
Malam hari didalam Istana milik Xiao Chen. Haruka tengah terduduk diatas meja makan bersama dengan Xiao Chen rambutnya terurai panjang, rambutnya nampak layu karena dia memang baru saja selesai membersihkan diri. Dengan meminjam kolam air milik Xiao Chen.
Kini dihadapannya telah tersedia beberapa makanan mewah, yang tengah tersaji diatas meja makan. Haruka memperhatikan Xiao Chen yang terlihat sangat fokus pada Naga emasnya itu.
"Darimana kau mendapatkan makan malam sebanyak ini? Kau tidaklah mungkin mencurinya kan?" ucap, Haruka dengan raut wajah datarnya.
Xiao Chen nampak terkejut dengan ucapan Haruka hingga membuatnya menoleh sambil menatap tajam wajah wanita itu.
"Aku ini terlahir dari dunia atas, mana mungkin aku mencuri semua makanan mewah ini!" Ucap, Xiao Chen dengan nada bicara yang tidak suka.
Haruka terus menatap wajah Xiao Chen dengan tatapan dinginnya, dia sungguh merasa tidak perduli dengan apa yang sedang Xiao Chen bicarakan. Yang ia ingin tau adalah darimana semua makanan mewah ini.
"Hm, aku hanya bertanya darimana semua makanan ini, bukan dari mana dirimu berasal, aku paling tidak suka mendengar sebuah jawaban yang tidak masuk akal, bertele-tele, juga tidak penting!" Ucap, Haruka dengan raut wajah seriusnya.
Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Haruka nampak tercengang wanita itu sungguh terkesan sangat cuek, angkuh dan keras kepala.
"Sihir." Ucap, Xiao Chen sambil mengambil beberapa makanan lalu dengan segera ia melahapnya.
Haruka kemudian segera menatap wajah Xiao Chen dengan tampang dinginnya lagi, tak lama alis kirinya terangkat, Xiao Chen yang tidak sengaja melihat wajah Haruka kemudian dia menunjukkan raut wajah kesalnya terhadap wanita itu.
"Sampai kapan kau akan terus menatapku dengan tampang dingin seperti itu, aku tidak akan mati kedinginan hanya karena ekspresi jelekmu, dan lagi cepat turunkan alismu itu dia tidak tahan berlama-lama terus bergaya seperti itu dihadapanku." Ucap, Xiao Chen dengan terus mengunyah makanan yang berada didalam mulutnya.
Haruka kemudian segera menghela napas, dengan segera meletakkan kedua tangannya diatas meja makan. Xiao Chen yang tengah memakan makanannya dengan segera berbicara pada Haruka saat dia tidak segera menyentuh makanannya sedikitpun.
"Apa yang tengah kau pikirkan, cepat habiskan makananmu, kau tidak akan merasa kenyang jika hanya menatapnya saja." Ucap Xiao Chen.
"Hei? Ada apa dengan dirimu, apa yang sedang kau permasalahan?" ucap, Xiao sambil menghentikan makan.
"Hmm, aku hanya berpikir apakah disana teman-temanku juga dapat memakan makanan seperti ini, aku tidak aakan makan sebelum aku menemukan mereka." Ucap, Haruka dengan tegas.
Xiao Chen nampak terkejut dengan keputusan yang sudah Haruka buat, dan hal itu membuatnya merasa sangat kesal.
"Jangan keras kepala, Haruka!" Bentak Xiao Chen dengan lantang.
Haruka hanya terdiam saat melihat reaksi tidak suka dari Xiao Chen, Haruka masih berada ditempat duduknya sambil menatap wajah Xiao Chen dengan tajam.
"Lebih baik keras kepala, daripada menjadi egois." Jawab Haruka dengan santai.
Xiao Chen nampak kesal dengan semua jawaban yang dia dengar dari mulut Haruka, namun sayangnya dia tidak dapat membantah setiap uucapan dari seorang wanita yang sangat keras kepala seperti Haruka Inawa.
"Oh iya, aku ingin bertanya kepadamu apakah kau tau dimana itu letak bukit Zhandou?" tanya Haruka dengan tegas.
Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Haruka tentang pertanyaannya mengenai bukit Zhandou membuat Xiao Chen curiga.
"Untuk apa kau menanyakan tempat itu kepadaku? Kau ingin bertarung?" jawab Xiao Chen dengan tegas.
Haruka kemudian segera memperlihatkan ekspresi dinginnya lagi, sambil menjawab tanya dari Xiao Chen wajah Haruka segera diselimuti hawa membunuh yang teramat kental.
"Iya!" Ucap, Haruka dengan tampang serius.