
Pangeran Kichiro membuka pakaiannya, terlihat tubuh yang kekar dan gagah.
Hanna menatap. "Dalam batinnya "Tubuhnya boleh juga."
Kichiro segera menatap Hanna. "Bisakah kau ambilkan aku pakaian ganti?
Hanna yang sedikit terkejut kemudian tersadar kembali. "Hmm? Ucapnya sambil menatap kichiro.
"Kau melamun ya? ucap Kichiro menatap Hanna dengan bibir tersenyum.
Hanna segera berjalan menuju lemari baju. "Tidak." Ucapnya sambil tertunduk. Dalam batinnya. "Apa yang sebenarnya terjadi denganmu, Hanna?
"Benarkah? ucap Kichiro yang menatap Kichiro.
"Iya." Uca Hanna sambil memilih pakaian, dan mengambil pakaian tidur.
Hanna berjalan mendekati Kichiro.
"Ini pakaianmu." Ucap Hanna sambil memberikan pakaian itu kepada Kichiro.
Kichiro segera mengambil dan berganti pakaian didalam kamar mandi.
Hanna terduduk di kasur.
"Jika dia ingin melakukan itu, aku bilang saja jika sedang datang bulan." Ucap Hana dengan khawatir.
Tak lama Kichiro kembali.
Hanna menatap Kichiro yang berjalan menghampirinya. "Sudah selesai?
"Iya." Ucap Kichiro berjalan mendekat.
Hanna menatap Kichiroyang mendekatinya. "Kau sepertinya sangat lelah lebih baik, kau segera tidur."
kichiro segera menaiki kasur dan menatap wajah Hanna. "Mungkin nanti."
"Begitukah?? ucap Hanna.
"iya." Balas Kichiro.
"Hmmm, aku akan segera tidur." Ucap Hanna kepada Kichiro.
"Silahkan." Ucap Kichiro yang menatap Hanna.
Hanna dengan cepat menarik selimut, memalingkan tubuh dan segera memejamkan matanya. Kichiro menatap Hanna yang terlihat sedikit aneh.
Beberapa saat kemudian, pintu di ketuk.
kichiro menatap dengan segera ia berjalan dan membuka pintu kamar.
"Maaf menggangu waktu istirahat anda pangeran." Ucap Penjaga Istana.
"Ada apa? tanya Kichiro.
"Saya di perintahkan kaisar untuk menyuruh anda menemuinya, ada hal penting yang ingin Kaisar sampaikan terhadap pangeran." Ucap Penjaga itu.
"Kalau begitu aku akan segera kesana kau kembali lah." Ucap Kichiro.
Pangeran Kichiro segera masuk kekamar dan mengganti pakaiannya kembali.
Pangeran segera berjalan menuju lemari baju, kemudian membukanya.
Kichiro yang sedang mencari pakaian terkejut melihat sebuah jubah hitam dan topeng wajah terjatuh.
Pangeran Kichiro memperhatikan, dan seera mengambil jubah itu.
"Ini bukankah...." Ucap Pangeran Kichiro yang segera menatap Hanna.
Dengan perlahan dia menaruh kembali dan menutup lemari.
Kichiro menatap Hanna dan segera mendekatinya.
"Istriku sekarang aku tau rahasiamu." Ucapnya berbicara pelan sambil mengelus rambut Hanna.
Pangeran Kichiro segera keluar dari dalam kamar.
Pagi hari di kamar Hanna.
"Putri bangun." Ucap Yuan menatap Hanna yang masih tertidur.
Hanna segera membuka matanya dengan perlahan.
"Hmm setelah sembuh kau jadi bersemangat sekali Yuan." Ucap Hanna yang menatap Yuan.
"Hehe bukan begitu putri, saya senang karna tadi malam pangeran bermalam di sini." Ucap Yuan dengan tersenyum menatap Hanna.
"Hmm." Ucap Hanna sambil berjalan menuju tempat rias.
***
Zofan dan amuya sedang duduk ditaman Istana.
"Kak aku dengar semalam pangeran kichiro bermalam di istana Hanna." Ucap Zofan kesal.
"Hmm dasar gadis penggoda, dia fikir dengan begitu bisa membuat Pangeran Kichiro mencintainya." Ucap Amuya dengan marah.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan kak? Aku muak dengan gadis penggoda itu." Ucap Zofan dengan perasaan kesal kepada Hanna.
"Aku dengar pangeran dan kaisar pergi mengunjungi istana Qin, jadi tidak masalah jika kita memberi gadis penggoda itu pelajaran agar dia jera." Ucap Amuya dengan licik.
"Tapi Putri Kirana ada di sini, dia sepertinya tidak akan membiarkan kita melakukan itu." Ucap Zofan cemas.
"Hmm Putri tak berguna seperti dia, coba saja jika dia menghalangi rencana kita maka dia juga harus kuhancurkan!! Dengan perasaan kesal Amuya kepada Hanna.
"Tapi bagaimana dengan Permaisuri Jian? Dia belum sepenuhnya mendukung kita."
"Kamu tenang saja, menghasut Permaisuri adalah hal yang mudah bagiku." Ucap Amuya yang terlihay begitu percaya diri.
"Lalu rencana apa yang akan kita buat kali ini untuk membuat hanna benar jera ?? Aku sudah sangat muak melihatnya hidup didunia ini." Ucap Zofan dengan kesal.
"Hmm rencananya akan di mulai nanti malam." Ucap Amuya dengan licik.