Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
213


Haruka hanya terdiam sambil menatap ke arah jalan, kini dirinya tengah berada dibelakang punggung seorang pria, pria yang dahulu selalu ia tolak kehadirannya, pria yang sangat konyol karena dia yang selalu ingin melindungi seorang wanita yang sebenarnya tak layak mendapatkan perlindungan dari dirinya. Entah lah Haruka menganggap semua yang terjadi adalah hadiah dari Dewa, entah nantinya hadiah itu bisa bertahan sampai akhir, atau akan berganti dipertengahan saja.


Selama didalam perjalanan, Haruka yang tengah berada dipunggung Pangeran Kichiro, hanya terdiam, suasana ditempat itu terasa amat canggung. Ingin rasanya Haruka berkata "Hei aku lah yang kau cari" namun itu terdengar sangat konyol, karena dia bukan lah Hanna, melainkan dia adalah Haruka, bagaimana bisa Pangeran Kichiro menerima semua itu, lagipula Haruka tidak ingin menghancurkan suasana indah yang baru saja dimulai.


"Haruka?" ucap, Pangeran Kichiro yang berbicara kepada Haruka.


Haruka yang mendengarnya segera ia menjawab saat Pangeran memanggil dirinya.


"Hm...?" jawab Haruka yang segera menatap wajah Pangeran Kichiro dari belakang.


Pangeran kemudian segera mengutarakan apa yang ingin ia sampaikan kepada Haruka, dan hal itu membuat diri Haruka begitu sangat terkejut saat mendengarnya.


"Apa kau tau, sebenarnya aku ini sudah beristri?" ucap, Pangeran Kichiro dengan suara seraknya itu.


Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran segera ia menjawab ucapaannya.


"Jadi begitu, Pangeran ini sudah menikah jika bukan dengan Putri yang tadi, pasti dengan seroang wanita yang sangat hebat, kalau begitu turunkan saja saya Pangeran, jika Istri anda melihatnya pastilah ia akan merasa sedih." Ucap, Haruka dengan raut wajah dingin, telapak tangannya ia kepalkan dengan erat.


Haruka terlihat sangat kesal dengan ucapannya, entah mengapa ia merasa sangat cemburu dengan dirinya sendiri.


"Aku tidak pernah menyangka, pada akhirnya aku akan cemburu dengan diriku sendiri." Dalam benak Haruka yang terlihat masih mematung dengan raut wajah kesal.


Pangeran Kichiro saat mendengar ucapan dari Haruka membuatnya tertawa kecil, dan hal itu membuat diri Haruka terkejut.


"Haha, dia tidak akan pernah cemburu kepada diriku, karena dia tidak pernah mencintai diriku, lagipula kini dia telah pergi jauh dan mungkin saja dia tidak akan pernah kembali lagi." Seru, Pangeran Kichiro dengan suara yang seraknya.


Haruka saat mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro membuatnya semakin dibebani dengan rasa bersalah, meskipun Pangeran berkata sambil tertawa, namun ucapan yang ia keluarkan terdengar sedikit bergetar itu menandakan dirinya tengah menyembunyikan suatu hal yang teramat pahit.


"Hm, begitukah Pangeran, lalu jika Istri anda kembali apakah kau akan tetap bersama dengan dirinya? Setelah sekian lama dia pergi tanpa kabar?" ucap, Haruka dengan tegas.


Haruka begitu sangat penasaran dengan jawaban yang akan ia dengar, raut wajah Haruka terlihat sangat serius. Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Haruka, terlihat ia tengah terdiam sejenak, sampai pada akhirnya ia berbicara kembali.


"Mungkin saja, tapi apa kau tau Haruka, tidak semua mereka yang hilang dapat dengan mudah untuk kembali dalam pelukan, namun aku rasa itu adalah hal yang tidak akan pernah terjadi, dia seorang wanita yang keras kepala, jadi sebelum dia mendapatkan semuanya maka dia tidak akan pernah berhenti meskipun tidak jarang kelakukannya itu tanpa dia sadari telah melukai hati seseorang." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.


Haruka yang mendengar curahan isi hati dari Pangeran Kichiro, membuat dirinya tersentuh raut wajahnya terlihat sangat sedih, kemudian Haruka menatap langit Haruka melihat sang mentari yang sudah mulai turun, sinar merah ke oranyean itu nampak jelas saat terbentang menjadi satu garis yang memanjang menghiasi langit sore. Tak lama Pangeran Kichiro segera berbicara lagi kepada diri Haruka.


Tetapi tidak bisa dipungkiri saat ia tengah bercerita terhadap Haruka, ia merasa sangat lega, dan anehnya ia merasa sangat nyaman ketika bercerita dengan Haruka. Haruka yang mendegar hal itu kemudian dia segera membalas ucapan dari Pangeran Kichiro.


"Tidak apa Pangeran, jika kau nyaman saat bercerita tentang keluh kesahmu itu semua tidaklah masalah, terkadang seseorang yang terlihat kuat pun harus mengutarakan apa yang sebenarnya tengah ia rasakan, tapi Pangeran bisakah ada seorang wanita yang dapat mengganti posisi dari Istrimu itu?" tanya Haruka yang terlihat sangat serius.


Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan Haruka, kemudian segera ia menjawabnya dengan sedikit menatap ke arah langit yang sudah memerah.


"Hm, aku tidaklah tau." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.


Haruka yang mendengar jawaban dari Pangeran Kichiro hanya terdiam kemudian didalam benak Haruka ia bersuara "Jika kau berkata begitu, kemungkinan besar kau ini mampu untuk melupakan Hanna, jika ada seorang wanita yang dapat menghuni hatimu."


Haruka kemudian menatap ke arah jalan, dilihatnya Danau sudah dekat kini Haruka dapat melihatnya dengan sepasang matanya itu.


"Lihatlah kita sudah sampai." Ucap, Haruka yang menatap ke arah Danau.


Pangeran Kichiro yang melihat Danau itu yang sudah sangat dekat dengan mereka, segera Pangeran mempercepat langkahnya tak lama kemudian mereka telah sampai disebuah Danau, ditempat itu terlihat sangat indah, terlebih lagi Haruka dapat melihat matahari yang akan tenggelam. Haruka yang sudah turun dari tubuh Pangeran Kichiro segera ia menatap ke arah langit yang sebentar lagi gelap, perlahan matahari disore hari tenggelam.


"Cantik sekali." Ucap, Haruka dengan perasaan senang.


Pangeran Kichiro yang melihat wajah Haruka yang senang dia pun juga sangat senang, tak lama hari mulai delap, Haruka terduduk diatas rumput sambil memandang ke arah Danau, suasana kembali sunyi karena mereka tidak berbicara sedikitpun. Haruka yang tengah menatap langit yang sudah berganti malam, dan langit yang terbentang luas itu ditaburi ribuan bintang, membuat mata seakan tidak ingin beranjak kemanapun.


"Haruka...?" ucap, Pangeran Kichiro yang berbicara kepada Haruka.


Haruka yang mendengarnya segera ia melirik ke arah Pangeran. Tak lama Pangeran segera bertanya kepada diri Haruka jika dia yang berada diposisinya saat ini apa yang akan dilakukan olehnya.


"Jika situasi yang aku rasakan ini, kau yang alami apa yang akan kau lakukan?" ucap, Pangeran Kichiro dengan menatap sepasang mata biru Haruka.


"Ah, aku akan menggunakan akalku, jika selama ini dia yang kau cari itu tidak pernah kembali, untuk apa terus saja menunggu? Itu hanya akan sia-sia bahkan itu akan membuang waktuku dengan percuma, banyak hal yang bisa aku lakukan tanpa adanya dia, lagipula jika yang hilang tidak dapat dicari, maka ia dapat diganti, dengan sesuatu yang lebih baik." Ucap, Haruka yang tengah berbicara kepada Pangeran Kichiro, dengan suara lembutnya.


Pangeran yang mendengar jawaban dari Haruka, terlihat tengah memikirkan ucapannya, sambil menatap langit malam didalam hati Pangeran dia mengiyakan ucapan Haruka.


"Kau benar, jika yang hilang tidak kembali, maka ia dapat diganti, dengan yang lebih baik lagi." Dalam benak Pangeran Kichiro yang segera menatap wajah Haruka saat itu dia tengah memandang langit malam yang dipenuhi dengan bintang.