Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
105


Tak lama terdengar suara teriakan kuda, dari luar istana dengan segera amuya dan permaisuri ayunian keluar dari kamar, untuk menyebut ke datang an kaisar.


Di luar istana terlihat kaisar lin yang bersama dengan seorang pria dan beberapa prajurit.


Mereka bergegas masuk ke dalam istana lin yang luas, amuya dan permaisuri ayunian sudah menunggu kedatangan kaisar lin di halaman istana.


Permaisuri ayunian memasang wajah manis di hadapan kaisar lin, namun tak lama saat pandangan nya tertuju pada pria yang berada di samping suaminya itu, seketika raut wajah nya berubah.


"Mengapa dia datang kemari?!." Dalam benak permaisuri ayunian.


Pria itu memandang permaisuri ayunian yang berada di halaman istana, sedikit menarik bibir nya ke atas pria itu tersenyum licik.


"Kaisar anda sudah kembali." Ucap permaisuri ayunian.


Tanpa menghiraukan pria itu permaisuri ayunian langsung menyambut kaisar dengan sikap yang lembut dan manis.


Kaisar lin yang sejak awal pandangan nya tidak lepas dari amuya yang berada di istana lin, menghiraukan begitu saja tanya dari permaisuri ayunian.


"Mengapa kau bisa ada di sini?" ucap, Kaisar Lin.


Amuya terkejut, dia sangat bingung apa yang harus di katakan pada ayah nya, permaisuri ayunian memperhatikan amuya yang panik itu segera dia menyela tanya dari suami nya pada anak nya itu.


"Emh dia hanya ingin mengunjungi diriku saja, sudah sangat lama sekali dia tidak bertemu dengan diriku, bukan kah sangat wajar jika dia merindukan ibu nya?" ucap, Permaisuri Ayunian.


Kaisar lin nampak nya percaya dengan ucapan permaisuri ayunian, tanpa berkata apapun lagi dia langsung pergi meninggalkan amuya dan isteri nya.


Permaisuri ayunian dan amuya merasa lega karena kaisar tidak mencurigai nya, dia bahkan langsung pergi meninggalkan mereka.


Tamu kaisar itu melirik permaisuri ayunian, kemudian dia mengikuti kaisar lin yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Permaisuri ayunian sedikit panik, saat pria itu memandanginya,namun dia tersadar kembali saat melihat amuya yang masih berada di samping nya.


Amuya memandang bunda nya yang berada di samping nya, dengan nada sedikit manja amuya mengeluh pada ayunian.


"Tapi bunda bagimana jika masalah ini akan di ketahui oleh kaisar? Dan aku tidak ingin terus menerus berada disini, aku ingin kembali ke sisi Pangeran Kichiro."


"Kau tenang saja aku akan membantumu, sekarang pergilah." Sahut Permaisuri Ayunian dengan nada bicara yang tegas, Amuya menatap bunda nya yang terlihat aneh saat bertemu dengan seorang pria yang bersama dengan kaisar.


"Bunda, apakah kau mengenal siapa yang bersama dengan Kaisar itu?" ucap amuya dengan penasaran.


"Aku tidak mengenali nya, sekarang cepat pergi." Ucap permaisuri ayunian.


"Baik bunda." Sahut Amuya dengan panik.


Segera dia meninggalkan ayunian sendirian di taman istana, amuya memandang anaknya yang pergi menuju kamar.


"Mengapa dia bisa ada di sini? Ada urusan apa dia dengan kaisar lin, Satoru apa tujuan mu sebenarnya datang kemari." Dalam benak permaisuri ayunian.


Tak lama dia membalikkan tubuhnya, dan menatap ruangan kaisar, permaisuri ayunian segera berjalan menuju dapur istana.


**


Di dalam ruangan kaisar lin.


Kaisar dan kaisar dari kerajaan qwi san tengah duduk di sebuah kursi yang besar, terlihat mereka sedang membahas sesuatu hal yang penting.


Namun pembahasan itu terhenti saat kaisar dari kerajaan qwi san yang bernama lian xi satoru menanyakan beberapa hal terhadap kaisar lin.


"Ku lihat anak mu itu sangat menyayangi bundanya?" ucap, Raja Satoru.


"Hmm, dia memang lah anak yang manja, sungguh tidak dapat di andaikan." Ucap Kaisar lin dengan cuek.