
Pangeran Rendra yang melihat hal itu begitu sangat senang, saat tubuh Siluman itu digerogoti oleh hewan kecil seperti Boru, pada malam hari itu terlihat didalam goa itu sinar merah mewarnai seisi goa, itu karena kekuatan milik Siluman Ular yang ia kekuarkan, dan malah kekuatan itu melukai dirinya sendiri.
"Arghh! Sakit sekali!" Ucap, Siluman Ular itu dengan terus berteriak dan mengeluarkan kekuatannya untuk dapat melukai dirinya sendiri.
Pangeran Rendra yang saat itu masih menatap diri Siluman Ular yang nampak begitu sangat tersiksa, dengan segera ia bergerak dengan perlahan untuk dapat keluar dari dalam goa tanpa diketahui oleh Siluman itu, Pangeran Rendra kemudian melangkahkan kaki jenjangnya untuk dapat keluar dari dalam goa itu.
Tetapi, karena melihat kekuatan dari Siluman Ular yang tidak terkendali hingga mengakibatkan dinding batu dan langit goa itu bergetar dengan cukup kuat, Pangeran Rendra merasa yang merasa bahwa goa itu akan runtuh dengan segera ia bergegas untuk dapat keluar dari dalam goa, tanpa harus terkena serangan dari Siluman Ular itu.
Boru yang melihat diri Pangeran terlihat sedikit kesulitan untuk dapat keluar dari dalam tempat itu, segera ia bergerak ke arah tubuh yang lainnya agar Siluman itu juga dapat mengarahkan kekuatannya ditempat lain sehingga dapat membuat diri Pangeran Rendra keluar dari dalam tempat itu.
Pangeran Rendra yang melihat kebaikkan dari Boru, membuatnya merasa berhutang budi pada hewan kecil itu, sehingga Pangeran Rendra berjanji kepada dirinya sendiri.
"Jika kita berjumpa lagi, aku pasti akan membalas semua kebaikkan yang telah kau berikan kepada diriku ini, terima kasih Boru." Dalam benak Pangeran Rendra yang segera bergegas untuk dapat keluar dari dalam goa yang sudah hampir runtuh itu.
Pangeran terus bergerak sampai pada akhirnya ia dapat keluar dari dalam goa, saat Pangeran Rendra menolehkan kepalanya ke arah belakang untuk dapat melihat goa itu, dengan seketika terdengar suara yang begitu sangat keras.
Brukkk....
Runtuhlah goa yang terbangun dari batu-batu besar, Pangeran Rendra terlihat begitu sangat terkejut saat melihat hal itu, ia berharap semoga Boru dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Pandangan Pangeran Rendra saat melihat ke arah goa entah mengapa terlihat bayangan dari Putri Kirana, seolah Wanita itu hadir didalam tempat itu saat itu juga.
"Mungkin aku hanya rindu." Ucap, Pangeran Rendra yang segera membalikkan tubuh untuk dapat pergi meninggalkan tempat itu.
Tiba-tiba air keluar dengan derasnya dari dalam puing-puing bebatuan yang sudah retak. Pangeran Rendra kemudian segera bergegas untuk dapat pergi meninggalkan tempat itu. Air terus mengalir dengan cepatnya, tetapi sebelum hal itu terjadi Pangeran Rendra sudah dapat menyelamatkan dirinya untuk dapat berlindung diatas dahan pohon besar yang tidak terlalu jauh dari tempat itu.
^°^°^°^
Sedangkan ditempat lain, terlihat Haruka yang tengah duduk didalam Rumah Kayu bersama dengan Norr, dan juga Leo, Haruka yang tidak melihat keberadaan dari Putri Kirana dengan segera ia bertanya kepada diri Norr.
"Norr, dimana Kirana?" tanya Haruka dengan raut Wajah tegasnya itu.
Norr dan Leo yang mendengar perkataa dari diri Haruka, segera mereka menjawabnya dengan satu jawaban yang serupa, dan hal itu membuat diri Haruka menduga-duga tengah ada suatu hal yang tidak beres diantara ketiganya. Namun, dia tidaklah mengetahui hal itu.
"Akupun tidak tau dimana keberadaannya saat ini." Ucap, Norr yang saat itu tengah duduk diatas kursi kayu, sambil menatap tajam Wajah Leo.
"Entahlah Haruka, dia akhir-akhir ini memang sedikit aneh." Balas, Leo dengan sedikit melirik ke arah Haruka.
Haruka yang mendengar perkataa dari kedua Pria itu, segera Haruka membalas perkataan dari keduanya.
"Kalianlah yang terlihat begitu sangat aneh, sebenarnya apa yang telah kalian sembunyikan dari diriku?!" Ucap, Haruka dengan perasaan kesal terhadap kedua Pria itu.
Norr dan Leo yang mendengar upacan dari diri Haruka membuat keduanya merasa begitu sangat terkejut, lalu Leo yang sudah tidak sanggup lagi dengan semua sandiwara yang ia buat membuatnya dengan cepat berbicara pada diri Haruka sambil menatap tajam Wajahnya.
"Ada kemungkinan jika Kirana saat ini telah bekerjasama dengan Xiao Chen untuk menghancurkan dirimu, Haruka." Ucap, Leo yang saat itu tengah menatap Wajah Haruka dengan sorot dari sepasang mata tajamnya itu.
Haruka yang mendengar hal itu seakan dibuat tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari diri Leo, dia begitu sangat tidaklah menyangka hal itu akan terjadi kepada dirinya, lalu Haruka segera membalas perkataan dari diri Leo.
"Kau ada bukti nyata?" ucap, Haruka yang tidak dengan segera membantah tuduhan Leo terhadap diri Kirana.
Leo yang saat itu tengah berada disamping Haruka, segera ia kembali berbicara kepada dirinya, sambil menatap tajam Wajah Haruka.
"Sedari awal aku memang sudah tidak menyukai Wanita itu, namun aku selalu berpikir bahwa kau selalu berada dibelakang diri Kirana, jadi tidaklah mungkin aku berkata seperti itu terhadap dirimu. Namun, yang semakin membuat dirinya curiga ketika Putri Kirana bertemu dengan Xiao Chen didalam hutan pada beberapa waktu yang lalu itu.
"Tentu saja, beberapa hari yang lalu aku tidak sengaja memergokki Kirana tengah berbincang-bincang dengan Xiao Chen, dan sedikit yang aku ketahui dari percakapan mereka Xiao Chen berencana untuk melumpuhkan dirimu, dengan perantara Kirana." Ucap, Leo dengan tatapan yang begitu sangat tajam.
Haruka yang mendengar perkataan dari diri Leo yang begitu sangat mengejutkan dirinya, membuatnya merasakan sebuah kebimbangan dalam dirinya, Leo tidaklah mungkin berkata dusta kepada dirinya, lalu Haruka segera menatap tajam Wajah Norr, Pria itu terlihat hanya terdiam tanpa bersuara sedikitpun, bahkan menatap Wajahnya pun Norr tidak melakukannya.
"Biarkan saja jika itu memang kehendaknya." Ucap, Haruka yang terlihat begitu sangat kecewa dengan semua yang telah terjadi, lalu dengan segera Haruka bangkit dari duduknya ia kemudian berjalan untuk dapat keluar dari dalam Rumah Kayu.
Norr dan Leo yang melihat hal itu terlihat begitu sangat terkejut, namun apa yang dapat mereka lakukan?
Haruka kemudian melangkahkan kakinya dia menapakkan kakinya diatas rumput hijau, saat ia tengah termenung kemudian Haruka dikejutkan dengan suara seorang Pria yang tengah berbicara kepada dirinya.
"Sepertinya kau terlihat begitu sangat sedih, Nona?" ucap, seorang Pria yang tengah duduk diatas dahan pohon besar disamping Haruka.
Haruka yang mendengar ada seseorang yang tengah berbicara kepada dirinya, membuatnya merasa tersentak, lalu dengan cepat Haruka segera mengangkat kepalanya ke arah atas untuk dapat melihat siapa yang tengah berbicara kepadanya itu. Dilihatnya seorang Pria dengan menggunakan busana biru dengan rambut terurai panjang, Wajahnya begitu sangat tampan. Namun, sifatnya membuat diri Haruka begitu sangat muak. Iya, dia adalah Pangeran Kichiro yang tengah menyamar untuk dapat mengetahui seberapa besar rasa cinta Haruka kepada dirinya, karena saat ini diri Pangeran yang telah menjadi sangat kuat itu mungkin saja pendirian Haruka akan berbalik setelah melihat ada seorang Pria yang begitu sangat hebat.