
Malam hari didalam Istana Xiao Chen.
Haruka tengah berdiri dihadapan sebuah cermin besar, ia tengah menyisir rambutnya yang panjang terurai. Perlahan Haruka merapikan rambutnya, Xiao Chen yang tengah berada didalam ruangannya segera bangkit dari duduknya, ia berjalan menuju meja besar yang berada dihadapannya itu, Xiao Chen meraih sebuah kotak berwarna biru yang tengah berada diatas meja itu.
Xiao Chen sempat membuka kotak biru muda dengan perlahan, dilihatnya sebuah pakaian berwarna biru yang tertata rapi didalam kotak. Segera Xiao Chen menutup kembali kotak itu dan berjalan keluar dari dalam ruangan, perlahan Xiao Chen menyentuh daun pintu dan mendorongnya, dengan perasaan gembira Xiao Chen segera menuju kedalam kamar Haruka, yang saat itu dia tengah merias wajah.
Perlahan Xiao Chen mengetuk pintu kamar Haruka yang tidak tertutup rapat, Haruka yang mendengar suara pintu diketuk segera dia menoleh kearah pintu dilihatnya Xiao Chen tengah berdiri diluar pintu kamar yang sepertinya ingin berjumpa dengan Haruka.
Haruka kemudian segera merapikan pakaiannya yang sedikit terbuka, entah Xiao Chen sengaja atau tidak namun pakaian yang Haruka kenakan nampak sedikit aneh, tetapi dia tidak terlalu mempermasalahkan tentang hal itu.
Haruka kemudian segera berjalan menuju pintu kamarnya itu, perlahan Haruka membukakan pintu untuk Xiao Chen. Haruka yang tengah berada dihadapan Xiao Chen membuat Xiao terlihat sangat gugup, entah mengapa malam itu Haruka terlihat sangat cantik dengan gaun merah yang dia berikan untuknya.
"Ada perlu apa kau datang kemari?" tanya Haruka dengan dingin.
Xiao Chen terdiam sejenak nampaknya dia sangat terpesona dengan kecantikan Haruka yang begitu membuatnya ingin terus berlama-lama memandangi wajah Haruka. Haruka yang melihat wajah Xiao Chen yang memerah kemudian dia dengan segera berbicara sambil mengangkat tangannya untuk memukul wajah Xiao Chen.
"Kau sudah tidak menginginkan penglihatanmu lagi ya!" Ucap, Haruka dengan raut wajah dinginnya.
Xiao Chen yang terkejut dengan lengan kanan Haruka yang hampir saja melukai sepasang matanya itu, untung saja Xiao Chen dapat menangkap tangan Haruka secepat mungkin, jika dilihat dari raut wajah Haruka dia tidak pernah bermain-main dalam suatu hal, jadi Xiao Chen sangat kesulitan untuk membuat Haruka jatuh hati kepada dirinya.
"Jika sekali lagi kau memperlihatkan tampang seperti itu maka aku tidak segan untuk melepas sepasang matamu itu!" Ucap, Haruka dengan tampang dinginnya.
Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Haruka yang begitu sangat mengerikan, wanita itu sungguh sangat sulit untuk ditaklukkan sikap keras, dan tak acuhnya membuat Xiao Chen harus terus berusaha untuk melunakkan hati Haruka, dan membuat Haruka untuk berhenti mencintai Kichiro.
"Maaf, bukannya aku ingin bermaksud buruk terhadap dirimu, aku kemari hanya ingin memberikan ini, untuk kau kenakan esok hari saat ingin bertarung dengan Putri Yuri itu." Ucap, Xiao Chen sambil memberikan kotak berwarna biru muda kepada Haruka.
Haruka yang melihatnya kemudian dia segera melirik ke arah Xiao Chen yang tengah berada dihadapannya itu, dengan perasaan yang masih terlihat kesal Haruka segera menerima kotak yang diberikan Xiao Chen kepada dirinya.
"Terima kasih, ini sudah larut aku harus kembali kedalam kamar untuk beristirahat, sudah tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan bukan?" ucap, Haruka dengan tatapan sepasang mata yang terlihat dingin dan tak ingin berlama-lama Xiao Chen berada ditempatnya itu.
Xiao Chen yang terlihat gugup kemudian dia segera tersenyum tipis kepada Haruka, rasa sakitnya ia pendam didalam hati membuat Xiao Chen merasa kesal terhadap hal itu.
"Ah, benar hari sudah mulai larut, esok kau harus menyiapkan diri dengan baik, jika tidak...." Belum sempat Xiao Chen melanjutkan perkataanya, Haruka segera menatap wajah Xiao Chen dengan tatapan tidak perdulinya.
Xia Chen yang melihat hal itu segera diapun tersenyum kecil pada Haruka, kemudian dia berbicars dengan cepat sambil memalingkan tubuhnya ke arah belakang.
"Hm, selamat malam." Ucap, Xiao Chen yang segera pergi untuk meninggalkan Haruka.
Xiao Chen yang masih belum terlalu jauh dari tempat Haruka dia kemudian segera menghentikan langkahnya raut wajahnya begitu kesal, telapak tangan kanan yang tengah berada di sisi pinggul Xiao Chen mengepalkannya dengan erat.
"Cih!" Gumam Xiao Chen.
Kemudian dia segera melanjutkan langkahnya, dan berjalan untuk memasuki ruangannya lagi. Haruka yang tengah berada didalam kamar segera meletakkan kotak biru itu diatas meja rias, Haruka terdiam sejenak kemudian pandangannya tertuju pada kotak biru itu, terlihat dia sangat ingin melihat pakaian aneh seperti apa lagi yang akan dia kenakan.
Haruka segera meraih kotak biru itu perlahan ia membukanya, Haruka melihat sebuah pakaian yang terlihat lebih cocok dengan dirinya, dibandingkan pakaian yang saat ini tengah ia kenakan.
Pakaian dengan warna biru itu terlihat sangat cantik, tak lupa juga Xiao Chen memberikan sebuah ikat rambut untuk ia kenakan. Haruka yang melihatnya tidak dibuat kecewa lagi dengan Xiao Chen, kemudian Haruka meletakkan kembali pakaian itu pada tempatnya, segera ia berjalan menuju kasur dan membaringkan tubuhnya diatas kasur.
Haruka menatap ke arah atap, ternyata tempat itu memang sudah sangat diperuntukkan untuk dirinya, karena semua terlihat sangat sempurna. Pandangan Haruka seakan masuk kedalam langit-langit kamarnya yang dihiasi dengan kupu-kupu emas yang berkelap-kelip sayapnya. Sihir yang digunakan Xiao Chen sungguh sangat menarik, Haruka sangat mengerti perasaan Xiao Chen. Namun, seharusnya Xiao Chen lekas sadar dengan semuanya yang hanya akan sia-sia saja.
Dengan perlahan Haruka segera memejamkan matanya, saat dia tengah terpejam tiba-tiba saja sesuatu tengah menyentuh wajah Haruka, Haruka kemudian segera terbangun dia membuka matanya dengan perlahan, dilihatnya Kichiro tengah memperhatikan wajah Haruka sambil tersenyum dihadapannya.
"Kichiro." Ucap, Haruka yang segera tersenyum tipis pada Kichiro. Pangeran Kichiro segera menyentuh wajah Haruka dia sedikit mengangkat dagu Haruka dengan cukup tinggi.
"Aku merindukan dirimu Haruka." Ucap, Kichiro dengan suara yang sangat lembut pada Haruka.
Haruka yang mendengar ucapan dari Kichiro kemudian dia segera berbicara pada Kichiro dengan nada yang cukup tinggi.
"Pembohong! Kau telah berselingkuh, kau telah mengkhianati diriku, aku benci kepada dirimu!" Bentak Haruka dengan keras.
Kichiro yang melihat hal itu kemudian dia segera berbicara pada Haruka dengan tegas.
"Aku tidak pernah menghianati dirimu, aku selalu menunggu dirimu, kembalilah Haruka aku menunggu kehadiranmu." Ucap, Kichiro yang segera mengangkat tubuh Haruka.
Haruka yang melihat sepasang mata yang tengah membendung sebuah kerinduan yang teramat dalam membuat Haruka terjatuh kedalam dekapannya.
"Aku akan selalu mencintai dirimu." Ucap, Kichiro yang menatap wajah Haruka dengan sangat dalam.
Kemudian Kichiro menjatuhkan tubuh Haruka kedalam kasur, Kichiro segera mendekatkan wajahnya pada Haruka.
"Emh!" Ucap, Haruka yang tengah tertidur didalam kamarnya.
Haruka kemudian segera menggerakkan tangannya, tak lama ia terbangun dari tidurnya. Sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan Haruka baru menyadari ternyata dia sangat merindukan Kichiro.