerah kini berganti menjadi gelap, dengan perlahan Matahari yang tengah berada disinggah sananya itu terperosok dari tempat tertinggi itu, dan membuatnya dengan perlahan turun lalu menghilang.
Srakk....
Srakk....
Tap.....
Tap.....
Terdengar nampak suara langkah kaki dari sekelompok orang dengan berjalan menggerombol, tengah menyusuri hutan. Malam yang gelap didalam hutan, terlihat hutan tengah mendapatkan tamu tak diundang, Raja Age dan puluhan Prajurit perang milik Pangeran Kichiro terlihat tengah menghentikan langkah mereka, Raja Age lah yang memerintahkan kepada para Prajurit Pangeran Kichiro untuk menyudahi pencarian mereka hari ini.
"Hari sudah sangat gelap, sebaiknya kita beristirahat ditempat ini saja, lalu esok pagi kita akan kembali ke Negeri seberang." Ucap, Raja Age yang saat itu tengah membelakangi para Prajurit milik Pangeran Kichiro.
Puluhan Prajurit Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan yang diucapan oleh Raja Age kepada diri mereka, membuat para Prajurit itu saling menatap satu sama lain dengan perasaan bingung yang cukup tinggi, lalu tak lama kemudian, salah seorang Prajurit yang bernama Astreo bertanya pada diri Raja Age.
"Mengapa kita harus pergi ke Negeri seberang?" ucap, Astreo dengan menatap tubuh Raja Age yang tengah berdiri membelakangi dirinya itu.
Raja Age yang mendengar perkataan dari Astreo salah seorang Prajurit yang cukup tangguh dalam berperang itu, membuatnya melirikkan kedua bola matanya itu ke arah samping kanan, dengan raut wajah liciknya itu. Kemudian Raja Age segera menolehkan Wajahnya ke arah belakang untuk dapat menatap Wajah Astreo, yang saat itu terlihat begitu sangat bingung dengan apa yang baru saja ia ucapkan.
"Ah, Astreo jadi begini kalian semua harus membantu diriku, ada sedikit masalah di Istanaku, kita esok pagi harus berangkat ke Negeri seberang." Ucap, Raja Age dengan raut Wajahnya yang nampak sangat dingin itu.
Astreo serta para Prajurit perang milik Pangeran Kichiro saat mendengar perkataan dari Raja Age membuat semuanya menolak permintaan dari Raja Age dengan serentak.
"Tidak bisa seperti itu Raja, Kaisar Yu memerintahkan kepada kami semua untuk terus mencari kedua Pangeran, kami tidak akan pernah menyetujui perkataanmu itu." Ucap, Astreo dengan raut Wajah tegasnya.
Raja Age yang mendengar perkataan dari salah satu Prajurit terpercaya milik Pangeran Kichiro yaitu Astreo membuat dirinya merasa sangat kesal. Namun,hal itu tidak segera ia tunjukkan pada para Prajurit perang milik Pangeran Kichiro.
Dengan segera Raja Age memutar tubuhnya untuk dapat berhadapan dengan puluhan Prajurit yang saat itu ikut serta dengan dirinya, sedangkan Prajurit yang lainnya tengah mencari keberadaan Pangeran Kichiro dan Pangeran Rendra ditempat lain, sebelum mereka memutuskan untuk mencari Raja Age dengan terpaksa memecah para Prajurit yang ikut bersamanya saat itu.
"Hm, kau benar Astreo, kau ternyata begitu sangat patuh terhadap Kasiar Yu, aku sungguh sangat kagum akan dirimu, maafkan diriku." Ucap, Raja Age yang dengan perlahan mendekat ke arah Astreo.
"Tak apa Raja, kami mengerti, mungkin setelah para Pangeran berhasil kita temukan maka, kau bisa meminta tolong kepada Kaisar Yu untuk membawa kami ke Istanamu itu dan membantu dirimu, Raja." Ucap, Astreo dengan tegas.
Raja Age yang mendengar perkataan dari Astreo, dengan perlahan ia mengeluarkan kekuataannya dari dalam telapak tangan kanannya itu, lalu perlahan Raja Age mengarahkan kekuatannya tepat pada Wajah para Prajurit perang itu, sambil berbicara dengan perlahan kepada mereka semua.
"Sepertinya itu tidaklah perlu, karena aku dapat membawa kalian dengan mudah." Ucap, Raja Age yang segera menaburkan serbuk berwarna cokelat terhadap para Prajurit yang saat itu tengah bersama dengan dirinya. Seluruh Prajurit perang milik Pangeran Kichiro yang terkejut akam hal itu nampak tidak berdaya, karena serbuk cokelat yang Raja Age berikan kepada mereka semua membuat para Prajurit tak lupa juga dengan Astreo yang akan menjadi lupa diri, dan menganggap bahwa Raja Age adalah Tuan mereka dan mereka semua harus setia juga patuh terhadap Raja Age.
Raja Age tersenyum tipis sambil menurunkan lengan kanannya, saat melihat Astreo yang saat itu terlihat begitu sangat dingin dan terkesan sangat tidak memperdulikan dirinya kini semua itu berbanding terbalik.
"Raja, terimalah salam hormat dari kami." Ucap, Astreo yang dengan segera bersujud dihadapan Raja Age.
Hal itu dengan segera diikuti oleh para Prajurit perang lainnya, Raja Age yang melihat hal itu dengan segera ia menunjukkan tatapan licik, lalu ia membuka mulutnya sambil memanjangkan kedua lengannya ke arah samping, lalu dia segera tertawa dengan sangat keras didalam hutan itu.
"Wahahahahahaha! Hahahaha!" Tawa dari Raja Age yang terdengar begitu sangat keras itu.
°^°^°^°^°^°^°^
Sedangkan ditempat dimana Putri Kirana dan Xiao Chen berada, telihat Putri Kirana tengah menyerang Xiao Chen dengan sangat keras, rasanya begitu sangat sakit saat orang lain berkata semacam itu terhadap dirinya. Xiao Chen yang melihat raut Wajah dari Putri Kirana yang begitu sangat marah dengan apa yang ia sudah katakan terhadap diri Putri Kirana, membuat diri Xiao Chen terkejut akan kekuatan yang Putri Kirana keluarkan untuk dapat menyerang dirinya.
Pada saat itu juga Putri Kirana yang tengah memainkan Pedangnya untuk dapat mengalahkan Xiao Chen, dari dalam mulutnya itu terlontarlah sebuah kata-kata yang mampu membuat diri Xiao Chen semakin tercengang oleh diri Putri Kirana, sambil dengan terus menepis semua serangan yang diberikan oleh Putri Kirana terhadap dirinya itu.
"Kedua orangtuaku setidaknya bangga terhadap diriku, karena meskipun aku tidak mampu menyelamatkan nyawa mereka, namun setidaknya aku masih mempertahankan harga diriku sebagai soarang Putri yang selamanya tidak akan pernah bisa diperalat oleh seorang pria pengecut seperti dirimu, yang hanya mampu bersembunyi dalam bayang-bayang orang yang sok baik padahal itu terlihat begitu sangat menjijikkan!" Ucap, Putri Kirana yang menatap kedua bola mata milik Xiao Chen, dengan tatapan tajam dan juga nampak sebuah pemberontakan hebat yang telah ia berikan.
Xiao Chen sungguh merasa sangat tidaklah menyangka dengan ucapan Putri Kirana yang terdengar begitu sangat tegas, hingga mampu membuat diri Xiao Chen merasa gentar untuk berhadapan dengan diri Putri Kirana, lalu tak lama kemudian Xiao Chen segera menghilang dari pandangan Putri Kirana, kini ia tengah berada diatas dahan pohon yang cukup tinggi.
Putri Kirana yang terkejut akan hal itu dengan segera ia menatap ke arah sebuah pohon besar yang tengah menjadi pijakkan dari Xiao Chen, Xiao Chen mengerenyitkan dahinya, dan juga sedikit menyipitkan kedua matanya dengan perlahan ia menghilang dari pandangan Putri Kirana, Putri Kirana yang melihat hal itu nampak tersenyum licik sambil berteriak pada diri Xiao Chen yang menghilang dari pandangannya itu.
"Dasar pengecut!" Ucap, Putri Kirana yang segera pergi meninggalkan tempatnya dan kembali untuk dapat bertemu dengan Norr, dan Leo.